Vigonews

Di antara 'Sagi' dan 'Etu' ada Marselinus Ajo Bupu



Marselinus Ajo di arena tinju adat Soa memberi suport, juga memberi kesejukan dalam  memupuk persaudaraan -  

SOA, vigonews.com – Tinju adat di Kampung Piga, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada menyedot perhatian publik. Selain masyarakat Soa, para penonton datang dari Ibu kota kabupaten Ngada, Bajawa ,Bajawa utara, Wolomeze, dan Kabupaten Nagekeo.

Gelar tinju tradisional yang berlangsung di kampung Piga, Soa, Senin (09/04/2018) dihadiri Mantan Ketua DPRD Nagekeo yang kini salah satu Calon Wakil Bupati Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu, berpasangan dengan Paul Nuwa Veto.

Berita terkait:
Keunikan Tinju Adat Perempuan Soa
Ritual ‘Sogo’, Nyepi Sejam di Soa
Kesederajatan Perempuan & Laki-laki dalam Ritual Adat Tinju di Soa
Tinju Adat Soa Daya Tarik Wisata Budaya

Di arena tinju adat ini sesama saudara dari Boawae bertarung dalam etu dan sesama saudara dari Soa bertarung dalam sagi. Beda nama tetapi aksi dan makna menguatkan tali sliaturahmi antara warga kedua daerah. Di antara sagi & etu, kedua masyarakat menyatu – saling beradu tangkas – Marselinus  Ajo hadir dalam momen persaudaraan itu.

Marselinus Ajo yang akrab disapa Sely Ajo terlihat duduk di panggung paling depan didampingi Penjabat Kepala Desa Piga Henwigis Petrus Mawo Wio atau yang biasa disapa  Edy Wago, Mathias Rema Esi yang juga bakal Caleg tahun 2019, para tokoh masyarakat baik dari  Soa maupun dari Boawae, Nagekeo.
 
Sagi, Keras dalam pukulan, manis dalam rangkulan 
Marsel sesekali terlihat menghampiri para petinju adat, baik yang akan bertarung maupun yang sudah usai. Dia tampak mondar-mandir dari tempat duduknya ke tengah kampung, tempat laga tinju adat (sagi) dekat Ngadhu. Selain memberi support, dia juga mengingatkan bahwa etu atau sagi adalah momen adat yang mempererat persaudaraan. Karena itu, kata dia harus tetap dijaga keharmonisan.

Diajak bincang-bincang sejenak, Sely tempak tetap antusias menyaksikan pertarungan demi pertarungan. Namun, dia tetap melayani vigoews.com yang duduk di sampingnya. “Saya suka dengan tinju sejak kecil. Bukan tinju olahraga, tetapi tinju yang adalah ritual adat. Kami di Boawae dengan teman-teman di Soa sama sama punya ritual yang sama. Kalau boawae bilang etu sedangkan di Soa ini disebut sagi,” kata Sely Ajo.

Menurut dia, sejak dulu sudah terjalin slaturahmi antara Soa dan Boawae dalam pertemuan ritual etu  dan sagi. Ritual beda nama namun memberi makna yang sama. Karena kata dia, sagi dan etu  sama-sama bermakna syukur panen yang disimbolkan dengan darah. Karena itu, dalam ritual yang tampak ‘keras’ ini selalu ada darah. Darah adalah symbol kesuburan. Warga mensyukuri hasil panen dan melalui ritual yang sama menaruh harapan yang sama pula agar hasil panen berikutnya melimpah.
 
Marselinus Ajo (kedua dari kanan) ikut menyaksikan ritual sagi di Soa, bersama para tokoh masayarakat
Sehubungan dengan itu, kata Sely, kalau di Boawae etu harus dilaksanakan pada waktu yang tepat, tidak boleh terlalu cepat dan tidak boleh terlalu lambat. Semua disesuaikan dengan siklus kalender adat masyarakat - dalam bercocok tanam. Biasanya setelah etu warga mulai melakukan kegiatan segangura (siap lahan); joki (menanam), sepa uta (makan sayuran yang baru) dan seterusnya.

Tinju juga momen dimana mempererat persaudaraan. Di sini semua bertemu dengan sesama saudara, teman meski beda budaya. Melalui tinju orang muda belajar sportif dan kesabaran melalui pertarungan demi pertarungan. “Jadi melalui tinju tradisional sebenarnya kita melakukan penguatan terhadap sendi-sendi kehidupan sosial, dan melalui tinju kita belajar selesaikan masalah,” kaya Sely Ajo.

Sementara Penjabat Kepala Desa Piga, Hendwigis Petrus Mawo Wio atau yang akrab disapa Edy Wago memberi apresiasi kepada sasama saudara dari Boawae Nagekeo yang ikut meriahkan tinju di kampung Piga. Secara khusus Edy memberi apresiasi kepada Mantan Anggota DPRD Nagekeo, Marselinus Ajo yang hadir dengan sesama saudara dari Boawae. “Ini memang sarana yang efektif bagi kita untuk mempuk persaudaraan,” kata Edy.***

Editor: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :