Vigonews

668 Siswa dari 10 SMK di Ngada Ikut UNBK



 Sebanyak 668 siswa dari 10 SMK di Ngada ikuti UNBK serentak -  

BAJAWA, vigonews.com - Sebanyak 668 siswa dari 10 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ngada mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung Senin (02/04/2018) – Kamis (05/04/2018).

UNBK tersebut dilaksanakan di empat satuan pendidikan, masing-masing di SMK Sanjaya dan SMK PGRI Bajawa yang sudah dua tahun melaksanakan UNBK dan SMKN Aimere  serta SMKN Riung yang baru pertama laksanakan UNBK. 

Sementara enam SMK di antaranya, pelaksanaan UNBK masih bergabung dengan empat SMK yang ada mengingat belum memiliki fasilitas komputer dan masalah teknis lainnya.

Demikian penjelasan Ketua MKKS SMK se-Kabupaten Ngada, Andreas Rema menjawab vigonews.com di Bajawa, pada hari pertama pelaksanaan UNBK, Senin (02/04/2018). Dikatakan, Andreas, mulai tahun ini semua SMK sudah harus menyelenggatakan UNBK serentak sesuai arahan pemerintah pusat, baik yang sudah siap maupun yang belum.

Pelaksanaan UMBK tahun ini dipusatkan di SMK Sanjaya Bajawa bersama 4 SMK lainnya, yakni: SMK St. Agustinus Mataloko 27 siswa, SMK Bamanso 33 siswa, SMK Reformasi Wue 16 siswa dan tuan rumah SMK Sanjaya 278 siswa.

Pelaksanaan UNBK di SMK PGRI Bajawa diikuiti 4 SMK, yaitu: SMKN Batara 33 siswa, SMKN Jerebu'u 27 siswa, SMK St. Yosep Soa 20 siswa dan tuan rumah SMK PGRI Bajawa 92 siswa. Sementara SMKN Riung dan SMKN Aimere yang juga baru pertama UNBK dapat menyelenggarakannya di satuan pendidikan masing-masing, dengan peserta SMKN Riung 24 siswa dan SMKN Aimere 85 siswa.

Terkait dengan penyelenggaraan UNBK di masing-masing satuan pendidikan yang belum semua bisa laksanakan, menurut Andreas dari strategisnya diserahkan kepada masing-masing MKKS. "Untuk di Ngada kita sudah arahkan agar mulai tahun 2018 dapat menyelenggarakan UNBK semuanya," jelas Andreas.
 
Andreas Rema
Dikatakan Andreas, selaku Ketua MKKS dirinya sudah memberi saran bahwa tahun 2018 sudah dapat menyelenggarakan UNBK di satuan pendidikan masing-masing. Namun karena masih ada kendala selain, SMK Sanjaya dan SMK PGRI Bajawa yang sudah dua tahun melaksanakan di satuan pendidikan masing-masing dapat menjadi tempat bagi SMKN lainnya. Sementara, SMKN Aimere dan SMKN Riung untuk pertama kali laksanakan UNBK di satuan pendidikan masing-masing mulai tahun ini.

Enam sekolah SMK di bawah MKKS Ngada yang belum siap siap itu, kata Andreas bergabung pelaksanaan UNBK dengan SMK Sanjaya dan SMK PGRI Bajawa. Hal itu karena belum memiliki kelengkapan peralatan komputer dan server serta jaringan telekomunikasi. "Kalau listrik kita masih ada alternatif pinjam genset. Tetapi fasilitas lainnya memamg masih harus disiapkan," paparnya.

Untuk SMKN Riung dan SMKN Aimere yang tahun ini pertama kali laksanakan UNBK, tambah Andreas, pihaknya membantu tenaga teknis sehingga di dua sekolah itu UNBK berjalan lancar.

Sehubungan dengan penyelenggaraan UMBK serentak, Andreas mengatakan semua berjalan lancar. Itu karena sebelumnya sudah dilakukan persiapan melalui simulasi secara nasional sebanyak tiga kali untuk para operator, teknisi maupun para peserta itu sendiri.

Di SMK Sanjaya sanjaya, kata Andreas pelaksanaannya tidak ada kendala. Malah ujian berbasis komputer yang sudah dilaksanakan di sekolah ini dua tahun sebelnya sudah diterapkan pada ujian semester, karena memang sekolah ini sudah memiliki fasilitas memadai.

Sementara kepala SMK St Agustinus Mataloko, Wihelmus Suni menjawab vigonews.com memberi apresiasi karena meski sekolahnya baru pertama kali, namun bisa ikut dengan baik.

SMK St. Agustinus kata Mus demikian dia biasa disapa, baru pertama kali laksanakan UNBK karena ini sekolah baru. Namun dirasakan dengan UNBK jauh lebih murah dan efektif. Karena itu pihaknya sedang berupaya agar tahun depan sekolahnya sudah memiliki server dan perangkat komputer agar dapat menggelar UNBK di satuan pendidikan masing-masing.
 
Para siswa mengikuti UNBK di SMK Sanjaya Bajawa
Lebih Murah

Di bagian lain Andreas mengemukakan bahwa pelaksanaan UNBK jauh lebih murah. Dia membandingkan jlka pada ujian berbasis kertas dan pinsil sekolahnya dengan 200 siswa atau lebih bisa menyedot total biaya sekitar Rp 90 juta setiap tahun, maka dengan UNBK jauh lebih hemat hanya sekitar Rp 30 juta atau lebih.

Selain biaya penyelenggaraan yang lebih murah waktu lebih efektif untuk siswa mengerjakannya. "Pada ujian berbasis kertas siswa sering kelabakan karena kerja belum selesai waktu sudah berakhir. Karena lama bolak-balik kertas dan proses menghitamkan lembar jawaban. Namun dalam UNBK siswa tinggal baca dan klik," Urai Andreas.

UNBK tingkat SMK yang dilaksanakan serentak sejak Senin (02/04/2018) berlangsung hingga Kamis (05/04/3018). ***

Editor: Emanuel Djomba

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :