Vigonews

35 Siswa SMAK Regina Pacis Bajawa Lolos SNMPTN, Seorang Universitas Indonesia



BAJAWA, VIGONEWS.COM –  Tahun 2018, sebanyak 35 siswa SMA Katolik Regina Pacis (Recis) lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di sejumlah perguruan tinggi negeri. Salah seorang siswa lolos seleksi masuk Universitas Indonesia.

Sebanyak 31 lolos di Universitas Nusa Cendana Kupang, sedangkan empat diantaranya masing-masing di Universitas Cenderawasih, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Malang dan Universitas Sam Ratulangi Menado. Ini prestasi yang membanggakan dan menempatkan SMAK Regina Pacis sebagai salah satu sekolah yang berkualitas.

Baca juga:
Ini Dia 35 Siswa SMAK Regina Pacis Bajawa Lolos SNMPTN

Lolosnya puluhan siswa ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri(PTN) ini, mematahkan ‘klaim’ yang berhembus di Ngada selama ini bahwa, hanya  sekolah menengah negeri-lah  yang memiliki kans masuk PTN. 

Ternyata, status sekolah apakah itu swasta atau negeri bukan menjadi kendala bagi siswa jika memiliki kemampuan. Apalagi setelah dua kali akreditasi dalam waktu 10 tahun terakhir, Recis tercatat sebagai sekolah swasta terakreditasi A. Jadi, dengan predikat ini tidak ada lagi dikotomi negeri dan tidak negeri.

Fakta ini sekaligus memperpanjang deretan siswa SMAK Regina Pacis Bajawa  yang lolos ke PTN  selama empat tahun terakhir ini.

Hingga tahun keempat – sejak 2014/2015, sudah tercatat sebanyak 131 orang melewati ‘lubang jarum’ SNMPTN yang menjadi dambaan setiap SMA. Sejak tahun itu, lembaga ini meloloskan siswanya ke PTN sebanyak 22 siswa. Bukan berarti tahun sebelumnya tidak ada. Hanya,  sejak tahun 2014/2015, yang berhasil masuk PTN jumlahnya cukup signifikan dan mulai dipantau sekolah ini.

Tahun 2014/2015  ada 22 siswa lolos ke PTN, tahun berikutnya 2015/2016 naik menjadi 33 orang dan pada tahun 2016/2017 lalu naik menjadi 41 orang. Sementara tahun 2017/2018, meski menurun  tetapi 35 siswa sekolah ini lolos seleksi PTN yang dinilai cukup pelik dan memerlukan kemampuan lebih dari para siswa.
 
Rinu Romanus
Lolosnya 35 siswa angkatan 36 dari SMA Katolik Regina Pacis ini, meski secara kuantitas menurun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 41 orang, namun jumlah ini jutru membanggakan Kepala Sekolah Rinu Romanus, para guru dan segenap civitas akademika.

Apresiasi kegembiraan itu ditunjukkan setelah mendapat informasi lolosnya 35 siswa itu yang diumumkan secara online. Kabar ini diterima dengan sukacita oleh keluarga besar SMAK Regina Pacis Bajawa, Selasa (17/04/2018) malam.

Kepala Sekolah, Rinu Romanus, yang dimintai komentar vigonews.com, Selasa (17/04/2018) malam memberi apresiasi dan profisiat kepada 35 siswa yang berhasil lolos seleksi dari sekitar 100 siswa yang mengikuti seleksi. Kepada yang belum beruntung, Romanus juga menyampaikan apresiasi karena berani mengikuti seleksi.

Bagi Rinu Romanus, sukses atau tidaknya seleksi SNMPTN tetap memiliki nilai tersendiri. Yang belum beruntung  tetap mendapatkan pengalaman tersendiri sebagai spirit dalam melanjutkan perjuangan di mana saja dan kemana saja.

Dikatakan Romanus, dirinya bangga  kepada setiap siswa yang telah meninggalkan almamater. Yang lolos perguruan tinggi negeri tentu perlu dibanggakan, karena menjadi pembuktian sekaligus tau peta  sekolah ini berada pada posisi mana. Sejauh mana mutu sekolah ini dari tahun ke tahun. Parameter untuk mengukur para guru dan semua yang terlibat di sekolah ini.

“Kita juga tetap berbangga kepada siswa yang bisa terserap di berbagai perguruan tinggi swasta. Bahkan mungkin sebagian besar yang belum atau tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, saya tetap membanggakan mereka. Karena saya yakin dengan pendidikan karakter dan nilai yang sudah ditanamkan  akan menjadi roh dalam meraih sukses mereka.” Papar Romanus.

Itu artinya pengembangan sumber daya manusia yang sering didengungkan dapat terwujud. Bicara SDM, kata Romanus, bukan semata pendidikan yang tinggi, tetapi soal perubahan cara pandang, memiliki etos kerja dan skils yang mumpuni untuk hidup.

Kepada para siswanya yang tamat namun tidak melanjutkan pendidikan ke PT, Romanus mengatakan, tidak perlu berkcil hati. Spirit sukses menyertai mereka semua. Kuncinya adalah tekun dan fokus, dan jangan pernah berhenti belajar. Artinya tidak lanjut kuliah bukan berarti berhenti belajar. Sebaliknya jika ingin sukses jangan pernah berhenti belajar.

Selain itu, nilai dan karakter yang sudah terbentuk selama di almamater menjadi spirit yang sangat kuat dalam meraih sukses. Ini menjadi bekal dalam berwira usaha dan jadilah pemenang.
 
Tim debat SMA Katolik Regina Pacis ikut debat di UI tahun lalu
Membuka Pintu

Sementara, salah seorang siswa,  Klaudia Anastasia Deda berhasil lolos seleksi di Universitas Indonesia. Menurut Romanus, lolosnya Klaudia seperti kunci pembuka pintu UI bagi siswa asal Regina Pacis yang selama ini bagai tertutup erat.

“Ini mimpi Regina Pacis sejak delapan tahun lalu. Setelah bertahun-tahun membenahi sekolah ini di sana sini, kini saatnya kita membenahi mutu baik secara akademik maupun berbagai prestasi non akademik,” ujar Romanus yang tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.

Menurut Romanus, saat inilah waktunya mulai membuka ‘pintu’ Universitas Indonesia bagi siswa Regina Pacis. Dia berharap di tahun-tahun berikutnya akan ada terus siswa yang lolos di universitas yang menjadi ikon pendidikan Indonesia di mata dunia itu. Dan, di PTN ini generasi muda dari seluruh Nusantara berpcu masuk di sana.

Dari dulu, lanjut Romanus, memang banyak juga siswa yang seleksi ke PTN ini namun selalu tidak lolos. Dan sekarang pada usia ke-36 tahun, ada siswa Regina Pacis yang berhasil lolos seleksi masuk PTN ini.

Romanus memberi apresiasi dan memuji atas kerja keras para guru yang tidak jemu-jemunya memberi perhatian dan pendampingan kepada para siswa. Dari tahun ke tahun selalu diuji, serta menemukan strategi-strategi dalam mengisi kemampuan siswa baik akademis maupun non akademis.

Peningkatan mutu, jelas Romanus juga dimanfaatkan oleh sekolah ini memanfaatkan berbagai ajang kompetisi, baik tingkat lokal, provinsi bahkan hingga tingkat nasional. Aura Recis bakal lolos ke UI sepertinya mulai nampak sejak mengikuti dua ajang kompetisi debat tingkat nasional.
 
Klaudia Anastasia Deda (kanan) saat debat UI
Recis tak menyia-nyiakan momen ini. Dua kali dalam dua tahun Recis mengirim tem debat andalannya mengikuti kompetisi yang digelar di universitas terbaik di Indonesia ini. Dari kompetisi ini, Recis memosisikan diri masuk 20 besar nasional.

SMAK Regina Pacis memaknai prestasi ini sebagai berkat Tuhan dan kerja keras semua pihak di dalamnya. “Karena itu kita menyukuri atas prestasi ini sebagai anugerah. Karena dalam berkat Tuhan, semua kerja keras dan pengabdian yang dipersembahkan dengan hati membuahkan hasilnya,” kata Romanus.

Sementara salah seorang guru, Bonefasius Zanda yang dikonfirmasi vigonews.com mengatakan sangat bersyukur karena 35 siswa sekolahnya lolos seleksi SNMPTN. Boy, begitu Bonefasius biasa disapa tak mampu menyembunyikan rasa sukacitanya karena salah seorang diantara siswa itu lolos di Universitas Indonesia.

Boy memang mendambakan agar ada siswanya bisa masuk di salah satu universitas ternama di tanah air itu. Kebahagiaan Boy seakan lengkap setelah tahun lalu mendampingi tim debat Recis menjajal kemampuan intelektual para siswa dari berbagai provinsi Indonesia di UI. (ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :