Vigonews

Puskesmas Waepana Dorong Minat Berliterasi dengan Memanfaatkan ‘Rumah Nalar’

Rumah Nalar di Puskesmas Soa menumbuhkan minat berliterasi - Ety Kromen mengatakan 'Rumah Nalar' sangat bermanfaat.

 SOA, VIGONEWS.COM - Puskesmas rawat inap di Waepana, Soa ikut mendorong habit masyarakat dalam berliterasi.  Demikian dikemukakan Kepala Puskesmas Waepana, Soa, Ety Kromen Senin (04/06/2018) di Soa.

Ety Kromen memyampaikan hal itu ketika berdiskusi santai dengan tuan Rumah Literasi Cermat (RLC) Emanuel Djomba di Rumah Nalar Puskesmas Waepana.

Kiat menumbuhkan habit berliterasi itu, Kata Ety Kromen setelah kehadiran Rumah Nalar peninggalan guru SM3T dari UNY tahun 2015. Ketika itu Rumah Nalar yang dilengkapi dengan dua rak buku beserta isinya diresmikan oleh Bupati Ngada Marianus Sae.

Kebetulan Rumah Nalar ini letaknya di areal Puskesmas Waepana. Maka, pasca kepulangan guru SM3T Rumah Nalar ini menjadi wahana untuk menumbuhkan kultur membaca, baik bagi karyawan di puskesmas ini mapun bagi masyarakat sekitar.

Rumah Nalar ini sudah cukup banyak dikunjungi mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa. Itu terlihat dari buku kunjungan yang ada. 

"Koleksi buku memang masih terbatas, namun Rumah Nalar ini sudah mulai dikenal banyak orang. Makanya kami sangat berharap ada pihak yang tergerak mendonor buku,  seperti buku cerita anak, buku kesehatan dan koleksi lain. Juga ada kegiatan mewarnai bagi anak TK," kata Ety.

Diakui Ety,  belum lama ini seseorang sempat menelfon pihaknya  untuk donasi buku. Jenis buku yang dijanjikan seperti ensiklopedi penemu dan sejarah, buku remaja dan reproduksi serta buku cerita anak. "Kita berharap ada yang mau memberi donasi buku," katanya.

Ety sendiri memgaku senang dengan kehadiran Rumah Nalar. Dia mendorong habit membaca tumbuh baik bagi staf puskesmas maupun bagi masyarakat sekitar. Memang buku baru sedikit, tetapi mulai diminati. Tentu pihaknya selalu berusaha tambah referensi di tengah-tengah kesibukan urus pasien.
 
Ety Kromen bersama Emanuel Djomba di 'Rumah Nalar Puskesmas Soa
"Ini juga bagus untuk anak-anak tingkatkan minat baca. Sehingga Rumah Nalar yang sudah dimulai guru SM3T ini tidak mubazir. Saya sendiri juga suka baca. Saya juga dorong staf supaya isi waktu kosong dengan membaca," katanya.

Saat bincang-bincang dengan tuan Rumah Literasi Cermat Emanuel Djomba menyarankan agar kehadiran Rumah Nalar menjadi pusat kegiatan untuk menumbuhkan kultur intelektual. Djomba memberi saran mungkin program kesehatan masyarakat bisa menggunakan wadah rumah nalar sebagai sarana promosi.

Misalnya, tambah Djomba melakukan edukasi kepada siswa yang dilanjutkan dengan lomba menulis dengan tema tentang kesehatan masyarakat. Dengam cara ini pengetahuan akan lebih diingat dan membekas, ketimbang hanya mendengar.

Ety merespons gagasan itu dan akan mencoba salah salah satu program sosialisasi kesehatan mayarakat dengan menyasar generasi muda.

Selain mengelola Rumah Nalar, suasana puskesmas yang bersahabat dan asri itu juga tampak mencolok sebuah mading di pintu depan. Meski terlihat rimbun lingkungannya, namun tanaman tampak sedikit merana, karena ternyata puskesmas ini mengalami masalah kekurangan air bersih.

Kata Ety, jangankan untuk siram, untuk kebutuhan pasien di kamar mandi dan WC air sangat terbatas. PDAM tak mampu menyuplai air yang cukup ke puskesmas.(dbp)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :