Vigonews

Opini Yohanes Mau, SVD: Nasib TKI dan Human Trafficking



Penulis, Warga Belu Utara
Misionaris SVD
Tinggal di Biara St. Konradus Ende
 


Pristiwa nahas menimpa lagi NTT provinsi termiskin di Indonesia ini. Flores Pos sabtu,   12/05/2018 menurunkan Headline, Jenazah TKI Tiba di Maumere (Maria Ade Badhe (25) warga desa Detubinga, kecamatan Tanawawo, kabupaten Sikka. Padahal Harian Umum Pos Kupang Sabtu, 18/02/2018 menurunkan Headline berita, “Petronela Peluk Erat Peti Jenazah Adelina-TKW asal NTT Meninggal di Malaysia- Direkrut Tanpa Sepengetahuan Orangtua.” Sabtu (17/2/2018), Jenazah Adelina Jemira Sau warga desa Abi, kecamatan Oenino, kabupaten TTS tiba di Bandara Elatari kupang.

Ketika membaca naskah-naskah berita di media cetak (Flores Pos dan Pos Kupang) yang berkisah tentang TKI yang berdampak pada human trafficking, dan mati di tanah rantau, hati saya sedih sembari bertanya, Ah, mengapa harus manusia? Siapakah manusia itu sehingga diperdagangkan seperti barang dagangan dan sering menjerumuskannya ke dalam transaksi perbudakan dan prostitusi yang sampai saat ini belum bisa ditanggulangi? Siapa salah?

Sebenarnya ini bukan soal siapa salah dan siapa benar. Masalah TKI yang berdampak pada Human Trafficking merupakan jenis kejahatan paling jahat yang ada dan sedang disandiwarakan di republik ini. Bukan menyangkut siapa salah tapi mengapa hukum di negeri ini tidak ditegakkan secara adil, bijak, dan merata? Kalau ditanya siapa salah, maka jawabnya pemerintah yang salah. Negara yang salah. Pemerintah dan negara yang tak berdaya di hadapan warganya sendiri. Negara takluk di mata rakyatnya sendiri. Akhirnya yang miskin dan tertindas tetaplah mengalami nasib yang tidak menentu. Pemerintah tidak mampu menyiapkan lapangan kerja yang memadai bagi rakyatnya sendiri. Sudah demikian, pemerintah juga tidak mampu menyiapkan TKI secara profesional untuk menjadi pekerja yang memberi devisa bagi negara. Pemerintah hanya tinggal menerima keuntungan besar dari pengiriman TKI setiap tahun yang meningkatkan devisa bagi negara. Ini adalah masalah memprihatinkan yang dilakonkan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah belum sepenuhnya berhasil dalam mencari jalan keluar atas persoalan pengangguran, masalah TKI yang berdampak pada Human Trafficking dan kematian.

Warga atau rakyat kecil lebih tergiur menjadi TKI di tanah orang karena memang pekerjaan yang layak ada di manca negara sebab di negeri sendiri tidak tersedia. Keberhasilan sejumlah TKI pemula, yang pulang kampung dengan membawa serta uang banyak ukuran pekerja migran, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penganggur lainnya yang sedang merana di kampung-kampung pedalaman untuk menyusul menjadi TKI tanpa pusing dengan urusan administrasi dan pembekalan profesi serta ketrampilan kerja yang memadai.

Berhadapan dengan fenomena seperti ini negara tak berdaya, dilema antara mengijinkan atau menahan. Dari pertimbangan, sikap mengijinkan merupakan pilihan terbaik karena belum ada alternatif lebih baik yang dapat menggantikannya. Entah sampai kapan sandiwara macam ini berakhir. Rakyat kecil hanya diam dan tinggal tadah apa kata negara terhadap realita ini. Realita tentang tak terjangkaunya bonum commune di negeri ini yang kini masih jauh dari impian?

Jika dihadapkan dengan masalah TKI yang berdampak pada Human Trafficking dan kematian yang sedang meraja di tanah air ini, maka sasaran gugatan dalam tulisan saya ini adalah eksekutif, legislatif dan yudikatif (pemerintah, DPR dan penegak hukum). Ketiga pihak ini merupakan kelompok yang mesti bertanggungjawab terhadap pelbagai kasus dan masalah yang menimpa TKI hingga adanya Human Trafficking, baik sejak perekrutan hingga bekerja di luar negeri, bahkan mati konyol di tanah rantau. Nasib TKI yang mengalami masalah human trafficking sudah hampir menjadi budaya baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sampai sekarang belum ada pihak yang menanganinya secara tuntas. Dalam penanganan TKI pemerintah tidak pernah membuat sebuah kebijakan besar yang mampu menangani tenaga kerja secara manusiawi, profesional sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah Philipina. Pemerintah Indonesia mestinya belajar dari Philipina bagaimana cara menyiapkan TKI secara baik dan profesional.

Untuk menjawabi litani pertanyaan di atas perlu pencerahan bagi para pemerintah dan penegak hukum untuk tegas membasmi sampai akar-akarnya para calo (perekrut ilegal) yang berkeliaran tanpa kendali. Calo (perekrut ilegal) adalah orang-orang yang mengatasnamakan pemerintah merekrut tenaga kerja di daerah-daerah pedalaman untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri. Calo selalu menawarkan janji-janji manis yang menggoda dengan jaminan tarif gaji/jasa melangit selama sebulan kerja. Rayuan, gombal palsu seperti ini meluluhkan hati orang-orang desa untuk rame-rame menjadi TKI di luar negeri. Untuk menjadi TKI di luar negeri calon TKI harus melengkapi administrasi secara memadai. Warga yang tidak berpendidikan memenuhi berapa pun besar jumlah tarif uang yang harus dikeluarkan untuk menuntaskan urusan administrasi.

Pelbagai macam cara bisa dibuat diantaranya menjual tanah, pinjam uang, menjual binatang piaraan dan lain sebagainya. Intinya bisa lolos sampai di luar negeri jadi TKI dengan ujud mulia memperbaiki pola hidup ekonomi dalam keluarga. Di sini warga yang tidak memiliki pengetahuan ditipu oleh calo untuk meraup keuntungan tanpa menguras tenaga dan keringat. Menghadapi para calo seperti ini pemerintah mesti memperketat kontrol dan pengamanan agar kelak indonesia ini bebas dari persoalan human traffickking.

Sesampainya di luar negeri, administrasi yang dibawa serta itu tidak valid dan memiliki kekuatan hukum sehingga gaji TKI tidak dibayar oleh majikan dan lain sebagainya. Ada juga TKI yang tidak profesional dalam bekerja dan sering disanksi atau dihukum oleh majikan dengan pelbagai cara seperti siram dengan air panas, setrika tubuh dan lain sebagainya. Ada yang menjadi pekerja ilegal yang tidak bebas dalam menjalani aktivitas, menjadi incaran pihak keamanan dari negara penerima TKI. Kasihan menjadi TKI di tanah rantau ibarat anak yatim-piatu yang luput dari perhatian negara. Di sini negara sebagai ibu kandung digoyahkan oleh anak-anaknya sendiri yang tidak disiplin dibawah payung hukum. Hukum di negara ini nampaknya semakin tumpul dari waktu ke waktu karena selalu tumpul ke atas dan runcing ke bawah. Saya berani mengatakan demikian karena negara tidak mampu menjamin  kesejahteraan warganya secara baik. Negara seolah mencuci tangan terhadap masalah TKI yang berdampak pada human trafficking yang sedang melanda republik ini.

Ada pihak-pihak elite yang terlibat di dalam kasus human trafficking namun tidak diproses secara tuntas. Di sini nampak kental bahwa elite penguasa di republik ini tidak disiplin dalam pelbagai aspek. Hal ini yang menjadi faktor penyebab utama tidak berkembangnya negara ini seiring dengan kemajuan negara-negara tetangga seperti Malaysia, dan Singgapura. Para elite politik lebih berkonsentrasi dalam menerapkan politik ketidakjujuran dengan perioritas membahagiakan kelompok dan golongannya sendiri. Ini yang menjadi penyakit menggurita di tanah air indonesia tercinta ini. Lantas muncul pertanyaan, sampai kapankah Indonesia akan mengalami kesembuhan dari sakit yang akut ini?

Berikut beberapa tips yang bisa saya tawarkan sebagai jalan keluar bagi para elite penguasa di republik ini. Pertama, Negara bertanggung jawab dalam menyiapkan TKI untuk memiliki profesionalitas dan ketrampilan kerja serta memiliki daya saing di pasar tenaga kerja di dalam negeri maupun manca negara. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan khusus sesuai jenis pekerjaan yang dibutuhkan. Kedua, Negara memberikan afirmasi kepada TKI agar memiliki kepribadian yang tangguh sehingga mampu membawa diri. Memiliki pengetahuan tentang hukum dan peraturan perundangan, setidaknya tahu tentang hukum dan peraturan yang menyangkut posisi dirinya sebagai tenaga migran. Ketiga, Perlu adanya perlindungan terhadap TKI di tempat kerja yang mestinya dilakukan oleh perwakilan pemerintah RI di masing-masing negara. Ini sebagai cara untuk mengatasi adanya Human traffickking dan penyiksaan oleh majikan yang berakhir pada kematian.

TKI adalah kawanan kecil dari masyarakat yang hidupnya tidak menentu karena negara tidak mampu menjamin kesejahteraannya. Inilah sandiwara menggurita yang ada di republik ini. Negara lemah di hadapan rakyatnya sendiri. Negara tak mampu berkutik di hadapan rakyatnya yang hidupnya jauh dari bahagia.

Semoga tawaran beberapa tips dan tangis teriakan suara arwah TKI yang menjadi korban di tanah rantau menjadi bahan refleksi sekaligus saat untuk pemerintah dan rakyat berintrospeksi diri sembari angkat muka, memandang jauh ke depan, dan membaca tanda-tanda zaman secara pasti agar jangan salah kapra bila badai hidup ini tak menentu.***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :

2 komentar

Write komentar
2 August 2018 at 13:54 delete

Maaf... Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui pemasangan nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Biarlah Orang pada ngomong itu musrik hanya tuhan yg tau. mungkin ini salah satu jalan rejeki sy. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
9 June 2019 at 12:23 delete


agen togel terbesar dan terbaik indonesia klik4d yang sudah lama menemani anda bermain togel secara online, kami bandar togel dan togel online

hubungi kami :
Telegram : +62812-2222-995
Wechat : Bolavita
WA : +62812-2222-995
Line : cs_bolavita
Link Official Bolavita : http://159.89.197.59/

Reply
avatar