Vigonews

Kok Bisa, Uang Nasabah BRI Soa Hilang Jutaan Rupiah di Rekening?



Uang nasabah bobol jutaan rupiah dari rekening -  
BAJAWA, VIGONEWS.COM – Seorang nasabah Bank BRI Unit Soa, marah setelah mengetahui rekeningnya dibobol. Dia merasa tidak nyaman, karena uangnya hilang di rekening bahkan hingga kedua kalinya dalam dua bulan berturut-turut – Mey dan Juni 2018.

Pemilik rekening, Antonia Clara Bhoko, yang juga warga Desa Nginamanu Kecamatan Wolomeze itu menampakan apresiasi kemarahannya ketika datang mengajukan komplin kepada pihak Bank BRI Unit Soa belum lama ini. Kekecewaannya atas tindakan itu diapresiasikan ketika ditanya media, Sabtu (25/06/2018).

Bagaimana Ani – begitu Antonia biasa disapa – tidak kesal, sudah dua kali dalam dua bulan uang di rekeningnya hilang dalam jumlah cukup sigifikan. Hal ini membuat guru di salah satu sekolah di Soa ini gusar dan merasa tidak nyaman. “Kalau simpan uang di bank saja sudah tidak nyaman, nasabah mesti simpan di mana lagi,” tanya Ani dengan nada kesal.

Transaksi gelap itu diketahui Ani dari SMS notifikasi bank BRI yang selalu dikirim ke ponselnya setiap kali ada transaksi. Misalnya saat ada transferan uang dan saat ada transaksi tarik tunai di ATM. Sontak Ani kaget karena merasa tidak pernah ada transaksi, kenapa bisa ada informasi seperti itu. Namun setelah dicek, ternyata uang di rekeningnya berkurang signifikan.

Dijelaskan Ani, pertama terjadi pada tanggal 28 Mey sekitar pkl 14.00 wita dia menerima SMA notifikasi  BRI, isinya transfer dari rekening miliknya sebesar Rp 3.777.800. Mendapat SMS notifikasi seperti itu, Ani kemudian melakukan pengaduan ke pihak bank. Di BRI salah seorang pegawai teler bernama Fani menerima komplin itu dan meminta maaf atas kesalahan penarikan.

“Waktu saya komplin, petugas BRI bilang tidak apa-apa nanti diganti, karena ada kesalahan penarikan yang mestinya atas nama nomor rekening Ibu Antonia Meo, bukan saya. Tapi saya merasa aneh, nomor rekening beda, nama juga beda, lalu salahnya dimana. Lagi pula kalau tidak komplin bagaimana dengan uang saya,” kata Ani.

Setelah komplin itu Ani merasa legah, karena pada tanggal 30 Mey pihak BRI Unit Soa melakukan penyetoran kembali ke rekening miliknya sejumlah penarikan.

Tetapi rupanya rasa nyaman Ani terusik kembali, karena kasus yang sama terjadi lagi atas dirinya. Pada Jumat tanggal 15 Juni 2018, dirinya kembali mendapat SMS notifikasi yang sama yang menerangkan terjadi transfer dari rekening miliknya sebesar Rp 3.777.8000.
 
Notivikasi BRI
Saat itu juga Ani lagi-lagi bergegas menuju ATM BRI untuk mengecek saldo rekeningnya yang ternyata sudah berkurang sejumlah itu. Ani panik karena ini sudah kedua kali terjadi. Sebenarnya apa yang terjadi? Kecurigaannya ada orang dalam yang nakal. Dan pikirnya, kok bisa ini hari libur terjadi transfer. Dia sendiri tidak berhasil menemui petugas BRI karena saat itu sedang libur.

Ani berusaha menghubungi kembali Fani, salah seorang pegawai teler BRI yang dikenalnya untuk minta penjelasan. Namun saat itu Fani sedang berlibur di Ende sehingga tidak bisa melayani. “Dia (Fani-Red) hanya bilang ini sedang libur. Nanti kalau sudah masuk kerja baru diselesaikan,” tutur Ani menirukan Fani.

Setelah dua kali kejadian itu Ani merasa sudah tidak nyaman dengan BRI untuk menabung uang di sana. Ketika dihubungi, pegawainya mengatakan tersalah tarik. “Tapi hari libur juga ditarik. Ini sebenarnya bagaimana. Kita ini awam dengan urusan begitu, penjelasan bukan makin jelas, malah bikin bingung,” papar Ani.

Karena libur, Ani sempat was-was sehingga dia beberapa kali mengecek saldo melalui SMS banking maupun ATM. Namun upaya Ani gagal, karena sejak komplinnya lewat telepon rupanya sistem sudah diblokir. Tak ayal membuat Ani tak tenang. Hingga pada pasca liburan Idul Fitri dirinya menuju BRI.

Sementara Kepala BRI Unit Soa, Tinus Djuang yang dihubungi vigonews.com mengatakan akan segera menyelesaikan setelah masuk kerja pasca liburan idul fitri. “Kemungkinan Ibu Ani ada pinjaman sebelumnya sehingga belum sempat diblokir potongan otomatisnya,” kata Tinus.

Tinus kemudian mengabarkan kalau masalahnya sudah diselesaikan dan uang dari rekening nasabah yang terpotong sudah dikembalikan.

Apa yang dikatakan Tinus dinilai Ani yang datang ke BRI Unit Soa bersama suaminya tidak masuk akal. Karena, pinjamannya sudah dilunaskan sejak bulan Maret tahun lalu, kenapa potongan baru terjadi sekarang. Ia malah mencurigai ada karyawan bank yang nakal. Itu dikuatkan dari pengalaman beberapa nasabah yang sebelumnya juga sering mengalami nasib yang sama.

Kasus ini memang sudah diselesaikan oleh BRI Unit Soa dengan megembalikan uang. Hanya Ani masih merasa janggal, karena pengembalian uang itu dilakukan secara manual tidak lagi melalui sistem sebagaimana alasan salah seorang  staf, Fani bahwa potongan sudah tersistem.

Dia minta BRI Unit Soa agar kasus seperti ini tidak terulang lagi. Jika masih terjadi maka pihaknya akan proses secara hukum. Karena ini jelas-jelas merugikan nasabah. Dan, menurut dia seperti nasabah yang terdahulu hal ini telah meresahkan.

Kasus bobolnya rekening nasabah di BRI Unit Soa sudah sering terjadi. Salah seorang ibu di Waepana Soa yang minta namanya tidak dipublikasikan dengan alasan keamanan, kepada media mengatakan tahun lalu rekeningnya kebobolan lebih dari Rp 2 juta. Menurut dia, uang memang dikembalikan oleh pihak Bank BRI namun kita sempat dibuat resah. Lagi pula transaksi gelap ini untungnya diketahui, kalau tidak maka uang akan hilang terus.(ej)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :