Vigonews

4 Bulan Irigasi Jebol Petani Soa Gagal Garap Sawah



SOA, VIGONEWS.COM – Sebagian petani soa resah, tak bisa mengolah sawah karena saluran irigasi Wirase jebol sudah empat bulan. Pemerintah daerah melalui Dinas Penanggulanang Bencana Daerah (BNPBD) belum bisa mengatasi hal itu.

Ratusan petani terancam tak menggarap lahan sawah di irigasi yang mengairi ratusan hektar lahan itu, jika hingga saat ini penanganan longsor  belum juga membuahkan hasil oleh BNPBD. “Sudah empat bulan irigasi ini jebol, tetapi belum ada tanda-tanda penanganan untuk mengatasi bencana longsonr itu.” Tegas Leonardus Agu, salah seorang tokoh masyarakat Soa.

Leo Agu, demikian dia biasa disapa kepada vigonews.com, Senin (21/05/2018)  mengatakan, irigasi yang terletak di Desa Bogo Boa, Kecamatan Soa adalah saluran irigasi yang selama ini mengairi ratusan hektar sawah di lokasi Wokoolo, Rate Goga, Paoba, Rate Timur yang semuanya berada dalam wilayah desa Bogo Boa

Dikatakan, pasca longsor  empat bulan yang lalu, dirinya bersama Siprianus Meo Soa sudah bertemu dengan Plt.Bupati Ngada bapak Paulus Soliwoa. Dalam rapat internal bersama Plt.Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Silvester Tewe, Kepala Dinas Pertanian Paskalis Wale, dan kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Plt Bupati Ngada meminta kepada BPBD agar segerah menyikapi longsoran irigasi Wirase tersebut, agar ratusan masyarakat sebagai pemilik lahan sawah tidak mengalami gagal tanam dan gagal panen.
 
BNPB sedang berupaya mengatasi longsor dengan pipa
Leo mengakui bahwa saat ini sedang dikerjakan oleh pihak BPBD kabupaten Ngada dengan menggunakan pipa sebagai alternatif, namun belum membuahkan hasil. “Memang sudah tangani, hanya saja belum juga ada hasilnya, karena sampai saat ini air belum mengalir,” papar Leo.

Lebih lanjut Leo mengatakan, "kami sudah ketemu Plt.Bupati Ngada bapak Paulus Soliwoa. Dan beliau sudah perintahkan BPBD untuk kerja. Namun sampai dengan saat ini, apa yang dilakukan oleh pihak BPBD belum menuntaskan masalah ini.”

Tokoh muda Soa, Mathias Ema Resy kepada vigonews.com prihatin dengan kondisi tersebut. Mathias menyayangkan karena pihak pemerintah belum menunjukkan langkah cepat mengatasi hal yang sebenarnya sangat urgent bagi para petani.

Dia mencemaskan, jika penanganan ini berlarut-larut maka konsekuensinya mempengaruhi pendapatan ekonomim rumah tangga para petani. Karena katanya, di Soa bertani merupakan mata pencaharian sebagian besar warga, dan pertanian sawah menjadi pilihan utama orang Soa.

“Jadi kita berharap pihak pemerintah perlu langkah cepat dalam penanganan. Karena ini sudah empat bulan, jadi waktunya sudah sangat lama. Air tidak bisa mengairi ratusan sawah milik petani,” tegas Matias.

Akibat longsoran itu, para petani yang akan menggarap lahan kembali tidak bisa berjalan. Sementara ada juga petani yang sudah siram bibit hingga saat ini belum bisa bajak lahan. Sudah dipastikan musim ini petani tidak bisa menggarap sawah mereka, karena longsoran irigasi belum bisa di atasi. Ini berarti pedapatan ekonomi rumah tangga ikut seret. Bisa menyuitkan petani dalam mengatasi persoalan keluarga dan biaya sekolah anak.

Menurut Mathias demikian ia  biasa disapa, pemerintah dan DPRD semestinya mengambil langkah-langkah strategis agar menjawabi persoalan yang sedang dialami oleh masyarakat 7 (tuju) desa di Kecamatan Soa.
 
Mathias Rema
Longsoran irigasi Wirase bisa melumpuhkan sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat kecamatan Soa. "Karena jika tidak segerah diperbaiki, maka masyarakat Soa bisa terancam kelaparan, dan menghambat pembangunan yang lain," ujar Mathias Resy.

Semantara itu, tokoh masyarakat Loa lainnya Siprianus Meo Soa pada kesempatan tersebu meminta DPRD Ngada Daerah pemilihan Ngada V (Bajawa Utara, Wolomeze dan Soa) agar bisa respons dengan keluhan masyarakat.

Menurutnya, jadi anggota DPRD mesti memiliki nurani untuk selalu berjuang dan melakukan yang terbaik bagi rakyat. Menurut Sipri, jika anggota DPRD sudah tidak lagi peduli dengan keluhan masyarakat Kecamatan Soa, maka dirinya meminta kepada masyarakat agar 2019 nanti mesti perlu dievaluasi lagi, dan penting untuk menjatuhkan pilihan pada figur-figur yang selalu peduli dengan rakyat.

"Bayangkan longosoran sejak 4 bulan lalu, tetapi DPRD Dapil kami tidak pernah buka mulut. Hal ini yang membuat kami 2019 evaluasi dan pilih figur yang selalu peduli dengan kami rakyat kecil," tutur Meo Soa. (DBP)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :