Vigonews

Penemu PHBS Terintegrasi dari Ngada Diundang Bicara di Kabupaten Fakfak

Penemu PHBS Terintgrasi Palinus Dopo diundang bicara di Papua --  

BAJAWA, VIGONEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak belum lama ini mengundang Analis Promosi Kesehatan (Promkes) Kabupaten Ngada, Paulinus Timotius Dopo sebagai narasumber. Itu kabupaten ini Paulinus menjadi narasumber workshop PHBS terintegrasi.

Magister hukum kesehatan yang juga adalah analis promkes Ngada ini, melalui telepon selulernya menjawab vigonews.com  mengatakan, bahwa sejak tanggal 21-24 mei 2018, dirinya berada di kabupaten Fakfak sebagai narasumber dalam kegiatan workshop PHBS terintegrasi bagi dinas kesehatan dan puskesmas sekabupaten Fakfak.

Menurut Linus demikian dirinya biasa disapa, workshop PHBS terintegrasi ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Fakf ak Gondo Suprapto,S.KM. Dalam sambutan Kepala dinas Kesehatan Fakfak menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Ngada,  provinsi NTT yang sudah mengutus penemu gagasan PHBS terintegrasi bapak Linus Timoteus Dopo.

"Bapak Kadis Dinkes Fakfak menyampaaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Ngada dan Provinsi NTT yang sudah memperkenalkan saya sebagai narasumber dalam kegiatan PHBS terintegrasi,"  tutur Linus Dopo.

Pada kesempatan itu, Kadis Kesehatan kabupaten Fakfak Gondo Suprapto, S.KM meminta kepada peserta untuk bisa mengikuti kegiatan workshop itu secara lebih serius  selama tiga hari mulai dari awal hingga akhir. Dia juga meminta kepada peserta agar jika ada hal-hal yang belum dipahami atau belum tahu silakan untuk meminta penjelasan dari bapak Linus Dopo sebagai narasumber. Karena narasumber yang hadir pada saat ini adalah orang yang menemukan gagasan PHBS terintegrasi.

"Kita di Fakfak mesti berbangga karena yang hadir sebagai narasumber pada kesempatan ini adalah orang yang menemukan ide PHBS terintegrasi," Gondo Suprapto sebagaimana disampaikan Linus.

Dikatakan Paulinus,  materi-materi yang disampaikan selama 3 (tiga) hari yaitu: konsep teori, tekhnik wawancara, tekhnik pengisian format, aplikasi, dan materi penggunaan dana desa bidang kesehatan. Hari kedua, praktik pengkajian PHBS terintegrasi di masyarakat, dan sampai mengentri data-data. Dan hari ketiga praktik musyawarah kesehatan desa (MKD).

Sala seorang bidan,  Karisma L.Saragih yang hadir sebagai peserta pada saat itu mengatakan, dirinya tertarik dengan materi PHBS terintegrasi. Makanya dirinya hadir tanpa dibayar tapi mengikuti workshop tersebut secara sukarela. Menurutnya, PHBS sangat membantu menyiapkan data sebagai dasar bagi intervensi kesehatan masyarakat oleh puskesmas. PHBS ini sangat membantu petugas kesehatan dalam menyiapkan data. Data tersebut menjadi pijakan dalam intervensi kesehatan masyarakat.

Akhir dari kegiatan tersebut, Paulinus  Dopo menyerahkan cinderamata kabupaten Ngada berupa tas (lega) yang dibuat dari anyaman khas Bajawa, dan bubuk kopi Arabika Flores Bajawa (AFB). (DBP)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :