Vigonews

Pengurus BPP Koeloda Dilantik, Prioritaskan Rumah Tunggu



Pengurus BPP Koeloda dilantik dan diambil sumpah oleh Camat Golewa, Kanisius Logo.

MATALOKO, VIGONEWS.COM – Badan Penyantun Puskesmas (BPP) Koeloda Kecamatan Golewa periode 2018-2022 dilantik Camat Golewa Kanis Logo, Rabu (18/04/2018). Seremonial itu berlangsung di Kantor Camat Golewa, Mataloko, Kabupaten Ngada.

Hadir pada acara pelantikan pengurus BPP ini, Kepala Puskesmas Koeloda Benediktus Jone beserta staf, para kepala desa/lurah, Mentor Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Yohanes Donbosko Ponong, dan tokoh masyarakat se-kecamatan Golewa.

Camat Golewa Kanisius Logo dalam sambutannya mengatakan, BPP adalah mitra sejatinya puskesmas. Sebagai sahabat sejati,  BPP hadir seperti komite sekolah pada lembaga-lembaga pendidikan. BPP harus bisa melihat, mengiventarisir dan menemukan solusi terhadap setiap permasalahan yang dihadapi oleh puskesmas Koeloda.

Menurut mantan Sekcam Riung ini, puskesmas Koeloda mengalami satu kendala belum memiliki rumah tunggu. "Oleh karena itu, sebagai camat saya minta kerja sama dari BPP terlantik untuk pembangunan rumah tunggu puskesmas tahun ini," ujar Kanis Logo

Dikatakan Kanis, kebijakan penganggaran dana desa ke depan harus berpihak pada sektor kesehatan. Melalui dana desa dapat dialokasikan untuk pembangunan rumah tunggu dan juga rekrutmen tenaga kesehatan desa yang terpenting sudah memiliki Ners dan surat tanda registrasi (STR) bagi yang bersangkutan.

Menurut kanis, dikemudian hari kepala desa tidak pernah disalahkan oleh aturan karena merekrut tenaga kesehatan yang tidak memiliki Ners dan STR.

Prioritas Rumah Tunggu

Sementara, Ketua BPP terlantik Lorensius Roga pada kesempatan tersebut mengatakan, sejak dirinya dipilih sebagai ketua BPP pada 27 juli 2017 silam, pengurus BPP  belum bisa menjalankan program kerja BPP karena belum dilantik.

Lorensius Roga juga menyampaikan komitmen dan niatnya selama setahun kedepan untuk membangun Rumah tunggu di puskesmas Koeloda. Menurut Lorens demikian ia biasa disapa, ketika rumah tunggu ini sudah dibangun maka ada kenyamanan pelayanan bagi ibu hamil dan ibu melahirkan.

"Tahun ini kita rencana untuk bangun rumah tunggu puskesmas, supaya ibu hamil pada saat melahirkan lebih nyaman penginapan mereka. Sudah empat desa yang kumpul uang yakni desa malanuza 1, Malanuza, Ratogesa, dan Sangadetho. Masing-masing 2 juta rupiah," papar Lorens
 
Dari kanan: Ketua BPP terlantik Lorensius Roga, Yohanes Donbosko Ponong, Camat Golewa Kanisius Logo, dan Kepala Puskesmas Koeloda Benediktus Jone.

Mentor pemberdayaan kesehatan masyarakat Yohanes Donbosko Ponong pada kesempatan tersebut mengatakan, BPP koeloda harus prioritaskan bangun rumah tunggu.

Menurut Bosko, pembangunan rumah tunggu yang dikerjakan oleh puskesmas adalah salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas.

Dia menambahkan, partisipasi dan peran serta masyarakat dalam urusan kesehatan sudah diatur dalam undang-undang kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 pasal 174-178 yaitu tanggungjawab masyarakat dalam urusan kesehatan baik secara perorangan maupun secara terorganisasi.

"BPP juga sudah diatur dalam PERDA Ngada nomor 10 Tahun 2016 yaitu dikabupaten ada Badan pertimbangan kesehatan daerah (BPKD), kecamatan ada Badan penyantun puskesmas (BPP), dan di tingkat desa ada Komunitas pedulis kesehatan desa (KPKDes)," kata Bosko

Di bagian lain, Kepala Puskesmas Koeloda Benediktus Jone kepada vigonews.com mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan tenaga kesehatan Koeloda merasa legah karena BPP Koeloda sudah dilantik.

Ketika BPP sudah ada, kata Jone, maka puskesmas Koeloda saat ini tidak berjalan sendirian tetapi sudah ada masyarakat yang terorganisir melalui BPP. Dan, puskesmas Koeloda dalam survey sudah menyandang status akreditasi madya. Salah satu penilaian surveyor adalah peran serta dan partisipasi masyarakar.

"Kami yakin dan percaya ketika kedepan BPP Koeloda aktif, maka survey lagi tahun 2020 sudah bisa meraih status akreditasi utama bahkan status paripurna," ujar Bejon.(db)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :