Vigonews

‘Generasi Muda Jangan Malu Jadi Petani’ Pesan Kadis Pertanian Ngada di Regina Pacis




BAJAWA, VIGONEWS.COM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Paskalis Wale Bai mengingatkan generasi muda agar jangan malu jadi petani. Demikian dikemukakannya ketika menyampaikan sambutan mewakili orang tua siswa kelas XII SMA Katolik Regina Pacis, Selasa (17/04/2018).

Berita terkait:
Siswa SMAK Regina Pacis Dilepas Pergi dengan Pesan Melawan Hoax
Kepala SMA Katolik Regina Pacis Paling Takut Soal yang Satu ini

Menurut Paskalis, tidak semua siswa yang dilepas pada tahun pelajaran 2017/2018 ini melanjutkan kuliah. Karena itu dia berpesan agar setelah kembali ke masyarakat tidak malu menjadi petani.

“Setelah tamat jangan malu pulang kampung, dan jangan malu menjadi petani, karena Tani adalah tiang agung nasional Indonesia,” tegas Paskalis.

Tani, kata Paskalis menghidupkan banyak orang. Tani bukan orang bodoh. Tani bukan miskin. Tani bukan kaum lembah. Tetapi tani adalah orang yang kuat. Merekalah tiang bagi kehidupan banyak orang.

“Tani zaman now harus menjadi manajer usaha tani, yang terus belajar dan berinovasi sehingga terus berkreativitas membangun kehidupan,”kata Paskalis yang disambut aplaus para siswa, guru dan para undangan yang hadir dalam acara perpisahan siswa kelas XII di SMA Katolik Regina Pacis.
 
Paskalis Wale Bai
Kekuatan Sekolah

Sementara Paskalis Wale Bai ketika menyampaikan sambutan mewakili orang tua siswa memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada kepala sekolah, para guru, tenaga tata usaha di sekolah ini dan semua pihak yang telah mendidik, membimbing, mengajar anak-anak sehingga memiliki kepribadian yang baik dan cerdas.

Paskalis juga mengatakan, di sekolah ini, anak dibentuk dengan pendidikan karakter melalui pengembangan kemampuan akademik dan non akademik. Dua aspek ini telah menjadi kekuatan sekolah ini untuk meletakan dasar pengembangan mutu.

Kepada para siswa yang purna belajar di sekolah itu, Paskalis mengatakan, Recis sudah membuat banyak orang hebat, termasuk para siswa yang akan dilepas pergi dari sekolah ini. Sekarang giliran kalian harus membuat diri hebat karena kalian sudah dibentuk di almamater ini menjadi pribadi unggul yang dibekali dengan nilai dan karakter.

“Saya salut dengan para guru di sekolah ini yang sangat tabah membentuk pribadi-pribadi yang unggul meski  mereka kadang dibuat pusing oleh banyak siswa yang nakal. Saya sendiri sebagai orang tua pernah dipanggil sekolah ini 3 – 4 kali karena kelakuan anak saya. Namun sampai di titik batas, anak saya bisa menyelesaikan studi dengan baik. Itu karena ketabahan para guru yang membentuk dengan penuh kasih sayang,” beber Ali.

Peristiwa ini, tambah Paskalis, dipahami sebagai peristiwa cinta, karena anak-anak dibimbing sampai selesai tanpa pandang siapa mereka. Recis dikenal karena mutu, karena guru-gurunya yang mampu membentuk siswa dengan kasih.

Mengakhiri sambutannya, Paskalis mengutip Kitab Amzal, 17:6: “Mahkota orang tua adalah anak cucu, dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.” (ed)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :