Vigonews

Jambore PKK Wolomeze: Mainai Pangan Lokal Olahan, Denatana Timur Karya Kelompok Wanita Tani



WOLOMEZE – Dari ajang pameran Jambore PKK Kecamatan Wolomeze, Desa Mainai pamerkan berbagai jenis pangan lokal olahan. Sementara, Desa Denatana Timur pamerkan karya Kelompok Wanita Tani (KW)

Stan dua desa ini kelihatan beda tampilan. Di Desa Mainai, ibu-ibu PKK tampak sibuk melayani para pengunjung untuk mencicipi berbagai penganan dari olahan pangan lokal.

Baca Juga: Menyambut HUT RI Ke-37, Jambore PKK Digelar di Wolomeze

Salah seorang ibu PKK,  Maria Floriana Nuna mengatakan, desanya sudah sangat siap menyambut kegiatan jambore di tingkat kecamatan. Itu terlihat dengan kegiatan pra jambore yang digelar antar dusun di tingkat desa Mainai pekan sebelumnya.

Anggota PKK lainnya, Rosalia Lukang yang selalu ramah menerima para pengunjung langsung menawarkan untuk mecicipi penganan dari pangan lokal yang diracik dari bahan serba ubi. Sementara lauknya dari olahan serba ikan, juga disuguhkan jus pisang.
 
Pangan lokal olahan ubi dan lauk serba ikan
Makanan lokal itu diracik sendiri oleh ibu-ibu PKK, seperti  bahan singkong, ubi kembili. Jus pisang, lauk serba ikan, sate, kuah dan lain. Meski khas dengan penganan dari pangan lokal, stand desa Mainai ini juga dipamerkan sejumlah kerajinan dari bahan bambu yang merupakan kerajinan masyarakat lokal.

Sementara Kepala Desa Mainai, Frumensius Rimu yang ditemui di stan mengatakan bahwa ibu-ibu di desanya memanfaatkan wadah PKK untuk banyak belajar. Dengan begitu menambah wawasan, semakin kreatif dan inovatif.

Sebagai kepala desa, dirinya tentunya mendukung kegiatan PKK. Melalui wadah ini sebenarnya sama dengan mengurus keluarga yang lebih baik yang hidup sehat dan sejahtera. “Karenanya  kita di desa mendorong dengan pendanaan dan perencanaan sehingga program PKK bisa diimplementasikan,” kata Fumen.

Karena kegiatan bukan hanya untuk lomba, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan, menurut Frumen, pihaknya akan terus mensuport kegiatan PKK di waktu-waktu mendatang. Untuk terus meningkatkan kreativitasnya kita persiapkan juga mereka ikut lomba. Misalnya untuk kegiatan jambore ini sudah diawali dengan lomba di tingkat desa.

Guru Honor Gerakan Wanita Tani
 
Anggota KWT Tiwu Waru di stan pameran
Lain stand desa Mainai, lain pula stan desa Denatana Timur. Di stan pameran ibu-ibu PKK Denatana Timur tampak berbeda. Mereka memamerkan berbagai jenis tanaman pangan sayuran yang merupakan karya tangan Kelompok Wanita Tani (KWT).

KWT ini dipimpn oleh ketuanya Maria Fideliana Wai Nango beranggotakan 23 orang ibu. Di antara mereka ada tujuh orang guru honor. Di bawah payung kelompok KWT Tiwu Waru ini, tujuh orang guru ini bersama ibu-ibu lainnya mengembangkan kawasan rumah pangan lestari (KRPL)
 
KRPL yang dikembangkan KWT Tiwu Waru
KRPL ini, kata salah seorang guru, Maria Theresia Lama juga sudah dikembangkan ke keluarga-keluarga,  yang awalnya bersama-sama menggunakan lahan tiga are sebagai demplot. Di demplot ini juga pelihara ayam yang dibawahnya dibuatkan kolam ikan.

Para ibu ini menanam berbagai tanaman yang bisa menambah ketahanan pangan keluarga seperti: berbagai jenis sawi, brokoli, cabe, bawang, kacang, terong, kangkung dan masih banyak lagi. Menurut Theresia, tanaman pangan ini sangat membantu para ibu untuk pemenuhan kebutuhan dapur sehari-hari sehingga tidak harus membeli keluar.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :