Vigonews

Kapolsek Soa Bantah Aparatnya Telanjangi Hendrik Jehurut

Kapolsek Soa, Ipda (Pol) Aloysius Wio
BATARA, VIGONEWS.COM - Kapolsek Soa, Ipda (Pol) Aloysius Wio membantah aparatnya telah melakukan tindakan sewenang-wenang, menjemput paksa Hendrik Jehurut yang disertai tindakan melucuti pakaian hingga telanjang sebagaimana diberikatakan vigonews.com, Sabtu (02/06/2018)

Sebagaimana dilansir  media online lokal vigonews.com, bahwa dua oknum polisi masing-msing Kamelus Tokan dan Fery Ta’a pada Kamis (31/05/2018) telah melakukan jemput paksa Hendrik Jehurut warga Alowulan, desa Uluwae I, Kecamatan Bajawa Utara (Batara).

Berita terkait:
Kakek Ini Dijeblos ke Tahanan & Ditelanjangi Setelah Dijemput Paksa Oknum Polisi Polsek Soa

Hendrik kemudian dibawa ke Polsek Soa langsung dijebloskan ke tahanan. Tidak sampai disitu, menurut Hendrik Jehurut yang didampingi kuasa hukumnya, Yohanes  Brachmans Ropa Cardoso, SH, dirinya masih diperlakukan secara kasar dengan melucuti pakaian hingga hanya celana kolor.

Namun, Kapolsek Aloysius menanggapi berita menyatakan tidak benar. Sampai dengan saat ini, dirinya sebagai Kapolsek  belum mengetahui adanya tindakan penahanan warga desa Uluwae I di polsek Soa.

Aloysius menegaskan,  tindakan yang diberikan oleh aparat penegak hukum kepada masyarakat adalah sesuai dengan berat ringannya suatu perbuatan di masyarakat. "Kami tidak pernah melakukan tindakan semena-mena apabila masyarakat  tak bersalah" kata Aloysius Wio.

Ditambahkan, bahwa, dalam setiap kesempatan piahknya  selalu mengingtkan anggota agar tugas polisi harus tunduk dan taat pada standar operasional pelayanan dan prosedur tetap (Protap).

Terhadap permasalahan di Alowulan desa Uluwae I Kecamatan Bajawa Utara, senin dari pihak polsek akan melakukan mediasi bersama  Hendrikus Jehurut dan kuasa hukumnya bersama pihak polsek Soa.

Kalau perkembangan nanti, kata Aloysius Wio, anggota kami terbukti secara hukum melakukan kesalahan maka tentunya ada sanksi kode etik sesuai dengan undang-undang kepolisian yang berlaku.

 "Pada prinsipnya dalam pelayanan kami sebagai pengayom pelindung, kami selalu mengedepankan komunikasi dan tindakan humanisme," papar Aloysius.

Aloysius juga secara tegas mengatakan bahwa, aparat kepolisian dalam melaksanakan tugas selalu transparan, akuntabel, independen dan tidak mudah diboncengi oleh pihak manapun. Kalau memang dalam proses penanganan kasus bahwa ada konspirasi itu adalah individu, tetapi bukan secara kelembagaan.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa, polisis secara kelembaagn dalam melaksanakan tugasnya selalu tetap profesional dan independen," kata Aloysius Wio

Sehingga, tambah Aloysius,  terhadap pemberitaan sebelumnya bahwa ada oknum kepolisian yang menahan dan menelanjangi masyarakt adalah masih berupa isu, karena sampai dengan saat ini kapolsek Soa belum menanyakan kepada anggotanya dan sampai dengan saat ini belum mengetahui kejadian tersebut. Dirinya juga mengharapkan agar masyarakat tidak boleh takut kepada pihak kepolisian, karena lembaga kepolisian adalah pelayan masyarakat.

Semantara itu ketua Ampera Ngada Yohanes Donbosko Ponong meminta polisi agar selalu profesional dalam melaksanakan tugas, dan kepada masyarakat agar selalu menghormati proses hukum serta tidak mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan sejauh itu dalam koridor hukum.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :