Vigonews

Sekolah dengan Program ‘Takola’ Diresmikan



Salah seorang siswa SDI Rutosoro meniupkan alat musik tradisional dari bambu sebagai rasa sukacita peresmian sekolahnya yang direhab melalui program Takola

BAJAWA, vigonews.com – Dua sekolah (SD) di Kecamatan Golewa yang dibiayai program Tata Kelola Sekolah (Takola), Selasa (20/03/2018) diresmikan. Itu dua dari Sembilan SD di kecamatan ini yang dibiayai program Takola, dan dua dari 25 SD di Ngada tahun anggaran 2017.

Baca juga: Takola, Bangun Gedung Sekolah Libatkan SMK

Dua gedug sekolah itu diresmikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo, didampingi Kabid Dikdas Felix Goja serta staf lainnya dan tim Takola Klemens Wona dari SMK Sanjaya Bajawa, di tempat terpisah. Masing-masing SDN Hedhazita di Desa Sarasedu 1 dan SDI Rutosoro di desa Ekoroka.
 
Siswa SDN Hedhazita senang sudah pindah dari sekolah darurat sebagaimana tampak dalam gambar

Di SDN Hedhazita, Kadis Sensi Milo menadai peresmian gedung sekolah yang masuk kategori rehab berat dengan memotong pita, sementara Kabid Dikdas Felix Goja menyingkap selubung prasasti.

Kehadiran Kadis dan rombongan pendidikan disambut oleh sekitar 70 siswa sekolah itu. Siswa mengucapkan yel yel dan nyanyian sebagai rasa sukacita mereka atas gedung baru, setelah sebelumnya hampir sepuluh tahun menerima pelajaran di ruang darurat berdinding pelupu.

Kadis Sensi Milo juga meninjau lima ruang kelas yang baru direhap dengan total biaya Rp 482.392.000 itu. “Mulai hari ini siswa sudah bisa menggunakan ruangan yang baru. Kita berharap ruangan kelas yang sudah direhap ini memberi rasa nyaman kepada siswa untuk belajar,” ujar Sensi Milo dihadapan para guru, siswa, komite dan Camat Golewa Kanisius Logo.
 
Gedung baru SDN Hedhazita yang direhap melalui program Takola
Baik di SDN Hedhazita maupun di SDI Rutosoro, Kadis Sensi Milo mengingatkan, agar dengan adanya fasilitas gedung yang semakin baik dan lengkap harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan. “Kalau sebelumnya mereka belajar di gedung yang reot, kini beralih ke tempat yang bagus dan nyaman. Begitu juga kualitas harus ikut berpindah kea rah yang lebih baik,” katanya.

Di katakan, ada di banyak tempat malah tidak mempunyai fasilitas gedung belajar yang baik. Karena itu patut bersyukur jika di sini ada gedung dan fasilitas yang memadai. “Nanti ke depan siswa seperti apa tergantung pada kreativitas dan kiat inovasi para guru, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada,” imbuhnya.

Kepala SDN Hedhazia Laurensius Bae pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang menaruh perhatian terhadap masalah fasilitas gedung sebagai sarana penunjang utama pendidikan.
 
Kadis Pendidikan Visensius Milo meresmikan gedung SDI Rutosoro yang baru selesai direhab
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Takola dari SMK Sanjaya Bajawa yang menjalankan tugasnya dengan baik sejak survey, pengiriman data sekolah melalui aplikasi Takola ke Kemendikbu hingga pengawasan pengerjaan berjalan lancar sampai terbangunnya gedung ini.

Sementara Tim Takola Klemen Wona selain menjelaskan tentang program Takola, dia merespons partisipasi masyarakat di sekolah-sekolah yang dibiayai dengan program ini. Menurut dia, partisipasi masyarakat menjadi salah satu persayaratan dalam menyukseskan program Takola, karena penanganannya dengan system swakelola – bantuan 65 persen dan partisipasi 35 persen.

Sementara di SDI Rutosoro, Kadis Vinsensius Milo juga meresmikan penggunaan gedung setelah direhab dengan program Takola yang ditandai dengan potong pita dan singkap selubung prasasti. Di sekolah itu, Kadis diterima Kepala Sekolah Maria Muga, para guru dan lebih dari 100 siswa. Peresmian gedung sekolah itu diramaikan dengan iringan musik suling yang memang menjadii ciri kas sekolah ini.
 
Seremonial peresmian gedung baru SDI Rutosoro diramaikan dengan musik suling oleh siswa sekolah ini
Kadis Sensi Milo juga meninjau ruangan demi ruangan di sekolah yang tampak megah itu. Gedung sekolah ini direhab dengan program Takola dengan harapan menjadi sarana yang layak untuk siswa belajar.

Dalam laporan panitia, gedung sekolah dengan tingkat kerusakan mencapai 58 persen, ini direhab menghabiskan dana bantuan Takola  Rp 459.930.000 dari APBN. Selain itu juga melibatkan partisipasi masyarakat.

Di bagian lain, Kadis Sensi Milo sempat mengingatkan agar pelaku-pelaku pendidikan juga yang ada di desa bekerja dengan ikhlas demi membangun kualitas anak bangsa. “Kita yang bekerja di bidang pendidikan harus bebas dari kepentingan dan tendensi apapun, kecuali untuk meningkatkan mutu pendidikan demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya. 

Untuk diketahui, pembangunan sarana dan prasarana SD  oleh Kemendikbud akan dikawal sepenuhnya oleh system aplikasi Takola (Tata kelola sekolah). Di kabupaten Ngada pembangunan sarana dan prasarana ini sudah mulai dilaksanakan tahun 2017, dan hingga saat ini sudah 25 sekolah yang dibangun dengan system ini.

Program ini di Kabupaten Ngada bersinergi dengan revitalitasi SMK Sanjaya Bajawa, yakni dengan memanfaatkan SDM dari SMK yang memiliki kompetensi keahlian Teknik Bangunan. Hasil pemetaan, verifikasi, hingga proses pembangunan akan dimasukkan dalam sistem aplikasi Takola yang telah dipersiapkan.

Dengan adanya aplikasi Takola SD ini diharapkan data sarana dan prasarana yang dihasilkan lebih akurat, sehingga nantinya tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.(edj)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :