Vigonews

Demo Aktivis GMNI Serukan: #‘2019 Ganti DPRD Ngada’



Aksi demo GMNI Cabang Ngada pada hari buruh.  -  

BAJAWA, VIGONWS.COM – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ngada  menjadi  satu-satunya  elemen mahasiswa yang melakukan aksi demo bertepatan dengan hari buruh Internasional atau ‘May Day’, Senin (01/05/2018) lalu di Bajawa.

Sayangnya demo ke DPRD Ngada sebagai lembaga wakil rakyat  guna menyampaikan tuntutan tentang upah buruh di tingkat lokal Ngada itu tak bertemu anggota dewan seorang pun. Elemen mahasiswa dari GMNI itu menuai kekecewaan. Anggota dewan yang diharapkan berada di gedung dewan, hari itu bagai ‘batu jatuh ke lubuk’ – hilang lenyap karena meninggalkan tempat.

Suasana itu membuat  aktivis GMNI kesal. Para demonstran yang dipimpin ketua GMNI Benediktus Tengka bagai menggantang di tengah rimba raya, suara mereka tak didengar sama sekali, bahkan oleh wakil rakyat sendiri yang diketahui telah meninggalkan gedung dewan hari itu entah kemana raibnya.

Dalam orasinya, Beny Tengka menegaskan anggota dewan tak mapu mengemban aspirasi rakyat lagi. Bahkan kesannya, kian hari, kian tahun para wakil rakyat semakin mandul  terhadap berbagai kepentingan rakyat di kabupaten ngada.

Karena kecewa ditinggal anggota dewan, di depan ratusan masyarakat yang menonton dan para aktivis yang berdemo,  Beny menyerukan: ‘#2019 Ganti DPRD Ngada’.

Menurut  Beny, anggota dewan sudah tidak mau lagi menerima aspirasi kaum buruh (masyarakat) yang sudah memilih mereka duduk di lembaga dewan menjadi anggota DPRD terhormat.

“Pada hari ini adalah hari buruh, tetapi anggota dewan justru memilih mengurus urusan pribadi masing-masing, menghilang dari gedung dewan ini,” tegas Beny.

Berkali-kali Beny menyerukan: ‘2019 Ganti DPRD Ngada’ yang kemudian disambut pekik para aktivis yang sedang melakukan aksi siang itu. ‘Ingat, hari ini anggota dewan yang dipilih buruh (masyarakat) sudah tidak peduli lagi dengan buruh – dengan nasib orang kecil. Itu sebabnya ‘2019 Ganti DPRD Ngada,” seru Beny lagi.

Tuntutan

Bertepatan dengan hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mey itu, GMNI Cabang Ngada melakukan aksi demo di Kota Bajawa dan berakhir di gedung DPRD Ngada untuk menyampaikan tuntutan.

Aksi ini dilakukan dibeberapa titik di kota Bajawa mulai dari Sekertariat GMNI Ngada, kemudian di depan Hotel Korina, Kodim 1625 Ngada, lampu merah hingga berakhir di depan kantor DPRD Ngada.

Kordinator aksi Onisius Wuda kepada wartawan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan sebuah bentuk kepedulian GMNI Cabang Ngada terhadap nasip para buruh yang ada di Indonesia dan di Nusa tenggara timur, lebih khusus  kabupaten Ngada.

Pada kesempatan yang sama Mariano Unde dan Maksimilianus Banggar dalam orasinya mengatakan bahwa berdasarkan data yang diperoleh dari hasil advokasi GMNI Ngada,  bahwa masih banyak  tenaga buruh yang bekerja di seluruh toko yang ada di kota Bajawa upahnya jauh dari UMR Yang sudah ditetapkan pemerintah propinsi NTT.

Oleh karena itu kami mendesak DPRD dan pemerintah kabupaten Ngada agar segerah berkerja sama dengan dinas terkait untuk mengecek seluruh gaji dari para buruh yang ada di kota Bajawa agar sesuai dengan UMR yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sendiri.

Sementara itu Ketua GMNI Ngada, Benediktus Tengka dalam orasinya di depan kantor DPRD Ngada mengatakan bahwa masih banyak tenaga honorer yang ada di kabupaten Ngada yang bekerja namun upah tidak sesuai dengan UMR yang suda ditetapkan pemerintah.

Menurut  Benny, pemerintah jangan hanya memperkerjakan guru dan tenaga kesehatan honorer tetapi harus juga memperhatikan upah dari tenaga honorer yang ada.

Melihat kondisi ini GMNI Ngada tegas menyatakan sikap: pertama: menuntut Menteri Tenaga Kerja agar mengevaluasi sistem perburuan serta perlindungan terhadap buruh; kedua: mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang mengatur perlindungan  politik.

Ketiga, minta pemerintah agar mendesak prusahaan agar memberi jaminan kesehatan, pendidikan, keselamatan dan hari tua terhadap buruh; keempat: mendesak pemerintah dan DPRD Ngada agar bekerjasama dengan dinas terkait untuk mengecek semua upah buruh yang ada di toko dan warung makan yang ada di kabupaten Ngada agar sesuai dengan UMR yang yang sudah ditetapkan; kelima, kami dengan tegas menolak upah murah teehadap buruh.

Selanjutnya tuntutan keenam:  mendesak DPRD Ngada agar memperhatikan hari hari libur dan hari besar lainya sehingga menjujung tinggi nilai nilai kemerdekaan serta memberikan sangsi terhadap pihak yang mempekerjakan buruh pada hari besar yang sudah ditetapka pemerintah; dan ketujuh: meminta kepada Pemerintah dan DPRD Ngada agar memperhatikan upah tenaga honor. (DBP)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :