Vigonews

Respons Revitalisasi Pasar Rakyat Pemerintah Jokowi, Warga Batara Kembalikan Kejayaan Pasar Malawaru



Sekitar 30 tahun lalu, tempat ini adalah lokasi pasar Malawaru -  

BAJAWA, vigonews.com - Pasar Malawaru di Kecamatan Bajawa Utara (Batara) yang pernah berjaya di sekitar tahun 1986 memang tinggal kenangan. Namun warga Batara berniat  menghidupkan kembali pasar ini.

Informasi akan dibangun kembali pasar Malawaru diperoleh vigonews.com dari sejumlah tokoh masyarakat di wilayah itu, Sabtu (07/04/2018). 

Salah seorang tokoh masyarakat yang tinggal di Malawaru, Hendrikus Wea mengatakan, sejumlah tokoh bersama Kepala Desa Uluwae Fabianus Rue dan Camat Batara Yohanes Ndai, sudah melakukan koordinasi dan mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali pasar yang di masa lalu sangat strategis.

Pada masa itu, pasar Malawaru pernah  menjadi pusat transaksi ekonomi yang melibatkan banyak orang, seperti:  dari Manggarai Timur, kawasan Benteng Tawa, Desa Uluwae dan sekitarnya, Ngulu Kedha (kini Desa Wae Wea), Teni Lopijo (Desa Heawea, Watu Kapu, Waemata,  Alowulan, Wae Saok, Ije, Malafai dan daerah lainnya.

Guna merealisasikan rencana membangun kembali pasar tersebut, Hendrikus Wea yang juga pensiunan dari Koperasi Sanggosay ini mengatakan, tempat  untuk bangun pasar sudah ada sekitar satu hektar lebih. Tempat itu tak jauh dari SDN Malawaru, kini. Di kawasan ini juga sudah banyak pemukiman warga, dan di sana terdapat kantor Kepala Desa Uluwae serta  Pustu Desa Uluwae.

Pertumbuhan Ekonomi

Hendrik mengatakan, di masa lalu pasar ini pernah menjadi pusat transaksi ekonomi masyarakat wilayah ini, bahkan hingga Manggarai Timur. Juga sangat membantu masyarakat di kawasan pertanian dan peternakan untuk menjual hasil ladang dan ternak.

Saat ini diharapkan kehadiran pasar akan membantu petani menjual hasil pertanian. Itu akan lebih mudah karena pasar Lindi jauh di barat dan pasar Soa jauh di timur. 

"Jadi kita harap pasar ini akan menjadi penyangga dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat memasarkan hasil pertanian. Jika dulu sangat membantu masyarakat karena akses transportasi masih sulit ke kota," kata Hendrik.

Selain itu, tambah Hendrik, Batara juga salah satu kecamatan yang belum ada pasar. Karena itu untuk menunjang kegiatan ekonomi akan dimulai dengan kegiatan pasar kecil-kecilan. Dalam waktu dekat warga sekitar sudah mulai bangun bale-bale untuk jualan. "Kita akan mulai dengan jualan kecil saja dan merangsang warga untuk mulai kegiatan pasar setiap hari Jumat, sambil menunggu bangun pasar yang representatif" katanya.

Selain menggerakan ekonomi lokal, pengembangan pasar ini, tambah Hendrik, sejalan dengan program Presiden Jokowi  membangun/merevitalisasi pasar rakyat. Peluang ini yang harus ditangkap karena sangat strategis.

Sementara Yosef  Se yang juga warga Kecamatan Wolomeze bagian selatan yang berbatasan dengan Batara, menanggapi rencana buka lagi pasar ini dinilai sangat strategis dan dapat membantu masyarakat di wilayah itu.

Yosef  yang juga Kepala Desa Nginamanu Barat ini mengatakan, pada masa jayanya sekitar tahun 1986 pasar ini sangat strategis. "Waktu itu kami  dari wilayah Ije yang kala itu menggarap sawah dan ladang sangat  terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu warga bisa jual hasil pertanian seperti beras, buah-buahan, bahkan hewan. Selain itu masyarakat terpenuhi kebutuhan sembako," katanya.

Waktu itu, tambah Yosef, masyarakat yang dari daerah terisolasi terpenuhi kebutuhan mereka. Sekarang kalau ada pasar maka akan terjadi transaksi ekonomi masyarakat pedesaan dan menjadi kawasan pertumbuhan baru. (ed) ***


Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :