Vigonews

Ketua PMKRI Cabang Ngada, Senobius Mbasu, Raih Sarjana dengan Predikat Cum Laude

Sebagian mahasiswa yudisium sarjana dan dua dosen (Senobius Mbasu - paling kiri) -  
BAJAWA, VIGONEWS.COM – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bakti Ngada, Rabu (18/07/2018) menggelar seremonial yudisim 55 mahasiswanya menjadi sarjana. Ke-55 mahasiswa dari Prodi PGSD dan PJKR itu resmi menyandang gelar sarjana pendidikan (S.Pd).

Salah seorang dari 55 mahasiswa yang diyudisium itu adalah Senobius Mbasu, yang baru sepekan terpilih menjadi Ketua Presidium PMKRI Cabang Ngada St. Stefanus periode 2018/2019. Senobius yang akrab disapa Obi itu menyandang gelar sarjana dengan predikat cum laude – IP 3,63.

Lima mahasiswa lainnya yang juga lulus dengan predikat cum laude masing-masing: M.G Keo dengan IP 3,90; Maria M. Reni IP 3,71; Maria Susanti Oje IP 3,54; Maria Y. Ninu IP 3,73 dan Theresia A. Baka dengan IP 3,65.

Maria G. Keo usai yudisium merasa terharu dan legah telah melewati tahap akhir ini. “Walaupun orang tua saya tidak mampu, tapi pada hari ini saya bisa menyandang gelar sarjana pendidikan,” kisahnya.
 
55 mahasiswa yang diyudisium sarjana
Ketua Yayasan Pendidikan Citra Masyarakat Mandiri, Wilfridus Muga, SE, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan profisiat kepada  kepada mahasiswa yang baru saja yudisium.

Dikatakan, ini merupakan akhir dari perjuangan di STKIP Citra Bakti dan sebagai awal untuk menempuh kehidupan yang baru dalam pengabdian yang total kepada masyarakat.  "Menjadi guru adalah tantangan terberat apalagi menjadi guru baru" pungkasnya.

Menurut Wilfridus, lulusan STKIP Citra Bakti harus mampu memberikan sumbangsih pemikiran atau ideologi yang baru untuk membawa arus perubahan dalam hidup bermasyarakat.***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :