Vigonews

Kepala SMA Katolik Regina Pacis Paling Takut Soal yang Satu ini



BAJAWA, VIGONEWS.COM – Jelang akhir tahun pelajaran 2017/2018, SMA Katolik Regina Pacis secara resmi melepaskan 320 alumni. Mereka adalah para siswa yang baru saja menyelesaikan studi di sekolah ini dan akan melanjutkan studi, ada juga yang akan kembali ke masyarakat.

Pelepasan 320 siswa purna studi di Regina Pacis itu, dihadiri oleh para orang tua wali, para kepala SMP mitra, unsur Komite, pengurus alumni, para guru dan civitas akademika.

Berita terkait:
‘Generasi Muda Jangan Malu Jadi Petani’ Pesan Kadis Pertanian Ngada di Regina Pacis
Siswa SMAK Regina Pacis Dilepas Pergi dengan Pesan Melawan Hoax

Pelepasan yang dikemas dalam acara perpisahan dengan perayaan misa kudus itu diramaikan pentas berbagai atraksi seni. Melalui ajang ini, siswa menunjukkan ‘kebolehan’ dalam mengolah seni, baik seni suara, tari, hingga seni bela diri.

Atraksi ini hanya sebagian kecil dari banyak kegiatan yang tergambar dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah itu, baik kegiatan akademik maupun non akademik. Pagelaran seni melepas para alumni ini menjadi semacam konfirmasi sekaligus pertanggung jawaban lembaga kepada orang tua dan publik yang telah memercayai anak-anak mereka dididik di lembaga ini.

Pada sambutannya, Kepala SMA Katolik Regina Pacis, Rinu Romanus mengatakan, “Saya tidak perlu omong panjang-panjang, karena kita semua tau segala aktivitas yang digeluti siswa selama studi di sekolah ini. Semua ditunjukkan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan akademik yang juga tergambar dalam pentasan siang ini.”

Dikatakan, berbagai prestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik merupakan bentuk pertanggung jawaban lembaga kepada orang tua yang sudah menitipkan anak di sekolah ini, dengan harapan besar agar anak menjadi pribadi berkarakter dan cerdas.

“Berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik yang sudah diraih melalui pengalaman belajar, itu semacam sambutan saya. Itu yang mau saya sampaikan. Tentu sebagai manusia kami guru penya kekurangan. Perjuangan kami tidak hanya sampai di sini, masih terus berlanjut jauh ke depan mendidik generasi bangsa dan daerah ini agar berkarakter dan cerdas,” papar Romanus.

Menurut Romanus, tujuan pendidikan bukan supaya anak kaya raya, tetapi memiliki kepandaian dan kebijaksanaan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak.
 
Kekuatan adalah keteladanan
Dalam pendidikan, kata Romanus tentu guru-guru menghadapi banyak kendala terhadap anak didik dengan berbagai karakter. Ada anak yang nakal. Namun itu bukan berarti mereka anak tidak baik. Tetapi mereka sedang membutuhkan perhatian dan cinta. Namun melalui keragaman karakter itulah guru terus ditantang untuk belajar dan menemukan kiat dalam mendidik. Kepala sekolah dan para guru akan terus diuji.

Hal yang paling ditakuti, demikian kata Romanus selama  dirinya menjadi kepala sekolah adalah siswanya. “Karena saya bicara disiplin, maka saya sendiri harus lebih dahulu disiplin diri. Pagi datang lebih awal dari siswa. Saya harus beri contoh. Kalau terlambat tentu saya malu, bukan kepada sesama guru tetapi malu kepada siswa. Karena siswa akan liat apa yang kita lakukan bukan apa yang kita bicarakan,” terangnya.

Melalui lembaga ini, anak dididik multi kecerdasan, agar setelah dia selesai studi – bahkan selesai studi di perguruan tinggi – kelak kembali ke masyarakat akan tau apa yang harus dikerjakan untuk membangun kehidupan. Setelah kuliah mau buat apa itu sudah harus tau. Bukan sudah pulang ke kampung baru bingung buat apa.

Kita perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. SDM bukan sekedar pendidikannya yang tinggi. Tetapi SDM juga soal cara pandang, etos kerja dan kecakapan hidup.

“Mimpi saya, tamatan Recis memiliki SDM itu sehingga bisa menemukan sesuatu, SDM sebagai alat untuk mengatasi berbagai masalah manusia. Jangan hanya biasa-biasa saja, tetapi harus menjadi pribadi yang luar biasa,” ujar Romanus.

Romanus berpesan kepada 320 alumni agar tidak hanya jadi orang berilmu, tetapi jadilah pribadi yang bijak, cerdas, dan jujur. Orang hebat bukan hanya punya ilmu, tetapi juga memiliki skils sehingga mampu bersaing. Ini era persaingan. Siapa yang tidak bisa bersaing dengan sendirinya akan ketinggalan bahkan tergilas.

Acara perpisahan diwarnai juga salam dan hormat  kepada para guru sembari menyanyikan lagi himne guru. Selanjutnya Ketua OSIS Adven Na'u mewakili kelas X dan XI memberikan kado kepada alumnus Recis yang segera dilepas itu sebagai angkatan 36, diterima Mantan Ketua OSIS angkatan itu, Rustom Kowe.

Saat menyerahkan kado yang berisi foto-foto istimewa Adven Na'u menitipkan pesan bahwa kado ini sebagai tanda yang selalu mengingatkan siswa kelas XII untuk menjadi alumni yang bermartabat yang selalu merasa terpanggil dan selalu ada kerinduan untuk kembali ke almamater tercinta dalam situasi yang berbeda. Beda dalam maksud sudah menjadi manusia yang sukses dan berguna bagi semua orang. 

Kado ini akan mengingatkan alumnus Recis agar selalu menjaga dan mencintai almamater. “Saat reuni dan pancawindu kami akan datang. Marilah kita saling dukung dalam doa dan terus menjadi anak Recis yang selalu menjadi garam dan terang dunia,” katanya. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :