Vigonews

Kawanan Pencuri Alsintan & Ranmor Diringkus Aparat Polsek Golewa




BAJAWA, VIGONEWS.COM – Komplotan pencuri alsintan (alat dan mesin pertanian), Kamis (02/05/2018) diringkus aparat kepolisian dari Sektor Golewa. Operasi penangkapan kawasanan pencuci yang selama setahun ini meresahkan para petani itu dipimpin langsung Kapolsek Golewa Iptu Pol. Arnol Nango.

Dua kawanan pencuri alsintan  itu masing-masing Vinsensius Waja (32) berasal dari kelurahan Mangulewa, dan Marselius Ndore (28) berasal dari Desa Sobo I Kecamatan Golewa Barat kabupaten Ngada. Kapolsek Arnol Nango mengatakan, bahwa saat ini kedua pelaku sudah ditahan di ruangan tahanan polres Ngada sejak Rabu, (02/05/2018).

Polsek Golewa juga membekuk spesialis pencuri sepeda motor di tempat berbeda. Kini pelaku yang melakukan aksi pencurian berbagai tempat di kabupaten Ngada itu sudah dimankan.

Kapolsek Golewa Iptu Pol. Arnol Nango kepada vigonews.com di Kapolsek Golewa, Kamis (03/05/2018) mengatakan para pelaku selama ini telah banyak meresahkan masyarakat. Pihaknya banyak mendapat keluhan dari warga terkait dengan kehilangan alsintan dan kendaraan roda dua.

Akan halnya keluhan warga Golewa, menurut Arnol Nango  ‘bak gayung bersambut, karena, Kamis (03/05/2018) pihaknya mendapat telepon dari Kepala Desa di Sangadeto. Ketika itu kepala desa menyampaikan agar aparat kepolisian segera meluncur di kawasan Sangadeto, karena dua kawanan pencuri sudah babak belur dihajar warga.

Saat tiba di lokasi dua kawanan pencuri spesialis alsintan itu sudah babak belur. Jika aparat terlambat sedikit saja, kedua kawanan pencuri yang diketahui sudah beraksi setahun terakhir ini tak tertolong nyawanya. Setelah aparat tiba, baru warga menyerahkan kedua pencuri itu untuk diproses lebih lanjut.

Dari keterangan yang diperoleh, kedua pencuri alsintan itu sedang melakukan aksi di Sangadeto. Keduanya baru saja mencuri moke di pohon kemudian mencuri kacang. Namun belum selesai beraksi, gelagat dua pelaku yang menggunakan sepeda motor vikson itu diketahui warga.

Mengetahui dicurigai dan warga sudah ancang-ancang, dua pencuri ini langsung kabur mengendarai motor. Saat itu juga warga beramai-ramai memburu. Namun langkah dua pencuri itu terhenti karena tak jauh dari tempat aksi ada hajatan dan warga banyak berkumpul di sana – kemudian segera menghadang kedua pelaku.
 
Sepeda motor hasil curian dan yang digunakan pelaku melakukan aksi pencurian alsintan.  Kapolsek Golewa Iptu Pol Arnol Nango memperlihatkan barang bukti
Warga yang kesal dengan dua pelaku yang sudah diincar karena sering melakukan aksi di wilayah itu, tak sia-siakan momen itu. Warga  langsung saja menghajar beramai-ramai hingga babak belur. Hingga aparat dari Polsek Golewa turun ke TKP baru warga menyudahi amarahnya.

Menurut keterangan warga, sebagaimana dikemukakan Kapolsek Arnol Nango, tindakan warga merupakan puncak kemarahan  karena selama ini harta milik mereka banyak yang hilang, sehingga warga resah. Beberapa kali sempat warga pergok namun selalu lolos.

Harta milik seperti sapi, babi, ayam, pakaian, bahkan kain seprei dari sebuah pustu juga tak luput dari aksi dua kawanan pencuri ini. Warga juga mengaku kehilangan moke, karena pelaku selalau membawa jerigen dan menguras minuman dari pohon enau yang sedang disadap warga.

Dari pengembangan kasus ini, kata Arnol, ternyata banyak alsintan para petani di Golewa dan Soa yang hilang selama ini dicuri oleh dua kawanan ini.  Kemudian dari hasil pemeriksaan terhadap dua pelaku pencurian itu, polisi menyita barang curian dari dua tempat berbeda, yakni di kelurahan Mangulewa dan Zeu.

Dari dua tempat tersebut banyak ditemukan alat-alat seperti  empat tangkai alat  semprot, berbagai jenis pestisida, terpal beberapa lembar, peralatan memasak seperti panci dan dandang, tali sapi sebanyak tiga karung, dua acu (aki) mobil, sepeda. Polisi juga mengamankan barang bukti lain seperti perangkat listrik tenaga surya, bajak sisir hand tracktor, beberapa karung pupu milik petani.

Kalau mau dilihat dari barang curian yang sangat beragam, pelaku memang melakukan aksi pencurian barang apa saja yang ditemukan. Pokoknya apa saja yang mereka anggap bisa jadi uang diangkut saja.

Menurut Arnol, sejumlah barang bukti itu diangkut dari dua tempat berbeda hingga penuh dua kendaraan pikap. Itupun masih ada yang belum sempati diangkut lagi. "Perbuatan mereka selama ini benar-benar merasahkan masyarakat. Saat ini kedua pelaku sudah diamankan di tahanan polres Ngada,” Terang Arnol Nango.

Terkait disitanya barang bukti di antaranya jenis alsintan, Arnol Nango menghimbau masyarakat agar peralatan dan mesin pertanian serta apapun yang digunakan di sawah atau kebun dalam bertani supaya diamankan sebaik mungkin.

Ketika aparat kepolisian mengamankan barang bukti dari kawasan Zeu, kata Arnol, banyak petani yang kemudian mengetahui itu barang-barang mereka yang selama ini hilang.
 
Alsintan dan berbagai hasil curian lainnya yang diamankan
Pelaku Curanmor

Selain meringkus dUa kawanan pencuri alsintan, sehari kemudian Polsek Golewa di bawah pimpinan Kapolsek Iptu Pol Arnol Nango juga membekuk pelaku pencurian sepeda motor dari kawasan Wudu Boawae.

Penangkapan spesialis pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang bernama Yohanes Mayoris Tay (18) setelah mendapat informasi dari warga. Setelah dilacak ternyata pelaku bersembunyi di Wudu, kecamatan Boawae, di rumah salah satu keluarganya. Pemuda asal Langa ini langsung digelandang dari TKP ke Polsek Golewa.

Dijelaskan Kapolsek Golewa, pelaku curanmor bermana Yohanes Mayoris Tay (18) yang berasal dari kampung Ngedukeo, Desa Borani Kecamatan Bajawa itu dibekuk setelah diketahui mencuri motor warga Bhou, Kecamatan Riung Barat.  

Sebelumnya pelaku mencuri sepeda motor Satria dari Aimere. Dia kemudian diburu aparat kepolisian Sektor Aimere sejak Kamis (26/04/2018). Namun aksi pelaku di Aimere itu lolos dari kejaran aparat.

Yohanes M. Tay yang dalam kejaran polisi kemudian meluncur ke wilayah Soa. Namun motor yang dibawa kabur itu dititipkan di rumah salah seorang warga di Soa, karena mengalami kerusakan sok akibat tabrakan. Niat pelaku mengganti sok motor ketika belanja alat motor itu ke Bajawa diurungkannya karena dirinya mendengar informasi sedang dikejar polisi.

Pelaku kemudian melarikan diri ke Riung Barat di Desa Ngara. Dari sana, Yohanes M. Tay malah membawa kabur lagi sepeda motor warga jenis vikson, Senin (30/04/2018). Aksi Tay itu diketahui warga yang akhirnya melakukan pengejaran. Namun usaha warga tak membuahkan hasil, sehingga warga menghubungi pihak kepolisian di Polsek Golewa menginformasikan kejadian itu. Karena saat itu, pelaku melarikan diri ke arah Golewa.

Upaya menangkap Yohanes M. Tay pun tak terlalu sulit karena pihak keluarga di Langa dan Wudu, kecamatan Boawae yang sudah mengetahui aksi pelaku ikut membantu memberi informasi keberadaan pelaku.

Iptu Pol, Arnol Nango yang juga Kapolsek Golewa bersama tim kemudian menuju Wudu menjemput pelaku yang sedang bersembunyi di sana. Bersama dengan pelaku diamankan sebuah sepeda motor jenis vikson. Pelaku yang dikejar-kejar Polisi dari Sektor Aimere itu akhirnya berhasil dibekuk.

"Berdasarkan penyampaian masyarakat, perbuatan Tay ini sudah meresahkan masyarakat selama ini. Kerjanya hari-hari mencuri. Kemarin kita dari Polsek Golewa tangkap dia di Wudu Kecamatan Boawae, dia sedang tidur dirumah keluarganya" Kata Arnol Nango.

Hasil curian alsintan dan berbagai barang bukti lainnya yang diamankan aparat kepolisian jika ditaksir nilainya mencapai Rp 60 juataan. Kapolsek juga berjanji dalam waktu dekat ini akan menangkap kroni-kroni pencuri yang sampai dengan saat ini belum ditangkap. "Kita juga akan tangkap kawanan lain yang saat ini masih berkeliaran di luar," tegas Arnold Nango.

Laporan: Yohanes DP
Editor: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :