Vigonews

Sungai di Desa Nginamanu Jadi Tempat Pembuangan Sampah & Bangkai

Sungai di desa Nginamanu
WOLOMEZE, VIGONEWS.COM – Warga desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze resah karena akhir –akhir ini sungai yang mengapiti desa itu – sungai Kolupenu dan Wulabhara sering jadi tempat pembuangan sampah dan bangkai.

Sampah dan bangkai hewan itu mengirim aroma tak sedap dan mencemarkan bukan hanya udara tetapi air sungai yang selama ini sering digunakan warga untuk keperluan rumah tangga dan tempat minum hewan. Akibatnya, aktivitas masyarakat seperti mandi dan mencuci terganggu.

Berita terikait:
‘Sungai bukan Tempat Sampah,’ Kata Kades Nginamanu Don Bosco Lemba

Jumat (01/02/2018), warga menyaksikan sampah berserakan di sungai Kolupenu. Bahkan bukan hanya sampah, tetapi juga bangkai hewan seperti kerbau dan anjing. Bangkai hewan itu ditemukan di aliran sungai sudah membusuk.

Kepala Dusun Kurubhoko, Marsianus Lame kepada vigonews.com menyampaikan, Jumat warga menemukan bangkai hewan besar teronggok di sebuah kolam sungai Kolopenu persis dekat jembatan Kolupenu.
Sampah dan bangkai di sungai

Sepintas orang tak melihat bangkai di kolam itu. Namun kemudian memang tak dapat disembunyikan, karena aroma tak sedap menyebar kemana-mana sebab bangkai sudah mulai membusuk. Aroma tak sedap itu cukup membuat siapa saja yang melewati jembatan ini tak nyaman.

Kejadian tersebut, langsung dilaporkan oleh Marsianus kepada Kepala Desa Nginamanu, Yohanes Don Bosco Lemba. Kemudian langsung ke lokasi. Don Bosco mengatakan menyesalkan atas sikap tak terpuji orang tak dikenal yang membuang bangkai di sungai itu. “Sungai Kolupeu selama ini menjadi sumber air bagi warga baik untuk mandi, mencuci maupun keperluan lainnya,” kata Bosco.

Kondisi ini, tambah Bosco, memang mengganggu aktivitas, karena sepanjang sungai ini banyak warga baik yang berkebun. Pada umumnya warga mengonsumsi air sungai ini, juga mencuci dan mandi. Bahkan bukan hanya masyarakat Ngada tetapi juga masyarakat di Kabupaten Nagekeo, karena sungai ini bermuara di Mbay, dekat iby kota Nagekeo.

Desa Nginamanu terus membangun kesadaran warga untuk hidup ramah lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Kades Don Bosko menghimbau warganya agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang berbahaya  terhadap kelestarian lingkungan.
Jembatan Kolupenu

Kehadiran Yayasan Puge Figo yang bergerak bidang lingkungan hidup juga menjadi lembaga yang terus mendorong ke arah itu. Seperti penghijauan kawasan yang tak berpohon – yang selama ini hanya tumbuh rumput sehingga rentang kebakaran.

Sementara kehadiran komunitas imam-imam OFM di Paroki Kurubhoko dengan spirit cinta lingkungan juga terus mendorong agar kawasan ini ramah lingkungan. Bahkan OFM  sendiri di atas lahan 9 hekatr sudah melakukan disain pemetaan untuk pusat pendidikan pertanian organik.

Pastor Paroki ini, Tobias Harman, OFM berbagai kesempatan terus menggemakan pertanian organik, dan gerakan cinta lingkungan dengan membebaskan kawasan ini dari kebakaran hutan akibat ulah manusia. Demikian juga aktivitas manusia yang merusak lingkungan, komunitas OMF tidak jemu-jemu memberi edukasi.(ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :