Vigonews

Agupena Tempat Belajar, Bukan Wadah Penulis Hebat

Pengurus Agupena Ngada dikukuhkan

 BAJAWA, VIGONEWS.COM –  Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Wilayah NTT, Thomas Sogen secara resmi, Selasa (05/06/2018) mengukuhkan pengurus Agupena Cabang Ngada, di SMA Katolik Regina Pacis Bajawa.

Pengurus yang dikukuhkan masing-masing: Ignasius Sabinus Satu (Ketua), Lusia Y. Meme (Wakil Ketua); Bonefasius Zanda (Sekretaris) dan Rufina Makriuna Was Lalu (Bendahara). Bersamaan dengan itu juga dikukuhkan 9 pengurus lain yang membidangi pendidikan dan Latihan;  Dokumentasi dan Publikasi; serta Hubungan Masyarakat.

Berita terkait:
PTK Itu Pekerjaan Guru Sehari-Hari Namun Dihindari Guru

Pengurus Agupena Cabang Ngada dikukuhkan dengan SK Ketua Wilayah Provinsi NTT Nomor 15/AGUPENA NTT/III/2018 tertanggal 24 Maret 2018 tentang pengesahan pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia Cabang Ngada yang berdasarkan undang-undang nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Nomor 23/2003 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang jabtan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Hadir pada kesempatan itu Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada Gregorius Keo Molo, Kepala SMAK Regina Pacis Rinu Romanus dan Petrus E. Y. Ngilo Rato, selaku pembina Agupena Ngada, jajaran pengurus dan sejumlah guru- kabupaten Ngada.

Dalam sambutannya, Thomas Sogen menegaskan Agupena bukan wadah para penulis hebat, tetapi lebih sebagai tempat bagi para guru untuk belajar. “Agupena adalah kumpulan guru-guru yang kebanyakkan mau belajar menulis, bukan kumpulan penulis-penulis hebat,” kata Thomas.

Karena itu, lanjutnya, yang sudah bisa menulis sedapat mungkin berbagi dengan teman-teman lain sehingga pada akhirnya semua guru bisa menulis. Bisa melaksanakan tupoksi guru dengan baik, mengembangkannya dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PD, PIKI). Karya inovatif lebih cendrung pada eksplorasi diri, ekspresi jiwa dan batin  tetapi bisa menambah pundi-pundi baik duit maupun angka kredit.

“Agupena ini sudah dibangun dengan susah payah. Coba tanya pak ketua bagaimana dia menghimpun teman-teman ketika awal hendak membentuk cabang di sini. Karena itu terus jaga kekerabatan dan keharmonisan antara anggota sehingga tidak ada yang terceraiberaikan. Yang sudah terkumpul semoga tetap menjadi satu sampai kapanpun. Di Agupena ini semua anggota sama sebagai anggota,” jelas Thomas.

Thomas berharap pada pengurus, agar progam kerja sedapat mungkin menyentuh kebutuhan dasar guru yakni bagaimana menghasilkan karya tulis yang berhubungan dengan tupoksi guru. PTK, artikel ilmiah dan artikel ilmiah populer. “Carikan cara agar guru bisa memahami cara merencanakan PTK, melakukan penelitian dan menuliskannya dalam bentuk laporan kemudian disadur ke dalam bentuk artikel ilmiah untuk jurnal atau tulisan ilmiah populer. Khusus hal terakhir saya salut karena sudah ada semacam kerja sama dengan media lokal yang ada,” urai Thomas.
 
Dari kiri: Jehni Rato, Thomas Sogen, Gregorius Keo Molo dan Rinu Romanus
Meningkatkan Kualitas Guru

Sementara, Kadis Pendidikan Ngada Vinsensius Milo, melalui Sekertaris Dinas Pendidikan Gregorius Keo Molo mengatakan bahwa, Dinas Pendidikan kabupaten Ngada sangat mengapresiasi langkah-langkah guru-guru muda Ngada dalam merespon mandat dari pengurus Agupena Wilayah NTT.

Goris menghimbau pengurus yang baru dibentuk ini mulai menyusun program kegiatan kemudian disinergikan dengan program Dinas Pendidikan demi penguatan pendidik dan tenaga kependidikan kabupaten Ngada. Goris menjanjikan bahwa Dinas Pendidikan Ngada akan terus memantau dan membantu Agupena dalam hal menghubungi pihak-pihak yang bisa mendukung program-program Agupena demi kemajuan pendidikan Ngada.

Sementara itu Ketua Agupena Cabang Ngada Ignasius Sabinus Satu dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Agupena ini sebagai wadah para guru untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru-guru. Kehadiran Agupena membantu kemajuan pendidikan di Kabupaten Ngada.

Adanya Agupena, diharapkan suatu saat guru-guru Ngada mengahsilkan karya misalnya melalukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memperbaiki proses pendidikan yang salah lalu dibuat dalam Laporan PTK, Jurnal Pendidkan, Buku Ilmiah, Antologi Puisi, Antologi Cerpen dan Karya-karya lain yang berkaitan dengan guru untuk perkembangan dan kemajuan pendidikan di Ngada ini. dan Agupena menjadi motor gerakan literasi guru-guru Ngada. Sebagai program awal, Agupena Ngada akan mengelar kegiatan Work Shop kepenulisan PTK bagi guru-guru Ngada. (ch)***

Pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Ngada Periode 2018 -2021:

Dewan Penasehat :           
1. Kepala Dinas Pendidikan     Kabupaten Ngada
 2. Romo Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada.

Dewan Pembina :     
 1. Romanus Rinu
 2. Petrus E. Y. Ngilo Rato
 3. Romo Nani Songkares

Ketua                    :Ignasius Sabinus Satu.
Wakil Ketua          :Lusia Y. Meme.
Sekertaris             :Bonefasius Zanda.
Wakil Sekertaris   :Flavianus Rato.
Bendahara           : Rufina Makriuna Was Lalu.

Seksi-seksi:
Pendidikan dan Pelatihan:
1.Laurensius Gili
2.Jayanto Ago Loke

Dokumentasi dan Publikasi:
1.Edmundus Kadju
2.Yohanes Vianey Manek
3.Leonardus Wou

 Hubungan Masyarakat:
1.Emanuel Loke Dhiu
2.Hendrikus Agustinus Wou

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :