Vigonews

SMAK Regina Pacis Bajawa 10 Besar UNBK di NTT, Ini ‘Keresahan’ Kepsek Rinu Romanus



 
Kepala SMAK Regina Pacis Rinu Romanus mengumumkan hasil UNBK 2018 di sekolah itu. -  
BAJAWA, VIGONEWS.COM - SMA Katolik Regina Pacis Bajawa berjaya di 10 Besar UNBK tingkat provinsi NTT tahun 2017/2018. Hasil UNBK diumumkan serentak di masing sekolah, Kamis (03/05/2018). Di SMAK Regina Pacis pengumuman hasil UNBK disampaikan Kepala Sekolah Rinu Romanus.

Daftar perangkingan perolehan nilai untuk 10 besar sekolah di NTT, juga beredar di media sosial, setelah pengumuman resmi di masing-masing sekolah. Hasil UN itu sendiri diterima dari UPTD Ende ke masing-masing sekolah – termasuk SMAK Regina Paacis – sebagai  perpanjangan tangan Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Di SMAK Regina Pacis pengumuman hasil UNBK disambut gembira para siswa yang juga berhasil meluluskan 100 persen. Berjaya di level 10 besar  NTT membawa sukacita tersendiri bagi civitas sekolah ini, lebih dari sekedar  predikat 100 persen. Prestasi ini ditorehkan untuk kedua kali sejak sekolah ini menggelar UNBK mulai tahun pelajaran 2016/2017 lalu.

Untuk kelas IPA, Regina Pacis berada di urutan keenam  dengan rata-rata nilai 60,43 dari 71 siswa. Tahun sebelumnya dengan rata-rata nilai 57,99. Tahun ini SMAK Regina Pacis berada di bawah  SMAK St. Fransiskus Ruteng dengan rata-rata nilai 61,07 dari 63 siswa.

Untuk diketahui, urutan pertama kelas IPA diraih SMA Seminari Pius XII dengan nilai rata-rata 74, 21 dari 11 siswa. Menyusul urutan kedua SMA Seminari  St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko dengan rata-rata nilai 66,36 dari 24 siswa. Urutan ketiga SMA Kristen 2 Kupang dengan rata-rata nilai 61,9 dari 51 siswa, urutan keempat SMAK Suria Atambua dengan rata-rata nilai 51,3.

Sementara di kelas IPS, SMAK Regina Pacis Bajawa berada pada urutan kesembilan dengan rata-rata nilai 53,27 dari 248 siswa, setelah SMAN 1 Ileape pada urutan delapan. Sedangkan SMA Seminari Pius XII tetap berada pada posisi teratas di kelas IPS dengan rata-rata nilai 77,1 dari 20 siswa. SMA Seminari  St. Yohanes Berhmans Todabelu Mataloko pada kelas IPS berada pada posisi kedua dengan rata-rata nilai 68,27 dari 44 siswa.

Menurut Rinu Romanus, meski Recis berada pada peringkat enam IPA – atau satu tingkat di bawahnya dibanding tahun lalu, namun dari sisi nilai mengalami peningkatan dari 57,99 menjadi 60,43 pada tahun pelajaran 2017/2018. Itu pun karena jumlah siswa pada kelas ini lebih banyak dari sekolah lainnya, misalnya SMA Pius XII yang jumlah siswanya hanya 11 orang, SMA Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu 24 siswa, SMA Kristen 2 Kupang 51 siswa, SMAK Suria Atambua 50 siswa, dan SMAK St Fransiskus Ruteng 63 siswa. Sedangkan SMAK Regina Pacis berjumlah 71 siswa.

Demikian di kelas IPS, Regina Pacis meski berada di urutan Sembilan, namun jumlah siswa terbanyak dari sembilan SMA lainnya yang masuk 10 besar, dengan jumlah siswa 248 orang. Ini jumlah terbanyak. Sementara Seminari Pius XII Kisol di kelas IPS hanya 20 siswa. Sehingga tahun ini rata-rata nilai UNBK Recis  53,27 dibanding tahun sebelumnya 53,70.

Nilai rata-rata  kelas IPA untuk mata pelajaran bahasa Indonesia 77,38 dengan nilai tertinggi 92,0 atas nama Sisilia Cindy Claudia Meta dan Sergius Oktavianus Lusiano. Sedangkan rata-rata nilai bahasa Inggris di kelas ini 61,94 dengan nilai tertinggi 86,0 atas nama Priscilla Melany Tina Raga;  rata-rata Matematika di kelas ini 41,44;  Fisika 44,54;  Kimia 47,5 dan biologi 67,45 dengan nilai tertinggi 90 atas nama Klaudia Anastasia Deda dan Maria Veronika Mogi.

Sementara rata-rata nilai di kelas IPS untuk mata pelajaran bahasa Indonesia 70,54 dengan  nilai tertinggi 90 atas nama Theresia Rosadalima Enggelin. Selanjutnya pada mata pelajaran bahasa Inggris dengan rata-rata nilai di kelas ini 40,98; matematika 43, 01; ekonomi 54,75; Sosiologi 62,05 dengan nilai tertinggi 84 atas nama Juan Dela Salle Dawekadju dan Yohanes Mahendra Siga; geografi 75,66 dengan nilai tertinggi 80,0 atas nama Yohanes Carolus Manu dan Maria Fransiska K. Rakas.

Rata-rata UNBK tahun 2018 untuk kelas IPA 59,73 dan IPS 52,90. Dibanding tahun 2017 mengalami peningkatan untuk kelas IPA 57,99 dan kelas IPS 53,70. Maka kalau digabungkan kelas  IPA dan IPS, maka rata-rata nilai UNBK tahun  2018  56,31, atau meningkat dibanding rata-rata nilai UNBK pada tahun 2017 yakni 55,84. Untuk rata-rata minimal nasional untuk predikat cukup  55,00
 
Sujud syukur usai pengumuman UNBK
Sujud Syukur

Meraih prestasi UNBK 10 besar, segenap civitas sekolah ini bersujud syukur. Kepala Sekolah Rinu Romanus menjawab vigonews.com, Kamis (03/05/2018) mennyatakan syukur atas prestasi yang diraih Recis sebagai anugerah berlimpah dari Tuhan.

“Kami mensyukuri atas prestasi yang luar biasa ini. Semuanya karena campur tangan dari Tuhan kepada sekolah ini. Karena segala sesuatu berasal dari penyelenggaraan Tuhan, melalui kekuatan doa dan kerja keras,” ujar Romanus.

Dikatakan Romanus, tugasnya sebagai kepala sekolah memberi motivasi, didukung kerja keras para guru serta  semua komponen di sekolah ini sehingga mengantarkan Recis meraih prestasi ini. Semangat guru bekerja keras dan tidak pernah lelah berjuang mencapai yang terbaik bagi anak-anak.

Selain itu, kata dia semangat para siswa untuk belajar menunjukkan hasilnya. Siswa selalu bersemangat, kreatif, inovatif  guna menemukan kiat dan strategis untuk belajar. Siswa selalu dalam keadaan siap untuk berkompetisi pada even manapun. Dan itu menjadi bentuk latihan-latihan hingga mereka menghadapi kompetisi pada UNBK yang dinilai tidak mudah dan semakin sulit dari tahun ke tahun.

Siswa Recis, kata Romanus, melalui berbagai kegiatan di sekolah maupun luar sekolah selalu berada dalam kultur kompetisi dan siap bersaing secara sehat. Kultur ini yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan karena membuat siswa selalu berada dalam kondisi siap sedia bersaing.

Hal ini, tambah Romanus, menjadi ajang latihan bagi siswa bila kelak terjun ke masyarakat selalu siap untuk bersaing. Karena, sukses adalah milik orang-orang yang menang dalam persaingan. Ke depan hanya orang-orang yang siap bersaing yang bisa surfive.
 
Rinu Romanus, kepala sekolah yang selalu 'resah'
Selalu ‘Resah’

Meski Berjaya di 10 besar, Romanus mengingatkan civitas sekolah itu agar terus meningkatkan daya saing karena tantangan ke depan akan semakin berat. “Jangan merasa nyaman dengan prestasi yang sudah dicapai. Jangan merasa berada di zona nyaman, karena situasi itu hanya akan membuat kita lengah.

Dia mengatakan hal itu karena semua sekolah berada pada kompetisi. Lihat saja tahun ini beberapa sekolah mengalami kenaikan peringkat. “Ini menunjukkan bahwa kompetitor tidak pernah diam dan karenanya kita tidak boleh merasa aman-aman saja di posisi sekarang,” tambah Romanus.

Romanus mengungkapkan, bahwa menghadapi kompetisi harus selalu ‘resah’. Keresahan dalam makna positif dimana akan mendorong untuk terus mencari kiat-kiat dan strategi menghadapi kompetisi di masa-masa mendatang. “Dalam hal ini kita mesti selalu resah. Dari situ kita terus berkreasi menemukan strategi meningkatkan prestasi,” katanya.
 
Recis raih peringkat 10 besar UNBK di NTT
Kata para siswa

Beberapa siswa ketika diwawancarai menyampaikan kesan-kesan mereka, di antaranya Juan Dela Salle Dawekadju yang meraih nilai tertinggi sosiologi (84). “Saya bangga dan juga heran karena bentuk soal banyak analisis tapi syukur bisa kerja. Dan bangga dengan guru Recis,” kata Juan yang berharap Recis lebih maju ke depan.

Demikian juga dengan Yohanes Mahendra Siga yang memperoleh nilai sosiologi (8). “Saya tergolong siswa sedikit  bandel, malas tahu tapi karena keseriusan belajar akhirnya bisa mencapai hasil yang baik,” katanya.

Faustin Soro, meski banyak mengikuti kegiatan ekskul tetapi lulus dengan sangat memuaskan. Dia salah satu solo vokal Recis yang pernah ikut FLS2N mewakili Kabupaten Ngada di kupang. Meski seabrek aktivitas namun hasil UNBK sangat bagus. Ini mau menegaskan bahwa banyaknya ekskul akan membuat dirinya lebih kreatif, semakin termotivasi untuk lebih giat belajar dimana saja berada. “Saya senang karena yang berprestasi banyak dari siswa yang memiliki banyak ekskul dan tips saya sukses adalah berdoa, belajar, bekerja, mencintai diri, dengar nasihat orang tua, guru dan sesama, urai Faustin.

Sementara, Alfons Berto Turu, salah seorang siswa yang berprestasi bidang studi fisika dalam UNBK 2018, juga termasuk siswa yang banyak bergelut dengan kegiatan ekskul. Dia menjadi duta anak ke tingkat nasional, debat bahasa Indonesia di tingkat nasional dan debat bahasa Inggris di UI. Alfons juga menjadi duta kopi Ngada dan banyak prestasi lainnya.

Fisika salah satu mapel yang sulit, tapi justru Berto berprestasi di mapel yang sulit itu. Menurut dia, kunci untuk bisa semuanya karena setiap rumus ada hubungan. Dia selalu bersemangat dan pantang menyerah, berelasi dengan siapa saja, bertanya kepada siapa saja dan itulah yang dilakukan selama sekolah dan akan diteruskannya di jenjang berikutnya.

Kaludia Anastasia Deda adalah siswi yang meraih nilai tertinggi mata pelajaran Biologi (90). Sosok ini dikenal banyak mengikuti ekskul, tapi akhirnya bisa mengukir prestasi dan dia menjadi anak Recis pertama yang lolos ke UI.  Tips suksesnya adalah berdoa, pantang menyerah, hoby membaca kapan saja dan pandai beranalisis. 

Guru pengampu mata pelajaran Biologi, Caecilia mengatakan, kecakapan seorang anak tidak lepas dari adanya evaluasi dan perencanaan yang terus menerus dan memiliki mental pejuang, sabar dan tidak cepat menyerah. Guru harus senantiasa memberi motivasi kepada anak dan terus berproses bersama anak tanpa kenal lelah.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :