Vigonews

O2SN di Bajawa Utara, Momen Konfirmasi Prestasi Siswa Kepada Masyarakat



Laga perdana O2SN Kecamatan Batara, tim sepak bola mini SDI Kisaraghe berhadapan dengan tim SD Malakiku - Basil Kenge (kostum kuning), pemain Kisaraghe mendapat pengawalan ketat dari dua pemain SD Malakiku

BATARA, VIGONEWS.COM - Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau yang lazim disebut O2SN berlangsung di berbagai kecamatan di Kabupaten Ngada selama bulan April ini. Di kecamatan Bajawa Utara (Batara), O2SN tahun 2018 dibuka secara reami, Senin (16/04/2018) di Watukapu.

Kegiatan yang dipusatkan di SDN Watukapu itu dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Batara, Bertin Wuli. Diawali penerimaan kontingen dengan ritual adat yang dipandu oleh siswa: Grein Raga (Sangaza) dan Nobertus Meo (Wela Ngana) dengan tarian ja’i.

Dalam sambutan ketika membuka kegiatan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Batara, Bertin Wuli mengatakan, kegiatan olahraga dan seni tidak hanya berorientasi mendapat juara semata, tetapi sebagai ungkapan pengalaman belajar.

Bertin membenarkan, bahwa dalam kegiatan olahraga dan seni seperti hari ini diwujudkan melalui kompetisi serangkaian unjuk kemampuan, namun pada dasarnya lebih merupakan momen pembelajaran melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, serta pengembangan sikap dan kepribadian siswa.

“Pengembangan sikap yang dimaksud seperti sikap saling menghargai, saling menghormati, solidaritas, dan sikap toleransi. Jadi sebagai ajang untuk mengapresiasi atas penanaman nilai dan karaktar,” papar Bertin.

Pada kesempatan itu, Bertin mengajak para peserta agar memanfaatkan  momen kegiatan olahraga dan seni untuk meningkatkan prestasi melalui kompetisi, namun tetap sportif. Selain itu O2SN menjadi ajang untuk merangsang tumbuhnya bibit-bibit atlet.

“Yang menang tidak menjadi sombong, yang kalah tetap berbesar hati dan terpuji. Membawa nama sekolah tidak selalu identik dengan menjadi juara, tetapi juga menunjukkan sportivitas dalam berkompetisi,” papar Bertin.

Kegiatan olahraga dan seni, demikian Bertin, hendaknya menjadi momen strategi bagi siswa untuk terus berkreasi, berinovasi, berpartisipasi, dan berkompetisi secara sehat sekaligus mendapat pengalaman-pengalaman baru sebagai wahana belajar dengan bekerja sama, belajar disiplin.

“Saya mengajak semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini agar selalu mengedepankan dan memelihara persaudaraan dengan menghargai satu sama lain, melalui berbagai jenis kompetisi,” pinta Bertin.
 
Urbanus Be'i
Partisipasi

Sementara Ketua Panitia pelaksana O2SN, Urbanus Bei mengatakan, kegiatan yang akan berlangsung hingga 29 April Mendatang itu diikuti sekitar 14 sekolah di Batara, dengan sejumlah kompetisi, seperti: sepak bola mini, voli mini, atletik antara lain lari lompat katak dan lempar turbo. Ada tarian kreasi, cerita rakyat, dan calistung untuk kelas rendah.

Dikatakan Urbanus yang juga Kepala SDN Watu Kapu itu, kegiatan melibatkan banyak pihak seperti pemerintah kecamatan, desa Watu Kapu, masyarakat dan berbagai elemen lainnya.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mengambil bagian secara langsung maupun dalam bentuk lainnya guna menyukseskan kegiatan O2SN tahun ini,” kata Urbanus.

Di bagian lain, Urbanus mengatakan, partisipasi masyarakat Watu Kapu dalam menyiapkan berbagai fasilitas penunjang pertandingan dan perlombaan menunjukkan bahwa masyarakat peduli dengan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, tambah Urbanus, sebenarnya sebuah konfirmasi kepada masyarakat tentang apa yang sudah anak-anak mereka peroleh disekolah, terutama dalam pembentukan karakter yang kontekstual.

Melalui kompetisi masyarakat tahu apa prestasi anak-anak mereka. Apa skils dan kemampuan siswa. Jadi anak tidak hanya mendapat pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga penanaman nilai dan karakter melalui kegiatan non akademik. “Jadi ini ajang konfirmasi kepada orang tua tentang pendidikan anak di sekolah,” kata Urbanus.
 
Suasana O2SN di Batara
Dampak Ekonomi

Kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi kepada warga. Momen O2SN yang diperkirakan melibatkan hampir 1000 orang, baik peserta dari kontingen-kontingen, panitia dan masyarakat itu dimanfaatkan para pedagang untuk menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya.

Kepala Desa Watu Kapu Siprianus Sowo menanggapi positif kegiatan itu di desa yang dipimpinnya. Ini akan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setidaknya selama sepekan.

Dalam menyambut O2SN masyarakat juga berpartisipasi menyiapkan fasilitas penunjang kegiatan yang berlangsung sepekan. “Ini tentu sangat positif karena pendidikan bukan hanya urusan guru di sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat,” kata Spri.
 
tim voli mini SDKJ Loka Mere
Memberi dukungan

Sementara Wahana Visi Indonesia (WVI), sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan memberi apresiasi penyelenggaraan kegiatan O2SN ini.

Pihak WVI sebagaimana dikemukakan Maria Regina Boa, menjawab vigonews.com, Senin (16/04/2018) di Watu Kapu mengatakan, pihaknya memberi dukungan dalam kegiatan ini dalam bentuk bantuan air mineral dan alat tulis yang diperlukan sebagai hadiah para peserta.

“Ini sedikit yang bisa kami beri dukungan setelah sebelumnya terjadi komunikasi antara panitia dan WVI,” kata Regina yang akrab disapa Erny.

Bersama timnya dari WVI, Viktor Laurensius Gua yang biasa disapa Econ dan Antonius Wibowo Kelen yang akrab disapa Toni, Erny menyerahkan bantuan yang diterima Ketua Panitia Urbanus Be’i.

Urbanus menyampaikan terima kasih kepada WVI yang telah mengapresiasi setelah ada komunikasi dari pihak panitia. Menurut Urbanus, alat tulis bantuan WVI akan menjadi hadiah kepada peserta. Hadiah ini akan diterima peserta secara langsung oleh peserta secara pribadi, selain piala dan uang yang diterima lewat tim.***

Laporan: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :