Vigonews

Wawancara Ketua Komisi Komsos KAE, RD.Yohanes B.A Kotten, Pr Pada Hari Komunikasi Sedunia 2018



JEREBUU, VIGONEWS.COM - Hari Komunikasi sedunia pada Minggu (13/05/2018) baru-baru ini menjadi momen bersahaja bagi para pegiat Komsos dari berbagai Paroki di Keuskupan Agung Ende (KAE). Kegiatan berlangsung 12 – 13 Mey 2018  itu menjadi ajang mempererat persaudaraan, saling membagi pengalaman, dan mensinergiskan kekuatan dalam membawa pesan kebenaran melalui wadah Komsos di tengah-tengah dunia.

Terkait dengan perayaan itu, Pemimpin Redaksi vigonews.com, Emanuel Djomba yang menyertai kegiatan itu berkesempatan mewawancarai Ketua Komisi Komsos Keuskupan Agung Ende (KAE), RD. Yohanes B.A Kotten, Pr. Berikut petikan wawancara.

VN: Apa pesan hari komunikasi sedunia ke-52 untuk Gereja sejagat?
RD: Mengingat dampak perpecahan yang disebabkan oleh berita palsu, Paus Fransiskus menekankan pentingnya menyampaikan pesan kebenaran sebagaina diamanatkan dalam Injil Yohanes 8:32: “Kebenaran akan memerdekakan kamu.” Paus Fransiskus secara istimewa melihat situasi terkini. Paus prihatin merebaknya berita palsu (hoax) dan mengajak kita agar kembali kepada kebenaran, dengan fokus pada jurnalisme perdamaian. Dan kita yang bergerak di bidang komunikasi sosial diajak untuk membantu mempromosikan jurnalisme profesional yang selalu mencari kebenaran, membawa damai dan kasih.

VN: Bagaimana tanggapan  terhadap peristiwa teror bom berbagai tempat di Negara kita dari perspektif perayaan ini?
RD: Ini keadaan yang sangat mengenaskan ‘menghancurkan’ apa yang diperjuangkan berbagai elemen hari-hari ini dalam melawan kekerasan yang salah satunya disebabkan berita palsu. Saya mendengarnya seperti tersedak dan terharu karena korban jiwa berjatuhan. Karena itu kita butuh pejuang-pejuang yang cinta damai seperti salah seorang pria yang harus menghadang pelaku teror. Tetapi bisa kita lakukan lewat banyak cara, termasuk terus mendengungkan berita tentang kebenaran.

VN: Tantangan apa yang dihadapi Komsos?
RD: Peristiwa ini memang menjadi tantangan para pejuang dan pencinta perdamaian. Merebaknya berita palsu akan terus memicu suasana kacau. Artinya kerja kita belum selesai, masih banyak hal yang harus diperjuangkan untuk bangsa ini. Menjaga perdamaian dan kerukungan bangsa kita, tidak hanya bicara saja, tetapi juga lewat cara-cara yang menyentuh bagian terdalam nurani.

VN: Bagaimana Komsos KAE menyikapi pesan Paus?
RD: Melihat kondisi KAE terutama dalam bidang Komsos, kita perlu terus bergiat menabur benih kebaikan melalui media komunikasi. Karena itu kita rangkul para pegiat Komsos dari paroki-paroki untuk bersama berpikir, dan melakukan langkah-langkah nyata yang bisa membantu semua kalangan dalam Gereja dalam mewartakan kebenaran. Baik paroki yang sudah lebih maju, maupun yang belum, kita sama-sama bersinergis, sehingga kesulitan bisa diatasi. Itu sebabnya kita perlu sama-sama bersehati, berkumpul dalam komunitas, mau rela hati, mau berkorban – baik kalangan professional maupun relawan – sama-sama membangun kekuatan.

VN: Bagaimana peran Komsos di paroki?
RD: Ada yang sudah baik, tetapi ada yang masih harus dibenahi, ditingkatkan kapasitasnya. Terkait dengan fasilitas pewartaan untuk video jurnalistik, masih banyak paroki yang belum punya fasilitas yang baik, ada juga yang masih sangat terbatas. Saya yakin kalau kita bersama bersinergis kita pasti bisa.

VN: Harapan untuk Komsos di Paroki?
RD: Saya mengharapkan kegiatan penguatan berupa pelatihan video jurnalistik yang sudah dilakukan nanti  ada keberlanjutan, mulai bersinergis dengan paroki-paroki di masing-masing TPAPT (Tim Pastoral Antar Paroki Tetangga). Ini sudah kita mulai pada pertemuan pertama di Paroki Komandaru (Ende), belanjut dengan pelatihan di Aimere. Untuk memerkuat lagi jalinan maka ada rapat pleno di Jerebu’u. Tahun ini dan tahun depan ada langkah praktis yang bisa dikerjakan lebih ke bawah di tingkat TPAPT. Dari sana kita berharap Komsos akan memainkan peran secara maksimal.

VN: Seperti apa kehadiran Komsos di Paroki?
RD: Menurut saya, kehadiran Komsos menjadi pintu masuk yang baik, dimana peran Komsos untuk membangun suasana  dan cara pandang  di komunitas-komunitas iman. Kita juga apresiasi karena para pastor paroki memberi ruang untuk menata terutama kehidupan iman umat dari liturgy sampai kegiatan lainnya dalam kehidupan umat sehari-hari. Diharapkan apa yang sudah kita mulai ini melalui pelatihan video jurnalistik memberi manfaat sebagai sarana katekese umat dengan cara baru. Ruang ini yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kebenaran guna melawan berita palsu. Pasti kita bisa.

VN: Keiatan ini juga diisi dengan road show ke sejumlah obyek wisata budaya. Apa yang mau disampaikan?
RD: Wilayah Paroki Jerebuu ke depan sangat strategis karena di wilayah ini kaya akan budaya dan kearifan lokal serta peninggalan kebudayaan megalit seperti kampung tradisional. Sebagai obyek kunjungan wisatawan ke depan tentu saja tidak hanya pengaruh baik yang masuk, tetapi juga ada yang tidak baik. Para pelaku komunikasi perlu memahami hal ini, dan perlu antisipasi terhadap pengaruh yang tidak baik terhadap iman umat. Kerja jurnalistik melalui pembuatan video selain untuk mendukung program katekese umat, juga bisa menjadi sarana promosi wisata Jerebuu ke dunia luar.***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :