Vigonews

‘STBM Masih Dianggap Sepele’, Kata Emirensiana Tay dari Kesling Promkes Ngada

STBM masih dianggap sepele! -  

WOLOMEZE, VIGONEWS.COM - Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) masih dianggap hal sepele. Di Kabupaten  Ngada baru 38 desa yang layak STBM. Lebih dari 100 desa lainnya belum masuk kategori desa STBM.

Demikian diungkapkan Staf Kesehatan Lingkungan (Kesling), Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Emirensiana Tay dalam legiatan Sosialisasi STBM dan pembentukan Tim STBM di Desa Denatana, Kamis (07/06/2018). 

Berita Terkait:
Desa Denatana di Kecamatan Wolomeze Menuju STBM

Lebih lanjut, Emirensi yang biasa disapa Rensi ini mengatakan, dalam hal STBM, Kabupaten Ngada masih tertinggal di banding kabupaten lain. Padahal program kesehatan berbasis masyarakat ini sudah digemakan melalui program nasional sejak tahun 2018.

Memurut Rensi, program ini menjadi sangat penting dalam menciptakan masyarakat sehat. Tentang hal itu maka diperlukan metode dan pendekatan dalam memberdayakan masyarakat sehingga berperilaku hidup sehat secara mandiri.
 
Emirensiana Tay lakukan 'demo' cuci tangan dengan sabun di sela-sela sosialisasi STBM, disaksikan Kades Bruno Wanggol 
Program STBM adalah pendekatan  yang digunakan dalam upaya mengubah perilaku untuk hidup bersih dan sehat - melalui pemberdayaan  masyarakat  dengan metode  pemicuan. Tujuannya, tegas Rensi, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat  secara mandiri dalam meningkatkan  derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan empat faktor, yaitu:  lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan. Dari empat faktor tersebut yang urgen adalah lingkungan dan perilaku. "Sehat dan tidaknya kita besar pengaruhnya disebabkan oleh faktor lingkungan bersih atau tidak dan berperilaku hidup sehat atau tidak," papar Rensi.

"Jadi kalau mau omong soal STBM itu berhubungan erat dengan soal-soal yang kita lakukan sehari-hari, apakah memenuhi syarat kesehatan atau tidak. Dalam hidup sehat masyarakat harus melakukannya secara mandiri," jelas Rensi.

Terkait dengan kemandirian yang dimaksud, lanjut Rensi, masyarakat dapat mengembangkan pola hidup sehat mandiri terhadap lima pilar STBM, yaitu: stop buang air besar sembarangan; mencuci tangan dengan sabun; pengelolaan air minum dan makanan; pengamanan sampah; dan pengamanan limbah cair rumah tangga.
 
Masyarakat Desa Denatana mengikuti Sosialisasi dan pembentukan Tim STBM
Sanitasi total, tambah Rensi, maksudnya suatu kondisi masyarakat dimana masyarakat di berbagai elemen dan tingkatan sudah melaksanakan lima pilar STBM. Sedangkan berbasis masyarakat makaudnya melibatkan masyarakat secara sadar dan mandiri karena masyarakat sebagai ujung tombak atau sebagai pelaku.

Jika masyarakat secara mandiri melakukan STBM, kata Rensi, dapat mencegah 80 persen inveksi umum dan 45 persen  inveksi besar, seperti penyakit diare; IPSA, avian influenza; cacingan dan penyakit mata, hrpatitis A dan polio.

Kegiatan sosialisasi dan pembentukan TIM STBM di Desa Denatana juga dibahas Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL), pemilihan pengurus, dan penandatangan kesepakatan pelaksanaan STBM dimulai di desa ini.

Pada kesempatan itu Rensi langsung melakukan ‘demo’ cuci tangan. Sekaligus mengajak peserta untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, yang diikuti Kepala Desa Denatana Bruno Wanggol dan peserta lain. Mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir adalah salah satu dari lima pilar STBM.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :