Vigonews

Opini Yohanes Mau, SVD: Harapan Kaum Muda dan Tantangan Lapangan Kerja




Penulis, Alumnus Stipar Ende & Biarawan Misionaris
Tinggal di Biara St. Konradus Ende -  



Hari-hari kemarin, setelah pulang dari kamar makan saya biasa duduk-duduk santai di emperan rumah menikmati hangatnya sapaan mentari pagi sambil baca koran. Pagi itu saya baca Harian Umum Flores Pos, selasa, 8/05/2018. Pada Headline tertulis “Kaum Mudah Butuhkan Lapangan Kerja-Aspirasi untuk Pemimpin NTT” liputan Frans Obon reporter Ruteng. Setelah melahap berita pagi itu kepala saya agak terganggu dengan harapan yang diutarakan oleh kaum muda dari STKIP St. Paulus Ruteng. Harapan dan kerinduan hati akan lapangan kerja dari gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti. Dan juga seruan agar pemimpin NTT mampu mereformasi dunia Pendidikan tinggi di NTT agar menghasilkan tamatan bermutu mampu menjawabi kebutuhan dunia kerja saat ini. Inilah secuil harapan dan rindu dari kaum muda STKIP St. Paulus Ruteng.  

Senin, 8/5/2017 media on line, https://m.harianterbit.com menurunkan berita berjudul “Menyedihkan, Tamatan Perguruan Tinggi Jadi Pengangguran.” Berdasarkan data Badan Pusat statistik Nusa Tenggara Timur mencatat tingkat pengangguran terbuka di daerah setempat hingga Februari 2017 didominasi tamatan Perguruan Tinggi dengan angka 9,62 persen dari total 2,50 juta orang angkatan kerja. Demikian Kata Kepala Badan Pusat Statistik NTT, Maritje Pattiwaellapia, Sabtu (6/5/2017).

Pengalaman, ketika saya masih menempuh pendidikan di bangku kuliah, teman-teman selalu saja ganggu saya dengan pertanyaan; teman, nanti setelah kuliah mau cari kerja di mana? Mendengar itu, saya spontan menjawab; ya, saya kuliah bukan untuk cari kerja tapi saya kuliah untuk mendapat ilmu dan keterampilan, supaya kelak bekerja di lahan sendiri tanpa berharap akan ketidakpastian pemerintah untuk mendapatkan lapangan kerja. Guyonan pertanyaan teman saya ini sebenarnya membahasakan rasa cemas, harapan, dan kerinduan hati akan suatu masa depan yang cerah.

Harapan dan kerinduan Mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng akan lapangan kerja dari pemimpin (gubernur dan wakil gubernur) terpilih 2018 nanti, dan angka tingkat pengangguran bagi tamatan perguruan tinggi berdasarkan berita Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur, serta pertanyaan teman saya, “nanti mau cari kerja di mana setelah kuliah”, menjadi kecemasan bagi para kaum muda yang notabene kini sedang berada di bangku kuliah. Munculnya rasa cemas kaum muda tidak lain adalah matinya kreativitas mengaplikasikan ilmu secara tepat sasar di tengah masyarakat tata dunia. Ini artinya kaum muda Tamatan Perguruan Tinggi tidak memiliki daya kreatif untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain. Kalau hanya bergantung nasib pada pemerintah sampai kapan kita menunggu kreatif pemimpin NTT ini. Pemimpin NTT kurang kreatif dalam menciptakan lapangan kerja bagi rakyatnya. Sampelnya jelas NTT urutan ketiga sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Sekarang sudah saatnya Tamatan Perguruan Tinggi mandiri. Tidak perlu mengharapkan lapangan kerja dari pemimpin. Tenaga kerja terdidik mesti punya kreatif berbekalkan ilmu dan keterampilan kampusnya.

Mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng dan Mahasiswa di kampus-kampus lain yang sedang bergelut dengan ilmu dan keterampilan aplikasinya, jangan larut berharap dari pemimpin baru terpilih nanti untuk sediakan lapangan kerja empuk tapi kaloborasikanlah ilmu di kepalamu dengan dunia nyata yang sedang kita pijak ini.

Bung Karno berujar, “Berikan Aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang Dunia”. Mahasiswa dan Tamatan Perguruan Tinggi (kaum muda) membaca dan membumikan pernyataan Sang Proklamator (Bung Karno) ini secara tepat sasar dalam menghadapi realitas zaman kini maka akan jadi mungkin hadirnya 10 pemuda tamatan Perguruan Tinggi niscaya akan mengguncangkan Dunia. Mengguncangkan dunia bukan berarti harus tadah mulut bagaikan teriakan anak burung di dalam sarang menunggu suapan dari induknya tetapi mengguncangkan dunia artinya berani keluar dari diri sendiri dengan segala kekuatannya  menatap dunia dan membacanya secara kekinian tanpa pasif menunggu dalam ketidakpastian akan berubahnya situasi dunia dan sekitarnya.

Kaum muda STKIP St. Paulus Ruteng butuhkan lapangan kerja dari pemimpin NTT terpilih 2018 mungkin hanyalah aspirasi kerinduan dan harapan akan secerca cerah setelah selesai pendidikan di Perguruan Tinggi. Tamatan perguruan tinggi lain pun punya kerinduan yang sama untuk mendapat lapangan kerja dari pemerintahnya. Hal yang perlu digenggam teguh oleh kaum muda terdidik adalah memiliki keterampilan dan kualitas pribadi yang top. Ilmu dan keterampilan yang ditandai dengan kelulusan (ijazah) menjadi jembatan untuk masuk dunia kerja. Namun untuk memberdayakan keterampilan dan ilmu yang ada menjadi wadah penyedia lapangan kerja bagi diri sendiri jarang ditemukan, mungkin bisa dihitung dengan jari. Artinya Lembaga Perguruan Tinggi belum menyediakan sarana alternatif bagi mahasiswanya untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan kecemasan akan lapangan kerja di dunia kerja.

Kaum muda terdidik jebolan perguruan tinggi bukan hanya menunggu untuk kerja di lapangan kerja yang sudah disiapkan oleh pemerintah tetapi tenaga kerja terdidik harus berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi pencipta lapangan kerja. Setidak-tidaknya bisa menciptakan lapangan kerja untuk diri-sendiri. Kalau mengharapkan pemerintah maka tidak lain kita menjadi hamba  bagi pemerintah bahkan menjadi TKI yang mencari susu dan madu di negeri orang. Tenaga Kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mampu membaca tanda-tanda zaman secara tepat sasar. Selanjutnya menanggapinya juga secara tepat sasar pula. Kaum muda harus bangkit dan mampu keluar dari zona nyaman serta berani bermimpi setinggi langit menggapai masa depan.

Kaum muda mestinya mampu Menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri. Tamatan Kaum muda sebagai agen berkualitas, kaya kreatif berdaya saing, mampu berupaya mengatasi tingkat pengangguran dan mencegah kaum muda meninggalkan kampung halamannya mencari pekerjaan di daerah lain. Janganlah terlalu berharap pada pemimpin tapi tanyakanlah pada kualitas dirimu sendiri. Kaum muda, mari kita belajar dari John F. Kennedy, “Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu”.***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :