Vigonews

‘Parade’ Ja’i Awali Perhelatan Hardiknas di Golbar



GOLEWA BARAT, VIGONEWS.COM - Tak ada peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang tidak dikaitkan dengan Sosok Ki Hajar Dewantara. Bahkan hardiknas menjadi momen untuk kembali mempertajam spirit Pahlawan Pendidikan Indonesia ini.

Peringatan hardiknas yang biasaya jatuh tanggal 2 Mey 2018 memang sudah lewat dua minggu. Namun peringatan yang biasa diwarnai berbagai kegiatan lomba dan pertandingan setiap kecamatan itu tetap menjadi momen special meski rangkaian kegiatan dilaksanakan kemudian.

Itu yang terjadi di Kecamatan Golewa Barat. Sejak Senin (14/05/2018) hingga sepekan ke depan  akan berlangsung berbagai lomba dan pertandingan meriahkan hardiknas tahun 2018 yang diikuti oleh 11 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Golewa Barat.


Kegiatan pekan hardiknas/O2SN ini diawali dengan ‘parade’ tarian tradisional yang diikuti dari berbagai SD dalam nuansa lomba jai kreasi di lapangan sepak bola Desa Sobo, Kecamatan Golewa Barat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Golewa Barat, Benediktus Lagho, S.Pd yang mengenakan pakaian adat mengacungkan ‘Sau’ (parang adat) sembari ‘Sa ngaza’ menggaungkan spirit Pahlawan Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Melalui ‘Sa Ngaza’ spirit tokoh pendidikan ini seperti dibangkitkan – sekaligus menyemangati insan pendidikan selama mengikuti kegiatan dan membangun pendidikan dengan rohnya.


Pembukaan pekan Hardiknas dengan menggelar apel baru berlangsung, Selasa (15/05/2015). Namun sehari sebelumnya, acara ini sudah dibuka dengan ‘parade’ lomba ja’I antar sekolah – membangun spirit Hardiknas yang selalu dikaitkan dengan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Setelah ‘Sa Ngaza’ dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Golewa Barat itu, 11 siswa yang mempin masing-masing tim jai - dari lomba demi lomba menggaungkan spirit yang sama. Mereka menyapa  ema Ki Hajar Dewantara da Maku’ – Tuan Ki Hajar Dewantara yang budiman. Suara para siswa menggema yang diiringi tabuhan gong gendang menyusul hentakan kaki dan lambaian penari jai gemulai selama sekitar 2 jam.


Dalam ‘parade’ jai, para siswa mempertontonkan tarian yang bukan hanya menghibur tetapi menyuguhkan sentuhan seni dan kelincahan dalam ber-jai dengan balutan pakaian adat Bajawa yang dihiasi pernik-pernik - kaya akan nilai budaya.

Nama Ki Hajar Dewantara dan spiritnya dalam membangun pendidikan berkali-kali digaungkan melalui ‘Sa Ngaza’. Menurut Benediktus, karna tokoh ini tidak bisa dilepas dari pendidikan. Karena itu spiritnya harus terus digaungkan oleh insan-insan pendidikan dalam membangun anak bangsa.
Dikatakan Benediktus, “jangan sekali-kali kita melupakan sejarah. Perjuangan pahlawan, khususnya bidang pendidikan harus  tetap menjadi spirit insan pendidikan hingga saat ini.”
Memang, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tentu tak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hajar Dewantara. Maka dalam peringatan Hardiknas pada 2 Mei, penting untuk kembali menggali spirit pendidikan yang telah dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara.
Dalam kiprahnya sebagai pahlawan nasional, sosok Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh penting yang memiliki kontribusi besar terhadap pendidikan di Indonesia. Perguruan Taman Siswa yang kini masih berdiri kokoh merupakan bukti nyata dari sumbangsihnya untuk bangsa ini.
Ia merupakan salah satu begawan pendidikan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sepak terjang dan pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara telah mengangkat harkat dan martabat bangsa.
Spirit KH Dewantara dikemas dalam nuansa budaya lokal, melalui tarian jai Bajawa. Karena, pada prinsipnya Ki Hajar Dewantara menilai, jika asas dasar pendidikan sudah sesuai dengan spirit kebudayaan nasional, maka pendidikan akan mampu mengangkat derajat negara dan menjawab persoalan kehidupan suatu bangsa.
Karena itu sebagaimana spirit Ki Hajar Dewantara, kata Benediktus, bahwa pendidikan sejatinya harus lahir dan digali dari semangat akar kebudayaan kelompok. Dengan memahami spirit sosio kultur yang ada dalam sebuah bangsa, maka pendidikan akan mampu menjawab persoalan yang ada pada bangsa itu sendiri. Melalui kearifan lokal dapat membentuk karakter generasi bangsa.***
Laporan: Emanuel Djomba



Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :