Vigonews

Siswa SMAK Regina Pacis Dilepas Pergi dengan Pesan Melawan Hoax




BAJAWA, VIGONEWS.COM – SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, melepas alumni 2017/2018 yang baru saja menyelesaikan studi di almamater itu. Sebanyak 320 siswa dilepas pergi dengan pesan jaga diri dan melawan hoax.

Pesan itu disampaikan Ketua Yasukda Ngada, RD. Daniel Aka dalam sambutan pelepasan alumni ke-36, usai misa kudus di halaman sekolah itu, Selasa (17/04/2018).

Berita terkait:
Kepala SMA Katolik Regina Pacis Paling Takut Soal yang Satu ini
‘Generasi Muda Jangan Malu Jadi Petani’ Pesan Kadis Pertanian Ngada di Regina Pacis

Acara bertajuk perpisahan itu dihadiri orang tua wali siswa, unsur  komite, para kepala sekolah mitra, para guru, civitas akademika dan undangan lainnya.

Pesan RD. Daniel Aka ini menyikapi situasi kekinian yang diwarnai hoax dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga menyebabkan rusaknya relasi antar personal dan antar elemen masyarakat.  Angkatan ini, kata dia, harus menjadi barisan yang anti hoax.

Dalam pergaulanmu, pinta RD. Daniel Aka, hindarilah hoax, berita palsu dan penipuan. Karena hoax, kepalsuan dan penipuan hanya akan merusak relasimu dengan orang lain, dengan sesamamu. Sebaliknya kabarkan selalu kepada sesama tentang hal-hal baik, yang positif dan yang benar.

Jika engkau masuk dalam persaingan hidup, kata RD. Daniel Aka, bersainglah secara sehat, bersainglah secara positif dan jujur. “Tunjukkan kemampuanmu  sesuai dengan keutamaan-keutamaan yang anda miliki,” kataya.

“Saya berpesan agar angkatan ini yang sudah dididik di almamater dengan penanaman nilai dan pembentukan karakter yang baik, harus menjadi angkatan yang anti hoax dan menolaknya,” kata RD Daniel Aka.

Jaga Nama Baik

Para siswa yang baru selesai studi di Recis, pinta RD. Daniel harus senantiasa menjaga nama baik almamater, menjaga nama baik orang tua dan menjaga nama baik/martabat diri sendiri, kemana pun kalian akan pergi. 

Menjaja nama baik Gereja, yang artinya juga menjaga iman. Kalian sudah dibentuk dengan nilai-nilai di alamater ini. Dalam menjaga iman, hendaklah jangan abu-abu. Jangan hanya beragama, tetapi lebih dari itu harus menghayati dengan iman dalam kehidupan.

“Cerdas saja tidak cukup. Perlu sikap dan kepribadian. Anda akan diterima karena perilaku hidup. Anda bisa bayangkan bagaimana jadinya kita ini tanpa kepribadian yang baik,” katanya mengingatkan.

RD. Daniel menambahkan, alumni Recis setelah terjun ke masyarakat demikian juga yang melanjutkan studi di tempat yang baru, harus menjadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan menjadi bagian dari masalah. Konsekuensi menjadi bagian dari masalah, akan menghadapi banyak kesulitan. Akan sangat sulit menyesuaikan diri, sulit berkomunikasi dan sulit disiplin.
 
RD. Daniel Aka
Belajar Tanpa Henti

Ketika menyampaikan khotbah dalam misa syukur, RD. Daniel Aka mengutip Albert  Einstein yang berkata; “Nalar hanya akan membawa Anda dari A menuju B namun imajinasi mampu membawa Anda dari A menuju ke mana saja”.

Khotbah bertolak dari bacaan alkitab:  “Akulah Roti Hidup, Barang siapa Datang Kepadaku ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa Percaya KepadaKu ia tidak akan haus lagi” – dalam misa syukur dan Perpisahan di SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, dengan Bacaan alkitab; Kis 7: 51-8: 1a dan Yoh 6: 30-35

Dikatakan, betapa pentingnya imajinasi bagi siswa. Imajinasi yang dimaksudkan Albert  Einstein adalah impian tidak hanya berpikir untuk membayangkan dalam angan-angan atau menciptakan gambaran diri sebuah kerja akal dalam  menciptakan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, didengar dan dirasakan.

Dengan sekolah,  Anda akan dapat mengembangkan imajinasi Anda untuk menjadi manusia yang mampu menciptakan dunia kehidupan seluas-luasnya yang termaktub dalam Idealisme, mimpi-mimpi, angan-angan dan cita-cita besar.

Memiliki imajinasi adalah buah dari pendidikan di sekolah ini. Seorang peserta didik memiliki cita-cita hidup, punya gambaran diri yang akan membuat dirinya berguna bagi diri dan juga sesama dan ini akan terlihat jelas dalam pribadi yang memiliki jabatan, peran, posisi dan tugas tertentu atau juga menjadi apa saja sesuai dengan cita-cita, harapan serta peran yang dimainkan dalam hidup bersama sesama.

Sekolah dan Ibunda almamater Recis telah menyiapkan serta membentuk Anda sekalian dengan seperangkat ilmu dan kecakapan hidup agar Anda sekalian bisa hidup dan diterima di tengah masyarakat.

Ciri khas orang yang hidup adalah kerja keras dan belajar tanpa henti. Tanpa kerja keras dan belajar anda tidak bisa bertahan hidup. Selain itu juga,orang yang hanya tidur dan hanya berharap pada orang lain, itu hanya ada pada orang sakit atau narkoba.

Hidup harus ada pergumulan untuk menghadapai tantangan, kesulitan. Richard M. Nixson, wakil Presiden AS ke-36 (1953-1961) dan Presiden AS ke-37 (1969-1974) berkata: “menyikat lantai, mencuci pispot sama mulianya seperti menjadi Presiden”.

Setiap orang harus punya kerja. Kerja apa saja yang penting halal dan berguna secara nyata. Sekarang kita ramai berbicara tentang calon Bupati, Gubernur, Presiden (2019). Ingat kata Nixon bahwa kerja apa saja, dimana saja yang penting bermartabat dan sesuai dengan nilai dan norma hidup.

Bacaan suci hari ini memperingatkan kita untuk menjadi manusia baru, manusia yang diterangi oleh Roh kebangkitan Kristus. Bahwa kalau kita mau menjadi manusia yang berkembang dalam hidup dan menunjukan cita-cita, memiliki imajinasi perluasan dan tumbuh kembangkan diri maka setiap orang harus gunakan hati dan telinga untuk selalu berikhtiar agar selalu rendah hati, dengarkan dan resapi pesan, pengajaran dan nasihat, jangan keras kepala dan hiduplah selalu dalam bimbingan Roh Tuhan.

Kita belajar juga sprit dan spritualitas St, Stefanus Martir pertama dalam gereja Katolik dan gereja ortodoks. Lewat fakta iman Stefanus kita belajar untuk mempertahankan kebenaran iman dan militan iman sekalipun kita diancam dan dianiaya, tetap mendoakan orang yang berbuat jahat kepada kita, tanpa kekerasan dan balas dendam serta memaafkan dan mengampuni orang yang menyakiti kita.

Seringkali dalam hidup kita mengalami jatuh bangun ada rasa lapar dan haus namun kita harus datang kepada Tuhan yang terlihat dalam diri sesama yang suka atau saling menolong.

“Sebagai alumni kita harus mampu jaga diri, sesama dan juga almamater. Dan juga harus miliki sikap militant iman akan kebenaran yang harus ditunjukan lewat ketrampilan kerja, sikap dan menghidup etika dan moral hidup yang baik. Selain itu harus menjadi pribadi yang bisa menangkal hal-hal yang berbau hoax dan bersainglan secara positif untuk menjadi garam dan terang dunia,” kata RD. Daniel Aka. (ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :