Vigonews

Penguatan Berbasis Teks Guru Bahasa Indonesia Suatu Keharusan



Irwan A. Pellondou mengatakan pembelajaran berbasis teks dalam bahasa dan sastra Indonesia adalah keharusan.

BAJAWA, vigonews.com – Pembelajaran berbasis teks dalam Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas suatu keharusan. Demikian dikemukakan Koordinator tim Penyuluh Kemahiran Berbahasa Indonesia dari Kantor Bahasa Propinsi NTT, Irwan A. Pellondou pada hari kedua kegiatan penyuluhan kepada 40 guru, Rabu (21/03/2018)  di SDK Tanalodu, Bajawa.

Baca juga: 40 Guru di Ngada Ikut Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia

Irwan yang hadir bersama dua pemateri lainnya, masing-masing Drs. Sujono dan Christine Weking, SS itu mengatakan,  penguatan dan penyegaran kepada guru-guru Bahasa Indonesia harus terus dilakukan. Pembelajaran berbasis teks dalam Bahasa Indonesia, kata dia sangat mendukung proses pembelajaran Bahasa dan Sastra di kelas.

Menurut Irwan, dalam kegiatan penyuluhan ini, selain materi pembelajaran berbasis teks, guru juga disharingkan prinsip pembelajaran dan sistem penilaian karena hal itu merupakan dasar yang harus dilakukan guru.

Dari tiga materi yang dijabarkan dalam pertemuan hari kedua kegiatan Penyuluhan Kemahiran Bahasa Indonesia, peserta dibagi dalam dua klaster masing- masing klaster 1 dan klaster dua sebanyak 20 peserta. Dua pemateri dari Kantor Bahasa Provinsi NTT yang  mensharingkan materi tersebut antara lain Drs. Sujono dan Christine Weking.
 
Christine Weking dalam kegiatan Penyuluhan Kemahiran berbahasa Indonesia
Ketika membuka sesi sharingnya, Sujono mengungkapkan bahwa salah satu hal dalam berkomunikasi adalah penyampaian gagasan melalui teks dengan penciptaan teks. Teks, kata dia merupakan satuan bahasa yang dimediakan secara tulis atau lisan dengan tata organisasi tertentu untuk mengungkapkan makna dalam konteks tertentu pula. Teks dapat dimediakan baik secara lisan maupun tulis. 

Sementara, genre dapat dipandang sebagai proses sosial (secara luas) dan sebagai jenis teks (secara sempit), secara luas yaitu latar belakang sosial dan budaya yang mendasari terciptanya teks, secara sempit yaitu jenis teks dalam  bentuk instantiasi.

Pengembangan materi yang di share di masing-masing klaster ada beberapa jenis teks atau wacana berdasarkan struktur generik dan fitur-fitur bahasanya, yang dikelompokan dalam tiga kelompok wacana antara lai: kelompok wacana naratif, kelompok wacana deskriptif, kelompok wacana wrgumentatif.

Dalam pengelompokan yang lain juga disebutkan teks dengan genre faktual dan genre fiksi. Jenis teks faktual antara lai: deskripsi, laporan, prosedur, penceritaan, eksplanasi, eksposisi dan diskusi. Sementara itu genre fiksi meliputi penceritaan, anekdot (anecdote), eksemplum (exemplum),naratif (narrative). 

Untuk prinsip pembelajaran, dijelaskan Sujono, kedinamisan proses pembelajaran diikuti prinsip pembelajaran, misalnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. 
 
Sujono menyampaikan materi dlam kegiatan penyuluhan kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru
Sejalan dengan itu,  menurut Sujono,  penilaian juga ada prinsip penilaiannya, yakni: sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, berkesinambungan, sistematis, beracuan kriteria, dan akuntabel.

Chiristina Weking menambahkan,  perluanya penguatan bahasa dan sastra bagi guru-guru agar pembelajaran di kelas berlangsung baik. Kemampuan bahasa dan sastra guru-guru yang mumpuni menunjang terselenggaranya proses pembelajaran secara efektif dan berhasil guna.

Salah satu peserta dari SMPN 1 GOLBAR Kristina Eku, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru. “Kami mengharapakan kegiatan ini sering dilaksanakan bagi guru-guru di Kabupaten Ngada. Saya berharap dengan adanya wadah Agupena di  Ngada yang baru dibentuk akan menjadi ruang yang kondusif melakukan kegiatan penguatan bagi guru,” kata Kristina.

Turut hadir bersama Irwan dari Kantor Bahasa Provinsi NTT,  bagian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Agustinus Darra Kura dan Umi Ahdiyati.

Oleh: Uno Ignatio Ignamarry
Agupena Ngada

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :