Vigonews

Pendaftaran Hari Pertama di SMAK Regina Pacis, Casis Ngantri Sejak Dini Hari



Para calon siswa baru mendaftar di SMAK Regina pacis, meski harus ngantri sejak dini hari. -  

BAJAWA, VIGONEWS.COM – Ratusan calon siswa (Casis) baru menyerbu SMA Katolik Regina Pacis, pada pendaftaran hari pertama yang mulai buka, Senin (30/04/2018). Mereka bahkan sudah berdatangan di sekolah itu sejak pkl 00.00 dini hari. Padahal pendaftaran baru akan dibuka pada pkl. 07.30 hari itu.

Pendaftaran hanya tiga hari saja. Rabu, (02/05/2018) menjadi waktu terakhir para calon siswa untuk menempatkan diri sebagai calon siswa di sekolah yang punya seabrek kegiatan ekstrakurikuler dan padat kegiatan pengembangan diri itu.

Calon siswa dari berbagai sekolah berburu cepat mendaftar di sekolah dengan warna seragam khas putih-kuning itu. Mereka datang dari berbagai sekolah di kabupaten Ngada, bahkan ada juga yang datang dari Kupang, Ende, Nageko dan Manggarai Timur.

Entah akan berjumlah berapa banyak yang bersesak-sesak selama waktu pendaftaran tiga hari. Karena menurut Kepala Sekolah Rinu Romanus ketika dihubungi vigonews.com, Selasa (30/04/2018) malam, kuota siswa yang diterima tahun ajaran 2018/2019 hanya sekitar 400 calon siswa.

Pendaftaran selama tiga hari diperkirakan mencapai hampir 1.000 calon siswa. Karena hari pertama saja yang mendaftar sudah 356 orang. Untuk pendaftar dengan nomor 1-80 bebas dari tes. Sedangkan nomor selanjutkan harus mengikuti seleksi oleh panitia seleksi sekolah itu.

Terobsesi Masuk Regina Pacis

Jika siswa sudah berjubel sejak dini hari pada waktu mendaftar, sebagian besar karena keinginan masuk di sekolah itu dan kalau bisa tanpa tes. Sementara yang tidak mendapat nomor urut 1-80 tetap bertekad masuk meski melalui mekanisme tes di antaranya adu bakat dan kemampuan – namun para calon mengatakan siap menghadapi itu semua.

Salah seorang calon siswa asal sekolah SMPN 1 Bajawa, Katarina Lenita Tau, sudah ngantri di sekolah itu untuk mendaftar sejak pkl. 02.00 wita pada hari Senin – hari pertama pendaftaran. Dia mengatakan rela datang lebih awal karena ingin mendapat nomor urut muda, antara 1-80 yang akan dilewati tanpa tes. Hal itu dilakukannya karna sangat terobsesi masuk SMA Katolik Regina Pacis.
 
Casis yang terobsesi masuk SMAK Regina Pacis
Demikian calon siswa lainnya asal sekolah SMPN Satap Kurubhoko, Karolus Sepa. Dia juga sudah ngantri sejak pkl. 02.00 dini hari. Meski dari desa, namun Karolus sangat ingin menjadi siswa Recis ketika melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Sayang Karolus harus menunggu waktu pengumuman untuk membuktikan obsesinya masuk Recis, karena banyaknya calon siswa yang berjubel merebut nomor tanpa tes membuat dirinya tidak kebagian. Makanya Karolus harus ikut tes. Karolus berharap lolos seleksi.

Calon siswa lainnya  asal sekolah SMPN 1 Bajawa, Davina Wanda F. Moi juga mengantri di Recis sudah sejak pkl. 02.00 wita, karena ingin mendapat nomor pendaftaran 1-80 yang tanpa tes itu. Dia memang hanya ingin masuk Recis, karena katanya di Recis bakat, minat dan potensi diri dapat dikembangkan maksimal. Bahkan obsesi masuk Recis sudah dipendamnya sejak masih duduk di SDK Tanalodu.

Salah seorang calon siswa asal sekolah SMPK Langa, Basilia M. Rosari juga datang sepagi itu untuk ‘memburu’ nomor tanpa tes. Dia juga sama dengan Davina Wanda F. Moi yang terobsesi masuk Recis sejak masih SD. ‘Makanya begitu buka saya langsung datang mendaftar meski harus ngantri sejak pagi sekali,” katanya.

Dari SMPN Satap Satu Riung Barat ada Maria Anita Tanggo yang berjejal bersama kawan-kawan dari sekolah lain untuk mendaftar. Dia juga mengaku hanya ingin masuk sekolah di Recis. Kerinduan masuk Recis sejak dirinya masih sekolah di SDN Warunembu Riung Barat, dekat perbatasan dengan Manggarai Timur.

Sementara Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru Recis 2018/2019, Piter Leo mengaku bangga dengan daya juang para calon siswa untuk masuk di Recis. Tentu saja pihaknya gembira dengan hal itu. Karena sejak memilih sekolah, anak juga ditanamkan nilai juang, bahwa sesuatu yang baik tidak bisa dicapai dengan gampang-gampangan saja.

Namun Piter berterima kasih, suasana ini menunjukkan bahwa Recis dicintai dan dipercaya masyarakat. Dan ini sebenarnya kehadiran sekolah di tengah masyarakat. Dia berterima kasih atas dorongan orang tua dan masyarakat yang menempatkan Recis sebagai sekolah pilihan untuk membentuk/mendidik anak-anak mereka mencapai masa depan yang cerah.
 
Menunggu - melatih kesabaran
Recis Memang Beda

Sementara Dominikus Gale salah seorang wali calon siswa asal Jerebu’u, kepada media mengatakan dirinya ikut saja kemauan anak untuk masuk di SMAK Recis ini. Dia juga tidak sekedar ikut anak. Tetapi memang pilihan anaknya itu sama dengan pilihannya yang menilai Recis telah menjadi sekolah favorit.

“Kami harap para guru bisa membimbing anak-anak kami nanti dan mengembangkan bakat dan kemampan sehingga menjadi anak yang cerdas dan berkarakter. Kami juga anjurkan kalau bisa yang putra ada nanti asramanya,” pinta Dominikus.

Simon Oje juga salah seorang wali calon siswa yang datang mendampingi anaknya mendaftar. Dia mengatakan datang mendaftar ke SMAK Recis setelah mengikuti kiprah sekolah ini satu dekade terakhir. Di banding dulu, Recis sekarang beda. Setiap tahun selalu ada kejutan dari Recis dan mutu serta kepercayaan masyarakat juga semakin menguat.

Sekolah bermutu, kata Simon, bukan hanya pintar ilmunya, tetapi juga berhasil membentuk siswa yang disiplin, dapat mengembangkan potensi bakat dan minat siswa. Dia juga berharap sekolah yang belum ada asrama putra ini ke depan sudah bisa direalisasikan

Orang tua calon siswa lainnya adalah Yohanes Botha. Dia antar anaknya yang baru selesai studi di  SMPK Kartini Mataloko, Alsan antar anak ke Recis karena dikenal displin dan bermutu. Belakangan banyak siswa sekolah ini terserap di perguruan tinggi negeri.

Di bagian lain, Kepala SMAK Regina Pacis Rinu Romanus menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberi kepercayaan kepada Recis dalam menyiapkan generasi bangsa melalui proses di lembaga ini.
 
Salah satu proses seleksi calon siswa baru
Kalau banyak calon siswa sudah berada sekitar pkl.02.00 wita menyognsong pendaftaran, itu semata karena mereka melihat Recis sebagai sebuah lembaga yang pas untuk mengembangkan potensi diri mereka. Untuk mendapatkan itu para calon siswa harus berjuang sejak dini hari untuk mendapat peluang.

Menurut Romanus, melalui proses ini, anak sudah dikondisikan dengan sebuah kompetisi, dan ini sebenarnya nilai yang selalu ditanamkkan di Recis bahwa mendapatkan sesuatu itu tidak gampangan.

Anak-anak, tambah Romanus, seperti sudah ada dalam suasana persaingan, namun mereka melewati persaingan itu secara sehat, dengan menunjukkan kedisiplinan untuk memperoleh peluang. Kalau nilai kejuangan ini sudah bergema dalam dada mereka, maka anak akan melewati proses demi proses dengan penuh optimis.

“Mereka harus selalu dalam kondisi siap bersaing, karena ketika melanjutkan pendidikan dan masuk dunia kerja, hanya orang-orang yang mampu persaingan yang bisa memangkan kehidupan,” jelas Romanus.

Romanus merespons komentar sejumlah orang tua calon siswa yang menghendaki sekolah yang dipimpinnnya memiliki asrama putra. Dia menilai bahwa anak mereka belum masuk saja, orang tua sudah begitu perhatian. Ini sebagai represntasi perhatian publik agar sekolah terus berbenah. Tahun ini, kata Romanus, asrama putra sudah masuk dalam rencananya untuk dibangun.

Sehubungan dengan banyaknya siswa yang sudah ngantri sejak dini hari, Romanus mengatakan, pihaknya menyiasati agar pelayanan pendaftaran dipercepat dari semula pkl. 07.00 wita menjadi pkl. 05.00 wita, Senin (30/04/2018).

Sementara Ketua Komite SMAK Regina Pacis, Yohanes Isidorus Jawa merasa bangga pada anak-anak yang kelihatan sangat semangat untuk berjuang mendapatkan yang terbaik. Melalui proses ini sebenarnya mereka sudah dilatih dan mulai menanamkan nilai kejuangan yang harus ditempuh dengan cara yang tidak mudah. Mereka harus siap bersaing.

Terkait diburu calon siswa, menurut Isidorus itu karena masyarakat menaruh kepercayaan kepada lembaga dan orang-orang yang mengelolanya. Urusan anak adalah urusan kehidupan. Karena itu sewajarnya anak dibentuk dan dikembangkan komptensinya di tempat yang tepat. “Jadi sangat wajar kalai hari ini mereka berlomba mendapatkan peluang yang sempit untuk masuk ke Recis, karena masyarakat percaya Recis sudah memberi bukti bukan hanya janji saja,” papar Isidorus.***

Editor: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
Rollys Reda
AUTHOR
1 May 2018 at 16:25 delete

Recis terbaik... 😄

Reply
avatar