Vigonews

Plt. Bupati Ngada, Paulus Soliwoa Buka RAT ke-35 Kopdit Sangosay



Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa membuka RAT ke-35 Kopdit Sangosay -  

BAJAWA, vigonews.com – Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke- 35 Kopdit Sangosay dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Jumat (23/03/2018) malam di aula Jon-Tom Bajawa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan misa kudus yang dipimpin oleh RD. Daniel Aka, Pr, Ketua Yasukda, jumat petang itu, diikuti utusan dari berbagai cabang yang datang dari Sembilan kabupaten di NTT, seperti Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Barat  Daya, Belu dan Kupang.

Aula Jon-Tom rupanya tak cukup menampung anggota, manajemen dan pengurus yang hadir, sehingga panitia pun harus menambah kapasitas tempat duduk dengan membangun tenda sekitar aula.
 
Paulus Soliwoa
Sebelum dibuka secara resmi, hadirin menyambut kedatangan Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa yang didampingi Kepala Dinas Koperasi Propinsi NTT yang juga Penjabat Bupati Nagekeo Kosmas Lana, Ketua Kopdit Flores Mandiri Martinus Madha, dan sejumlah pejabat. Rombongan disambut dengan paduan suara meriah dari SMA Katolik Regina Pacis, Bajawa ketika memasuki aula John-Tom.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan, pertumbuhan kooperasi di Ngada dan NTT pada umumnya  ikut menurunkan angka kemiskinan. Karena itu,  pemerintah terus mendorong perkembangan koperasi yang ada di Kabupaten Ngada.

Sebagaimana kultur orang Ngada yang suka tolong-menolong, telah menjadi spirit anggota koperasi untuk saling menolong yang susah. “Melalui koperasi orang miskin bisa saling menolong satu sama lain,” kata Soliwoa disambut aplaus hadirin.

Dalam kaitan dengan ini, Paulus Soliwoa mengatakan, pemerintah menyadari bahwa koperasi sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian agar koperasi mampu bersaing secara sehat dengan berbagai lembaga keuangan yang ada.
 
Para anggota yang hadir RAT
Pentingnya Pendidikan dan Latihan

Paulus Soliwoa juga menekankan pentingnya pendidikan dan latihan dalam kehidupan berkoperasi sebagai wahana bagi koperasi dalam menghadapi persaingan secara sehat. “Koperasi hendaknya memberi perhatian lebih pada bidang pendidikan dan latihan, baik bagi karyawan, manajemen, pengurus maupun anggota kopdit,” katanya.

Melalui pendidikan dan latihan, kata Paulus Soliwoa, dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) anggota dan manajemen, seperti: mendampingi anggota dalam usaha dan keuangan. Melalui pendidikan dan latihan pula,  suatu organisasi akan dapat bertahan dan kuat dalam menghadapi persaingan antar lembaga keuangan di era globalisasi dan pasar bebas.

Pada kesempatan itu Paulus Soliwoa memberikan beberapa catatan penting, bahawa kopdit Sangosay harus mampu mengakses keluarga miskin dan keluarga muda; mengembangkan produk simpanan dan pinjaman dari hasil aspirasi anggota dengan mengedepankan aspek pemberdayaan;  kopdit harus juga  berkembang sebagai lembaga pendidikan dan pembelajaran bukan sekedar lembaga keuangan semata.

Ditambahkan Soliwoa, RAT harus merupakan kesempatan anggota memberi catatan kritis, obyektif dan rasional terhadap kinerja tahun buku sebelumnya dengan semangat kekeluargaan. Dan, kepada pengurus terus meningkatkan kinerja secara bertanggung jawab; kepada anggota terus meningkatkan budaya menabung, mengangsur pinjaman tepat waktu sehingga kopdit ini berkembang dengan baik.

Spirit Para Pendiri

Di Bagian lain, Ketua Koperasi Sekunder Flores Mandiri, Martinus Madha mengajak untuk menoleh ke 35 tahun sebelumnya sebagai titik awal perjuangan menjadi besar seperti sekarang ini. “Kita tidak kembali ke masa lalu, tetapi kita selalu berkesempatan untuk belajar dari spirit para pendiri yang telah membuat kopdit Sangosay menjadi kopdit besar,” kata Martinus.

Dikatakan, Spirit para pendiri yang sudah meletakan dasar yang kuat perlu digelorakan terus-menerus. Semangat mereka yang visioner akan terus menguatkan pengurus, manajemen dan anggota membawa kebesaran kopdit ini ke masa depan sehingga kehidupan berkoperasi menjadi kekuatan bagi masyarakat.
 
Rinu Romanus
Daya Tahan

Ketua Kopdit Sangosay, Rinu Romanus dalam sambutannya mengatakan, daya tahan dan keberlanjutan kopdit Sangosay sangat ditentukan oleh peran aktif dari semua komponen, baik fungsionaris maupun anggota, yang diikuti dengan kesiapan profesionalitas SDM Kopdit.

Kopdit, kata Romanus harus memiliki kemampuan berdaya saing dengan berpijak pada empat pilar kopdit, yakni: swadaya, pendidikan, solidaritas dan inovasi.

Rinu Romanus juga melaporkan, bahwa  Kopdit Sangosay hingga tahun buku 2017 beranggotakan  47.353 yang tersebar di Sembilan kabupaten di NTT. Keadaan tahun buku 2016 anggota sebanyak 37.646 orang, jadi ada pertumbuhan anggota sebanyak 9.889 pada tahun buku 2017, dengan pertumbuhan anggota mencapai 26,27 persen. Sementara asset berjumlah Rp 468.961.967.939 pada tahun buku 2016, naik menjadi Rp 577.502.996.674 pada tahun buku 2017.

Sementara, Ketua panitia RAT Kopdit Sangosay tahun 2018 Lipus Lusi ketika dikonfirmasi vigonews.com mengatakan, RAT tahun ini mengusung tema “Membangun Komitmen Aksi Bersama Mewujudkan Sangosay yang Aman, Terpercaya dan Berkelanjutan”.

Lipus menambahkan ada 17.000 anggota dari 12 cabang yang tersebar  di sembilan kabupaten yang hadir pada RAT kali ini, dimana menjadi momen syukur atas kerja keras anggota, dan momen berkumpul dalam susana penuh kekeluargaan. 

RAT dibuka sehari sebelumnya dengan misa kudus dan seremonial pembukaan, dengan maksud pelaksanaan inti RAT berjalan efektif pada hari besoknya, Sabtu (24/03/2018).***

Laporan:
Emanuel Djomba, Uno Ingnatio Ignamari dan Boy Zanda dari RAT Sangosay

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :