Vigonews

Sosialisasi BPJS Kesehatan di Benteng Tawa Raya Usulkan Pos Layanan di Desa


Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Ngada Tri Maryati hadir di Desa Benteng Tawa 1 memberi sosialisasi tentang program JKN-KIS BPJS Kesehatan. -  

RIUNG BARAT, VIGONEWS.COM - Kantor BPJS Kabupaten Ngada, Selasa (23/04/2018) menggelar sosialisasi di Desa Benteng Tawa 1. Kegiatan sosialisasi itu bekerja sama dengan Lembaga Ampera dan dihadiri sekitar 80 warga dari Benteng Tawa Raya.

Kepala Kantor BPJS kabupaten Ngada Tri Maryati bersama stafnya Andian Detan hadir dalam kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Desa Benteng Tawa 1, Josep Panas Lewa, S.Fil dan dipandu oleh Ketua Ampera, Yohanes Don Bosko Ponong.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi warga masyarakat untuk tahu lebih detail tentang layanan BPJS Kesehatan, seperti: hak peserta BPJS Kesehatan, kewajiban peserta, kepesertaan yang dijamin, iuran, fasilitas kesehatan, pelayanan kesehatan yang dijamin dan syarat lainnya.

BPJS sebagaimana dikemukakan oleh Tri Maryati pada awal sosialisasinya adalah badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Melalui program JKN-KIS, BPJS Kesehatan diharapkan dapat diikuti oleh penduduk Indonesia yang ditargetkan pada Januari 2019 sudah terdaftar secara nasional. Dan ke depan keanggotaan BPJS Kesehatan akan terintegrasi dengan layanan lainnya.

Menurut Tri Maryati, jika Januari 2019 ditargetkan penduduk Indonesia tercover dalam program JKN-KIS BPJS Kesehatan, maka waktu yang tersisa untuk melakukan sosialisasi hanya tinggal enam bulan ke depan. Karena itu, kata Tri, pihaknya melakukan kerja sama dengan stakeholder lainya, termasuk dengan pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi.
 
Warga masyarakat antusias mengikuti sosialisasi BPJS Kesehatan
Hanya menurut Tri, masyarakat belum merasa BPJS penting, sehingga sosialisasi yang sudah dilakukan selama ini tidak banyak yang mengikuti. Masyarakat, kata dia, biasanya akan buru-buru daftar keanggotaan BPJS Kesehatan kalau sudah kepepet karena sakit. Baru merasa penting kalau sudah sakit. “Nah ini yang ingin kita sosialisasikan sehingga dipahami apa layanan BPJS Kesehatan bagi kesehatan masyarakat,” paparnya.

Terkait dengan upaya edukasi kepada masyarakat, kata Tri Maryati, pihaknya berterima kasih kepada lembaga semacam Ampera yang peduli sehingga menjalin kerja sama melakukan kegiatan sosialisasi semacam ini.

Sebelumnya Ketua Ampera Yohanes Don Bosko Ponong menegaskan, Ampera selalu menyikapi setiap fenomena sosial yang terjadi di masayarakat. Apa yang dilakukan ini sebagai wujud kepedulian Ampera untuk terus melakukan literasi kepada masayarakat dalam memahami berbagai program yang bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak.

Jumlah JKN-KIS di kabupaten Ngada, sebagaimana dikemukakan Tri Maryati, hingga saat ini sebanyak 78.981 dari total penduduk 167.179. atau sekitar 47,24 persen. Sedangkan penduduk yang belum terdaftar keanggotaan BPJS  sebanyak 88.198 atau sekitar 52,76 persen. “Jadi masih banyak yang belum terdaftar, sehingga perlu sosialisasi terus-menerus,” kata Tri.

Sementara yang sudah mengikuti program ini harus ditingkatkan kesadaran membayar sehingga tidak menyulitkan dalam layanan kesehatan, karena menunggak. Terkait dengan itu, di Kecamatan Riung Barat, kata Tri Maryati, tercatat baru 34 orang yang mengikuti program JKN-KIS BPJS Kesehatan, namun menunggak Rp. 9.812.000, sementara di Desa Benteng Tawa baru lima orang yang mengikuti program ini dan semuanya nunggak, sekitar Rp1.810.560.

Hendrikus Zaba, salah seorang warga yang hadir merespons kegiatan sosialisasi yang diprakarsai oleh Ampera. Menurut dia, selama ini informasi tentang program JKN-KIS BPJS Kesehatan belum pernah ada. Karena itu pihaknya mengaku tidak tahu soal program ini secara gamblang.

Sementara Paulus Tompang mengatakan, penjelasan tentang program JKN-KIS BPJS Kesehatan sangat penting diketahui oleh masyarakat. Hanya ada juga catatan bahwa pasien kadang disarankan membeli obat di luar. Tentang hal ini, Tri mengatakan ketersediaan obat memang sering menjadi kendala di rumah sakit. Pihaknya terus berupaya, termasuk melalui komitmen bersama dengan pemerintah sehingga pelayanan kepada peserta program JKN-KIS BPJS tidak menghadapi masalah.
 
Tri Maryati mendapat apresiasi dari Kepala Desa Benteng Tawa 1 Jose P Lewa, S.Fil
Pertanyaan warga juga terkait dengan klaim BPJS Kesehatan jika peserta program ini tidak pernah sakit. Apakah bisa diklaim. Menjawab hal itu, Tri mengatakan, JKN-KIS BPJS Kesehatan adalah program sosial yang mengedepankan prinsip ‘Dengan Gotong Royong Semua Tertolong,”. Jadi kalau ada yang sakit maka sekian banyak orang sehat akan membiayainya.

Tri memberi contoh, seorang pasien DBD dibiayai 80 orang, seorang pasien section Caesaria dibiayai 135 orang, dan seorang pasien kanker dibiayai 1.253 orang.

Terkait dengan pengtingnya program ini, Desa Benteng Tawa 1 melalui Kepala Desa-nya Josep Panas Lewa, S.Fil merespons kegiatan sosialisasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masayarakat.

Masih soal keikutsertaan warganya menjadi anggota BPJS, Jose berharap ke depan kantor BPJS Kesehatan buka pos pelayanan kepada warga di desa, sehingga tidak harus jauh-jauh kalau hanya untuk bayar iuran. “Misalnya ke depan ada semacam pos pelayanan di desa, sehingga bisa menjangkau warga di daerah terpencill,” jelas Jose.***

Editor: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :