Vigonews

Ibu Muda di Soa Tewas Gantung Diri Dicurigai Mati Tak Wajar



SOA, vigonews.com – Seorang ibu muda, Aurelia Doe Bei (25), warga Desa Masu Kedhi, Kecamatan Soa ditemukan tewas gantung diri.

Namun, polisi meragukan kematian korban akibat gantung diri. Disebut-sebut, ada beberapa indikasi yang memungkinkan korban meninggal bukan karena bunuh diri.

Diantaranya, posisi tempat tergantungnya korban meski agak tinggi, namun kakinya masih tersentuh di sebuah batu besar di bawahnya. Selain itu, lidah korban konon juga tidak menjulur seperti lazimnya orang tewas gantung diri.

Demikian juga, warga rupanya meragukan kematian korban dengan cara itu. Kematian Aurel dinilai tak wajar, karena ditemukan benturan benda tajam di bagian kepala dan tulang kering.

Korban diduga dibunuh sebelum digantung di pohon mangga depan pondoknya, kawasan kebun Wolonua. Itu karena saat ditemukan, wajah korban bersimbah darah.

Kematian ibu muda yang baru menikah sekitar lima tahun, namun belum dikaruniai anak itu, mengejutkan warga desa tetangga, Meliwaru, Jumat (13/04/2018).

Kapolsek Soa Ipda (Pol) Aloysius Wio kepada vigonews.com membenarkan korban ditemukan oleh suaminya sendiri, Emanuel Tena (28) dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Aparat kepolisian Sektor Soa, kata  Aloysius, segera setelah mendapat informasi menuju TKP. Saat olah TK ditemukan kejanggalan.
 
Aloysius Wio
Korban ditemukan tak bernyawa tergantung dengan seutas tali nilon (plastik) di pohon mangga depan pondoknya. Kakinya sedikit menyentuh pada batu di bawahnya.

Setelah olah TKP, korban kemudian divisum oleh dokter dari Puskesmas Soa. Hasilnya disebutkan ada tanda-tanda kekerasan. Pada bagian kepala dan kaki memar, yang diduga karena benturan benda tumpul.

Hanya, kata Aloysius yang didampingi Kasat reskrim Polres Ngada Ipda pol. Andre J.R. Simamora, S.IK, pakaian korban tak ada yang koyak.

Kasus itu, kata Aloysius, masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian Sektor Soa, guna mengetahui penyebab kematian korban. Hingga saat ini, tambah Aloysius pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian yang disebut gantung diri itu.

Saat ini suami korban sudah ditahan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Selanutnya dari suaminya, polisi membutuhkan keterangan terkait kematian istrinya itu. Karena yang menemukan korban adalah suaminya sendiri.

Ke rumah Saudara

Sebagaimana dituturkan Kapolsek Soa Aloysius Wio, Kamis (12/04/2018) malam, korban yang tinggal di Desa Masu Kedhi, pergi ke rumah saudaranya, Laurensius Ongo Lawe di desa Meliwaru.

Malam itu ada kumpul keluarga untuk syukur atas pengobatan salah seorang anggota keluarga yang sakit (orang dengan gangguan jiwa – ODGJ).

Ketika acara yang dihadiri banyak anggota keluarga itu sedang berlangsung, korban ijin untuk istirahat di kamar. Jelang makan malam keluarga kaget karena korban yang hendak dibangunkan justru tidak berada di kamar.

Suami korban bersama keluarga lain pun bergegas mencari ke sekitarnya. Bahkan, kata Aloysius, suami korban cari ke rumahnya di desa Masu Kedhi, namun sia-sia, tidak menemukan korban.

Baru keesokan harinya, pagi-pagi, Emanuel Tena (ET), suaminya mencoba mencari ke kebun sekitar 3 km dari Meliwaru. Dia terkejut karena menumukan istrinya tak bernyawa lagi dengan cara gantung diri di pohon mangga depan pondok.

Suami korban kemudian menyampaikan peristiwa itu kepada keluarga besar. Keluarga bersama warga desa yang penasaran pun menuju ke TKP.

Ketika aparat kepolisian olah TKP menunjukkan, korban tergantung pada dahan pohon mangga agak tinggi, namun kaki masih tersentuh pada sebuah bongkahan batu cukup besar.

Tali pengikat pada leher cukup rapi. Hanya memang ada kejanggalan. Biasanya jika meninggal karena gantung diri lidah menjulur dan ada keluar cairan. Namun dalam kasus ini tidak ada tanda-tanda itu.

Justru wajah korban setelah dicermati bersimbah darah. Kemudian setelah diperiksa ada benturan benda tajam pada bagian kepala dan kaki.

Mungkin kejadian itu baru sekitar tiga atau empat jam sebelumnya. Meski jasad korban kaku, namun darah terlihat masih segar.

Kasus ini, kata Aloysius masih dalam lidik pihak kepolisian. Melihat tanda-tanda itu korban bisa saja meninggal bukan saja karena gantung diri. Namun pihaknya belum mendapatkan petunjuk, karena masih dalam lidik.

“Kita masih terus mengembangkan penyelidikan, termasuk mungkin ada saksi yang mengetahui korban keluar rumah malam itu. Jadi kita minta kepada keluarga beri kesempatan kepada pihak kelolisian melakukan proses ini,” kata Aloysius.

Korban kini sudah di rumah duka untuk rencana pemakaman. Namun karena ini meninggal tidak wajar, secara budaya akan diupacarakan secara khusus sebagai ‘golo’ – mati tak wajar atau sebelum waktunya. (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :