Vigonews

Opini Yohanes Mau, SVD: Religiositas Pancasila


Penulis, Alumnus Stipar Atma Reksa Ende
Tinggal di Biara St. Konradus Ende -  


Dalam salah satu petikan wawancara Cindy Adams dengan Bung Karno, Sukarno berkisah: “Di pulau Flores yang sepi, di mana aku tidak memiliki kawan, aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon sukun di halaman rumahku, merenungkan ilham yang diturunkan oleh Tuhan, yang kemudian dikenal sebagai pancasila (Adams, 201: 240).

Religiositas Bung Karno menjadi spirit dasar dalam menemukan ilham tentang pancasila yang kini menjadi dasar Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI). Perjuangannya di tempat pengasingan membuatnya menjadi pribadi penuh inspirasi. Tempat pengasingan bukan menjadi tempat isolasi yang memenjarahkan dan mematikan daya kreatifnya namun di tempat pengasingan dia menjalin relasi yang nan mesrah dengan Tuhan sebagai Sang segala yang ada. Berjam-jam lamanya merenung ilham yang kini disebut sebagai pancasila. Merenung dalam heningnya Ende pulau bunga, kampung terpencil, terisolasi menjadi tempat bersejarah yang tak kan lekang oleh waktu dan perubahan zaman. Di kota Ende inilah ke lima butir pancasila itu diturunkan oleh Tuhan. Tuhan menjadikan Bung Karno sebagai mediatornya. Selanjutnya, ilham ini yang hingga kini masih teguh kokoh, kuat dan tak tergoyahkan oleh derasnya badai zaman.

Walaupun badai dan prahara zaman dengan aneka ancaman dan pembunuhan oleh kelompok teroris namun NKRI tak goncang sedikit pun. Malah NKRI makin kokoh di kala ditantang oleh kelompok-kelompok radikal garis keras yang hingga kini belum menerima pancasila sebagai dasar dari NKRI.

Hemat saya, bahwa apa pun kesulitan dan tantangan yang sedang menyederai NKRI ini tak mungkin ada kehancuran bahkan sampai tiadanya pancasila. Karena landasan atau dasar dari pancasila adalah Tuhan sendiri. Kalau mau menghilangkan pancasila yang Tuhan ilhamkan, maka itu tidak lain menolak rahmat yang Tuhan titipkan kepada seluruh manusia tanah air Indonesia. Yakin dan percaya bahwa Indonesia ini tak kan pernah goyah entah sampai kapan pun dan oleh persoalan apa pun. Karena negara Indonesia bukanlah negara asal jadi. Negara indonesia jadi seperti sekarang ini melewati proses dan suka duka, serta ratap, tangis yang memiluhkan, nan lama dan panjang kala berhadapan dengan para penjajah. Dan atas berkat rahmat Allah yang Mahakuasa dan dengan dorongan keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan kemerdekaannya.

Segalanya terjadi karena semata-mata berkat rahmat Allah Yang mahakuasa. Tanpa Tuhan, segalanya kosong dan hampa. Tanpa Tuhan, tidak ada kemerdekaan yang menghantar manusia kepada kedamaian sejati. Bahagia dan kedamaian sejati adalah dambaan hati dari semua manusia yang menghuni jagad raya NKRI ini. Kemerdekaan yang dialami dan dirasakan oleh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga saat ini adalah anugerah terindah dari Tuhan. Maka sebagai warga negara yang bertanggungjawab semestinya menjaga dan memelihara anugerah Tuhan ini secara bertanggungjawab. Bertanggungjawab artinya memelihara dan melestarikannya agar warga yang beraneka ragam suku, etnis dan agama yang hidup di bumi indonesia plural ini tetap menjunjung nilai toleransi dan hidup rukun antaragama.

Nilai Religiositas menjadi unsur fundamental dalam pancasila. Pancasila tidak mungkin lenyap dari eksistensinya karena landasan utama pancasila adalah Tuhan. Tuhan yang mengilhamkan pancasila melalui Sukarno di tempat pembuangannya di kota ini sejak 72 tahun silam. Sukarno dan Ende menjadi alat istimewa yang dijadikan Tuhan sebagai tempat lahirnya dasar negara ini.

Tugas pemerintah

Menyongsong HUT Pancasila ke 76 tahun ini pemerintah Ende telah gencar dengan aneka kegiatan seperti parade laut, pareda darat oleh seluruh etnis yang menghuni kabupaten Ende, lomba paduan suara antar etnis pidato antar SMA/SMK sekota Ende dan sekitarnya dalam menyambut bulan juni sebagai (Sukarno Moon). Hal ini membantu menyadarkan nurani generasi muda akan pentingnya nilai-nilai pancasila dalam seluruh ziarah dan pergulatan hidup di NKRI tercinta ini. Artinya kaum muda dididik sedemikian rupa agar tidak lupa sejarah. Sejarah menghantar manusia untuk bisa tiba sampai hari ini. Tanpa sejarah hidup, manusia bagaikan air di daun talas yang hanya sesaat mengalami dan merasakan tumpangan kasih. Padahal kasih yang utuh adalah kasih yang tetap terlestari tanpa ada kepalsuan di dalamnya.

Agar kasih ini tetap terjaga dan terlestari maka ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh pemerintah Ende dan provinsi untuk tahun-tahun mendatang. Pertama. Memberikan eduakasi efektif dan berkesinambungan kepada pelajar dan kaum muda agar tidak terpengaruh dengan aneka dokrin dan ajaran-ajaran sesat yang sedang gencar ditawarkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang mengatas namakan agama. Di sini pemerintah harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga sekolah dan para tokoh agama untuk mendiskusikan tentang hal ini secara serius sehingga generasi sekarang tidak mudah terprovokasi dan menjadi provokator peniadaan pancasila sebagai dasar NKRI.

Kedua, Pihak keamanan dalam hal ini TNI dan Polri mesti berkalobarasi dalam kerja  sama yang efektif dan efisien agar tetap memberikan kenyamanan kepada seluruh warga NKRI dalam situasi dan kondisi apa pun. Artinya TNI dan Polri mampu membeking rakyat dari ancaman-ancaman yang membahayakan sebagaimana yang lazim terjadi selama ini. Seperti bom bunuh diri oleh teroris yang mengatasnamakan agama tertentu. Ini sebagai bentuk suntikan kaget bagi TNI dan Polri untuk senantiasa waspada dalam waktu tak menentu dan tak terduga.

Ketiga, Tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat mesti memiliki kerja sama yang efektif dan efisien dengan para pemilik rumah kontrakan, kos-kosa-san, asrama, Café, restoran, apartemen, dan hotel. Peran tokoh masyarakat selalu mengontrol dan mengecek secara berkala penghuni-penghuni yang berwajah baru untuk diketahui keberadaan identitasnya secara menyeluruh sehingga jangan ada kecurigaan warga sekitar. Dan ini juga sebagai salah satu cara mengantisipasi adanya teroris yang masuk daerah atau wilayah tertentu secara ilegal. Saya pikir ini adalah tawaran bagus yang mesti dieksekusi oleh tokoh masyarakat dalam menjalankan perannya sebagai warga negara yang turut ambil bagian menjaga keamanan negaranya dari bahaya ancaman-ancaman tak terduga yang sudah sering melanda republik ini.

Keempat, Tokoh agama. Tokoh agama mesti memberikan ajaran dan dogma yang baik dan benar kepada para penganutnya. Hal yang mesti diperhatikan oleh tokoh-tokoh agama di sini adalah keberperanannya dalam meningkatkan ajaran-ajaran teologi yang benar berdasarkan agama yang dianut. Tokoh agama juga perlu memberikan pendampingan secara intensif agar iman umat tidak muda tergerus oleh situasi dan perkembangan zaman yang makin menggi-la ini. Perkembangan zaman menghanyutkan peradaban manusia sehingga manusia pun hanyut di dalamnya bahkan termakan oleh perkembangannya. Ketika manusia hanyut dalam perkembangan zaman maka agama dan ajarannya dinomorduakan sehingga tidaklah heran banyak penganut agama yang mencari jalan pintas seperti menjadi teroris dan berusaha mati dengan bom bunuh diri. Ini adalah sebuah ajaran sesat yang menghipnotis. Mati dengan bom bunuh diri dengan mengorbankan banyak nyawa manusia maka jiwa mereka langsung terbang ke surga. Teroris memercayai ini sebagai jembatan terpendek menuju surga padahal dalam setiap dokrin-dokrin agama tidak mengajarkan hal seperti itu.

Ende ini sebagai kabupaten yang berlabelkan sejarah dan rahim lahirnya pancasila. Setiap tanggal 01 Juni, Indonesia menjadikan hari ini sebagai hari jadi pancasila. Maka, yang mesti kita jaga dan rawat adalah Roh pancasila yang Tuhan telah ilhamkan di tanah Sare Ende ini untuk Indonesia. Indonesia ada dan besar sampai di usianya yang ke-72 tahun ini karena atas berkat dan rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas dari segala penjajahan dan penindasan.

Pupukilah nilai-nilai pancasila agar tetap tumbuh dalam mengayomi kedaulatan dan kebijakan NKRI tercinta. Semoga Indonesiaku tetaplah nyaman hingga ajal nanti.***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :