Vigonews

Persaudaraan Fransiskus Xaverius Boawae Gelar Pertemuan Alumni Juni 2018

Persaudaraan Fransiskus Xaverius Boawae siap-siap jelang pertemuan alumni Juni mendattang -  

BAJAWA, vigonews.com – Alumni Sekolah Pendidikan Guru Katolik (SPG) dan SMA Katolik St. Fransiskus Xaverius Boawae, Kabupaten Nagekeo, rencanakan pertemuan para alumni akhir bulan Juni – awal Juli 2018 mendatang.

Pertemuan para alumni merupakan wahana untuk menyatukan dua saudara Fransiskus Xaverius  yang lahir dari rahim yang sama, yakni: almamater St. Fransiskus Xaverius Boawae. Sekolah ini dimulai dengan cikal bakal SGB (Sekolah Guru Bawah), SGA (Sekolah Guru Atas), SPG (Sekolah Pendidikan Guru) dan SMA (Sekolah Menengah Atas) – sekolah menengah umum. Lembaga ini di zamannya telah bermetamorfosis untuk memenuhi tuntutan setiap era.

Belakangan bangkit semangat dan kesadaran baru dalam wahana persaudaraan dari satu almamater. Melaluinya persaudaraan dari satu ‘ibu’ mesti dirajut kembali, sehingga anak-anak Fransiskus Xaverius yang tersebar ke berbagai penjuru tidak melupakan almamaternya.

Menyambut  pertemuan para alumni yang tergabung dalam Persaudaraan Fransiskus Xaverius Boawae itu, Sabu (17/03/2018) diadakan rapat panitia persiapan. Rapat itu dipimpin Ketua Panitia Wim De Rosari, dihadiri kepala Sekolah Bruno Kewo.

Hadir pada saat itu para alumni yang selama ini berkarya di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, di antaranya Dince Bao, Sintus Nuwa, Serilus Pati Wuli dan Emanuel Djomba. Melalui rapat ini dilengkapi susunan kepanitiaan.
 
Wim De Rosari (kedua dari kiri), ketua Panitia Pertemuan Alumni Persaudaraan Fransiskus Xaverius Boawae
Selain itu, rapat  juga membahas  bantuan para alumni kepada almamater yang sejak tahun 1968 dikenal sebagai Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan sejak 1993 berubah status menjadi SMA karena tuntutan regulasi – sehingga kala itu SPG harus ditutup.

Atas alasan itu para alumni menggagas pertemuan alumni  ‘dua’ saudara St. Frasiskus yang kini berkarya ke seantero tanah air, bahkan hingga ke luar ke Eropa dan Afrika. Karena itu panitia sepakat untuk memperluas jaringan komunikasi melalui berbagai wahana untuk menjangkau keberadaan para alumni yang sudah tersebar kemana-mana.

Dince Bao, pada kesempatan itu, minta semua alumni yang berada di dua kabupaten ini agar terus melakukan upaya melakukan jaringan komunikasi sehingga keberadaan teman-teman alumni dua saudara Fransiskus Xaverius Boawae yang dipisahkan sejarah sejak lama ini dapat terjalin kembali. Karena menurut dia, jaringn alumni adalah kekuatan yang bisa didayagunakan untuk menguatkan almamaternya saat ini.

Sementara Sintus Nuwa mengatakan, perlu pikirkan bantuan ril kepada almamater sebagai oleh-oleh. Meski kecil wujudnya, tetapi dapat mengatasi sedikit persoalan almamater. Misalnya, kata Sintus, saat ini almamkater sangat membutuhkan prangkat computer terkait dengan pelaksanaan UNBK. “Nah ini meungkin menjadi pertimbangan para alumni. Karena hal ini sangat diperlukan,” katanya.

Megingat sebagian besar alumni berkarya di Kabupaten Ngada, Ketua Panitia Wim De Rosari mengatakan, panitia akan turun ke paroki-paroki untuk melakukan sosialisasi kegiatan ini. “Kita akan sosialisasi ke sejumlah paroki. Terus kita juga menggunakan berbagai jaringan komunikasi untuk mengetahui keberadaan alumni saat ini,” kata Wim. (ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :