Vigonews

Petani Ngada Kirim 7.500 Liter Kopi AFB HS Basah, di Awal Musim Panen 2018

Pengirim perdana kopi AFB HS basah musim panen 2018

BAJAWA, VIGONEWS.COM - Koperasi Sekunder  Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) AFB, Selasa (05/06/2018) melakukan pengiriman perdana kopi AFB musim panen 2018 untuk diekspor.

Pengiriman 7.500 liter kopi HS Basah itu dilepas oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Paskalis Wale Bai, didampingi Ketua Koperasi Sekunder MPIG AFB Albert Gua dan Ketua Koperasi Primer Papa Taki. Hadir juga mitra dari LSM Lakmas Rikardus Nuga dan dari LSM Rikolto Fransiska Rengo.

Berita terkait:
Ubah Kebun Kopi Jadi Perusahaan Petani

Pengirim perdana kopi AFB melalui  PT. Indokom Citra Persada - sebagai Buyer pengekspor kopi AFB ke Amerika itu ditandai dengan ritual adat dan pelepasan 125 koli/karung kopi. Kopi yang dikirim berasal dari 10 UPH di bawah naungan Koperasi Sekunder MPIG  AFB dari total 91 UPH/sub UPH.

Koperasi Sekunder sebagaimana dikemukakan ketuanya Albert Gua,  panenan tahun ini dari 91 UPH/sub UPH ditargetkan sekitar 1.500 ribu liter.  Meski menargetkan angka sekian Albert memperkirakan pengiriman real  kepada buyer bisa mencapai 500 ribu liter.

Mulai tahun ini, kata Albert, kopi AFB juga akan ekspor melalui buyer PT. MTC yang berkantor di Korea. Permintaan dari PT. MTC sekitar 80 ton. "Kita masih liat  tahun ini apakah bisa penuhi permintaan PT. MTC sejumlah itu untuk menyediakan kopi HS kering," katanya.
 
Kopi Bajawa
Pengiriman perdana ke PT. Indokom berasal dari 10 UPH, terbanyak dari UPH Papa Taki. Untuk pengiriman kopi AFB ke PT. Indokom  sudah berlangsung sejak tahun 2005, dengan permintaan kopi HS basah.

Setelah pengiriman perdana, akan disusul dengan pengiriman lanjutan setiap pekan. Biasanya berlangsung sampai bulan November.

Nilai ekspor kopi AFB tahun 2015  Rp 8,5 miliar, tahun 2016  Rp 7 miliar lebih, dan tahun 2017 Rp 500 juta lebih. Pada tahun 2017 produksi menurun karena anomali cuaca.

Untuk diketahui, kopi AFB yang diproses sesuai standar ekspor baru sekitar  10 persen dari  total kopi di dataran tinggi Bajawa. Luas seluruh areal produksi 12.000 hektar.

Usai melepas satu truk kopi untuk pengiriman perdana, Kepala Dinas Pertanian Paskalis W. Bai memberi apresiasi atas kerja keras dan kerja bersama dalam kemitraan untuk terus meningkatkan proses pengelolaan kopi sesuai dengan standard operasional pengelolaan (SOP). Hal ini penting karena sesuai dengan permintaan pasar.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :