Vigonews

Ketua KKI Pastor Avent Saur: 'Mengubah Stigma Sosial Stop Pasung ODGJ'!




Pastor Avent Saur jadi pembicara pada seminar bertajuk: Mengubah stigma sosial terhadap ODGJ. -  

BAJAWA, VIGONEWS.COM – Pastor Avent Saur membeberkan setidaknya enam disfungsi Orang Dengan Gangguan Jiawa (ODGJ) dalam forum Seminar bertajuk ‘Mengubah Stigma Sosial ODGJ yang berlangsung, Senin (23/04/2018).

Pastor Avent Saur adalah pendiri sekaligus Ketua Kelompok Kasih Insani (KKI) – sebuah lembaga yang didirikan dengan tujuan memberi perhatian dan pengobatan ODGJ. Pastor Avent sendiri sudah bergelut dengan ODGJ sejak tahun 2014 lampau.

Dalam seminar yang digelar atas kerja sama KKI, Agupena Ngada dan SMA Katolik Regina Pacis Bajawa di Yasukda Ngada itu, Pastor Avent mengatakan ODGJ dalam devenisi KKI sebenarnya adalah orang dengan gangguan fungsi otak.

Gangguan fungsi otak ini, lanjut Pastor yang sehari-hari dikenal sebagai Redaktur Pelaksana Harian Flores Pos itu - seperti fungsi berpikir, fungsi komunikasi, fungsi budaya, fungsi sosial, fungsi perawatan diri, dan fungsi spiritual.

Faktor penyebab ODGJ

Menurutnya, faktor-faktor penyebab ODGJ  berhubungan erat dengan pola asuh, lingkungan, penggunaan narkotika dan obat- obatan terlarang (Narkoba), minuman keras (miras), dan faktor genetik (keturunan).

Pada bagian lain, Pastor Avent menawarkan solusi dalam penanganan ODGJ, yakni pertama, melibatkan peran pemerintah, undang-undang, Permenkes,  dan Perda tentang perhatian terhadap ODGJ.

Kedua, mengubah stigma masyarakat, dengan aksi peduli dan stop pasung. Ketiga, rawat dan stop pasung. Dan keempat, penanganan ODGJ yang professional  dan humanis.

Perlakuan tidak manusiawi

Di bagian lain, Pastor Aven menambahkan, ODGJ adalah orang yang miskin dari yang paling miskin. Karena ODGJ di publik mendapat perlakukan kurang manusiawi dari sesamanya.

“Banyak perlakuan yang mencedari ODGJ seperti diolok-diolok, diejek, bahkan dilempari. Padahal mereka adalah manusia sama seperti kita yang memiliki martabat yang sama dengan manusia lain. Sebaiknya, kalau kita tidak peduki dengan ODGJ, kita diminta untuk tidak mengganggu mereka," ujar pater Avent

Selain Pastor Aven, hadir sebagai pembicara pada seminar yang dipandu oleh Mentor Kesehatan Kabupaten Ngada Yohanes Donbosko Ponong itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agustinus Naru.
 
Peserta seminar ODGJ
Belum terdata jumlah ODGJ

Agustinus Naru mengatakan, sampai saat ini  penanganan terhadap ODGJ di kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal melalui system yang melembaga. Hal ini bisa dilihat dari jumlah ODGJ yang belum didata jumlah dan penyebarannya di wilayah kecamatan bahkan sampai ke tingkat kelurahan dan desa.

Dia berjanji, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Dinas kesehatan kabupaten Ngada akan bekerja sama dengan lintas instansi terkait seperti dinas sosial dan RSUD Bajawa guna membentuk tim kerja terhadap ODGJ dengan distribusi tugas dan tanggungjawab.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada yang akrab disapa Gusti melanjutkan, Dinkes pasti akan memperhatikan ODGJ karena pelayanan ODGJ sesuai dengan standar merupakan salah satu dari 12 (dua belas) poin peraturan Menteri kesehatan nomor 43 Tahun 2016 tentang standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan.

"Untuk kedepannya kami pasti akan memperhatikan ODGJ di kabupaten Ngada, karena ini sudah termuat dalm Permenkes nomor 43 tahun 2016 tentang SPM, dan sala satu SPM kesehatan yaitu pelayanan terhadap orang dengan gangguan jiwa," papar Gusti.

Dikatakan, secara konseptual ODGJ adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial.

Adapun penyebab-penyebab gangguan jiwa yaitu, diperlakukan tidak adil, diperlakukan semena-mena, cinta tidak dibalas, kehilangan seseorang yang dicintai, dan kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu menurut kadis kesehatan, kepada ODGJ kita mesti memberikan kehangatan, perhatian, dan kepedulian yang lebih. Dan tenaga kesehatan yang menangani ODGJ adalah seorang nakes yang pernah dibekali dengan ilmu dan keterampilan kesehatan gangguan jiwa.

Perhatian menyembuhkan ODGJ

Salah seorang peserta seminar, Yohanes Berachmans Ropa Cardoso ketika memberikan tanggapan mengatakan ODGJ terjadi karena tidak ada perhatian dan tidak ada kepedulian dari sesama. "Sebenarnya ODGJ itu bisa disembuhkan kalau ada perhatian dan kepedulian dari sesama," ujar Mans Cardoso.

Akhir dari seminar ini melahirkan kesepakatan sebagai rencana kerja tindak lanjut (RKTL) dari seminar ini yakni, KKI pusat Ende segerah membentuk KKI Cabang Ngada, dan Dinkes Ngada akan melakukan rapat lintas instansi terkait untuk distribusi tugas dan tanggung jawab dalam penanganan ODGJ di Ngada.

Hadir dalam seminar ini, Ketua YASUKDA Ngada Romo Daniel Aka, Kepala SMAK Regina Pacis Bajawa Rinu Romanus, Ketua Agupena Ngada Ignatio Sabinus Satu, siswa/i dan bapak ibu guru se-kota Bajawa. (ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar
Unknown
AUTHOR
13 November 2018 at 22:13 delete

Terima kasih atas berita ini. Saya koreksi beberapa informasi di dalamnya.
Pertama, yang benar adalah Kelompok Kasih Insanis (KKI), bukan Kelompok Kasih Insani.
Kedua, saya terganggu dengan kalimat ini: "Gangguan fungsi otak ini, lanjut Pastor yang sehari-hari dikenal sebagai Redaktur Pelaksana Harian Flores Pos itu - seperti fungsi berpikir, fungsi komunikasi, fungsi budaya, fungsi sosial, fungsi perawatan diri, dan fungsi spiritual."

Yang benar adalah bahwa gangguan fungsi otak menyebabkan adanya gangguan-gangguan lain yakni gangguaun perilaku, gangguan perasaan, gangguan berpikir, gangguan sosial dan lain-lain.

Terima kasih.
Avent Saur

Reply
avatar