Vigonews

Pendidikan Kita Belum Memuaskan, Kata Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa Pada Workshop Action Research


Workshop Nasional bertajuk Action Researc digelar di STKIP Citra Bakti Ngada -  
MALANUZA, VIGONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ngada memberi apresiasi kepada STKIP Citra Bakti, Malanuza, Ngada yang terus melakukan inovasi untuk ikut memajukan pendidikan di daerah ini. Demikian dikemukakan Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa dalam sambutannya yang disampaikan Asisten 1 Setda Ngada Emanuel Dopo ketika membuka Workhshop Nasional dengan tema Action Research: Current Issues and Trends berlangsung, Jumat (18/05/2018) di kampus Citra Bakti.

Dalam kegiatan Workhshop diikuti yang diikuti mahasiswa dan para dosen di lingkup STKIP Citra Bakti dan sejumlah guru, itu Paulus Soliwoa mengataka bahwa kondisi pendidikan di Ngada, masih belum memuaskan, sehingga membutuhkan campur tangan semua stake holder di bidang pendidikan, salah satu stake holder adalah STKIP Citra Bakti.

Berita terkait:
STKIP Citra Bakti Jadi Sentra Layanan UT

Kegiatan hari ini, Kata Paulus Soliwoa menunjukkan, bahwa STKIP Citra Bakti terus mengembangkan kualitas pendidikan di daerah ini, baik pengembangkan kompetensi para dosen, mahasiswa dan para guru seperti workshop ini

Terkait dengan workshop bertema Action Research, Paulus Soliwoa mengatakan,  penelitian tindakan merupakan model penelitian yang muncul ditempat kerja, tempat dimana peneliti melakukan pekerjaan sehari-hari. Dan dalam dunia pendidikan, kelas merupakan tempat penelitian bagi guru dan sekolah menjadi tempat penelitian bagi kepala sekolah.
Eman Dopo
 Penelitian tindakan kelas pada hakekatnya berfokus pada proses belajar mengajar yang terjadi dikelas dengan tujuan memperbaiki mutu pelaksanaan pembelajaran dikelas. Melalui kegiatan penelitian tindakan kelas, guru atau tenaga pendidik, melakukan identifikasi masalah yang terkait dengan proses pembelajaran, mencari akar persoalan, mencari solusi yang bisa meningkatkan kualitas metode pembelajaran serta meningkatkan kreativitas siswa dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, melalui kegiatan penelitian tindakan kelas, akan lahir proses interaktif dan partisipatif dalam kegiatan belajar mengajar.

Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan,  atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ngada, memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Lembaga STKIP Citra Bhakti yang menggelar workshop tentang penelitian tindakan kelas bagi para guru dan mahasiswa. Workshop ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada para peserta lebih khususnya para guru, mahasiswa bahkan juga masyarakat umum tentang pentingnya penerapan sebuah metode penelitian dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sehubungan dengan kegiatan ini, Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan dengan telah ditetapkan dan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menjadi bukti pengakuan terhadap profesionalitas pekerjaan Guru dan Dosen. Untuk itu, Guru dan Dosen tidak hanya bekerja seperti era sebelumnnya, melainkan harus menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi.
 
Eman Dopo & Wilfridus Muga diapiti dua narasumber dari Universitas Pendidikan Ganesa
Dewasa ini pun, guru dituntut untuk mampu meneliti di kelasnya sendiri dengan tujuan memperbaiki kualitas pembelajarannya, sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal. Melalui workshop ini, diharapkan dapat muncul motivasi dalam diri para peserta, khususnya para guru untuk melakukan penelitian dalam menggali dan mengembangkan potensi siswa yang ada di kelasnya. Dengan mengetahui potensi siswa, para guru akan semakin dekat dengan siswanya dan terjadilah proses interaktif diantara keduanya.

Dikatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ngada Tahun 2016-2021, sektor pendidikan termuat dalam misi keempat yakni mendorong pengembangan kualitas pendidikan masyarakat dan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, kreatif, inovatif, produktif serta memiliki budi pekerti dan etos kerja yang tinggi.

Melalui misi tersebut, Pemerintah ingin mewujudkan pendidikan yang merata, terjangkau dan unggul dalam mendukung terwujudnya pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya tuntas wajib belajar pendidikan dasar, meningkatnya kualitas siswa dan tenaga pendidik dan meningkatnya jumlah penduduk berijazah sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Adapun arah kebijakan yang ditempuh, kata Plt. Bupati Soliwoa,  yakni Penuntasan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun, Pemberian Bantuan Operasional Pendidikan (BOSDIK) mulai dari tingkat PAUD sampai SMA, Pengembangan standar pelayanan pendidikan yang mengacu pada standar nasional, pengembangan kurikulum serta kualitas materi dan metode pembelajaran; peningkatan kemitraan dengan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, dan pemberian bantuan beasiswa bagi mahasiswa.

Sementara, dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan  adalah melalui pelaksanaan sertifikasi pendidik, pelaksanaan uji kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, pelatihan bagi pendidik untuk memenuhi standar kompetensi, pengembangan sistem pendataan dan pemetaan tenaga pendidik/kependidikan dan monitoring, evaluasi dan pelaporan. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi guru yang mengemban tugas mulia dalam mendidik anak bangsa.
 
Peserta Workshop
Pada kesempatan itu Plt. Bupati Paulus Soliwoa  juga menggambarkan bahwa angka Rata-rata lama sekolah. Lamanya bersekolah merupakan ukuran akumulasi investasi pendidikan individu. Angaka rata-rata lama sekolah di Ngada hingga tahun 2016 adalah sebesar 7,61 tahun. Berarti rata-rata lama sekolah di Kabupaten Ngada setara dengan kelas 1 SLTP.

Sementara angka Partisipasi Murni adalah prosentase jumlah anak pada kelompok usia tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya. Partisipasi murni digunakan untuk mengukur proporsi anak yang bersekolah tepat waktu pada tingkat pendidikan dasar. Angka Partisipasi Murni di Kabupaten Ngada dari tahun 2017 ditingkat SD sebesar 92,84% atau masih ada 7,16% penduduk berusia 7-12 tahun yang belum bersekolah SD; ditingkat SLTP sebesar 71,80% berarti ada 28,20% penduduk berusia 13-15 yang belum bersekolah di SLTP.

Jumlah dan kualifikasi guru dapat digambarkan sebagai berikut. Jumlah SD di Kabupaten Ngada sebanyak 172 sekolah dengan rincian SD swasta 61 buah dan Negeri 111 buah. Untuk tingkat SMP total 60 sekolah dengan dengan rincian swasta 12 buah dan negeri 48 buah. Jumlah guru untuk SD dan SMP baik PNS maupun non PNS sebanyak 2.168 orang. Dari total tersebut, yang sudah tersertifikasi berjumlah 957 orang atau sekitar 44 %, sementara sisanya masih belum bersertifikasi.

Dari aspek kualitas kelulusan, kata Paulus Soliwoa, siswa jenjang SD untuk tahun ajaran 2016/2017, terlihat bahwa rata-rata nilai untuk 3 mata pelajaran ujian nasional sebesar 69,98, sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun ajaran sebelumnya sebesar 76,17. Sementara untuk tingkat SMP dengan rata-rata 45,92 sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnnya sebesar 45,50. Dari tampilan data kualitas tenaga pendidikan dan kualitas kelulusan siswa, terlihat bahwa capaian tersebut belum maksimal, sehingga dibutuhkan upaya yang lebih terencana dan terarah untuk meningkatkan kualitas tersebut.

Sampai tahun 2017, sekitar 42,21% penduduk usia 12 tahun keatas hanya memiliki ijasah SD. 17,13% memiliki ijasah SLTP dan 18,18% memiliki ijasah SLTA, sedangkan penduduk yang memiliki ijasah pendidikan tinggi hanya 6,11%.

Dari gambaran ini, menunjukan bahwa kondisi pendidikan di daerah kita, masih belum memuaskan, yang membutuhkan campur tangan semua stake holder di bidang pendidikan.

Di bagian lain, Paulus Soliwoa mengungkapkan, bahwa dalam pembangunan, peran perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Namun demikian, proses pendidikan sering hanya diberikan di kelas, atau dikembangkan di laboratorium dalam bentuk praktikum. Belum banyak upaya untuk melakukan pendidikan bagi mahasiswa dengan terjun langsung ke masyarakat untuk membantu memecahkan masalah dengan ilmu yang dimilikinya.

Kegiatan penelitianpun lebih banyak dilakukan sebagai riset dasar yang lebih berorientasi menjawab masalah-masalah teoritis dengan model hipotesis. Oleh karena itu, metode Action Research hendaknya dapat dikembangkan sebagai salah satu metode penelitian yang aplikatif, praktis, dan integratif yang mestinya dapat dikembangkan dan diimplementasikan oleh perguruan tinggi. Hal ini dilakukan dalam rangka mengatasi masalah nyata yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, keberadaan perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi pusat ilmu pengetahuan, namun dapat berkontribusi nyata dan dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.(ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :