Vigonews

Pemimpin Sejati Dibalik Jejari Palma



Pastor Thobyas Harman, OFM Khotbah tentang kepemimpinan di hari Minggu Palma. Mencari pemimpin sejati dibalik jejari palma - 

KURUBHOKO, vigonews.com – Minggu Palma yang dirayakan beberapa hari sebelum tri hari suci menyiratkan makna yang hakiki dalam memaknai kepemimpinan hari-hari ini. Gambaran ini dikemukakan Pastor Paroki Maria Ratu Para Malaikat (MRPM) Kurubhoko, Thobias Harman, OFM dalam khotbah Minggu, (25/03/2018).

Sebelum misa kudus, ratusan umat paroki MRPM dan umat dari paroki tentangga mengikuti prosesi sambil melambaikan daun palma dan menyanyikan puji-pujian dari SMPN Satap Kurubhoko menuju Gereja. Misa kudus dengan paduan suara OMK Paroki MRPM dan pembacaan kisah sengsara Kristus itu berlangsung khidmat.

Dalam khotbahnya, Pater Thobias Harman, OFM mengajak umat untuk merefleksikan penderitaan Kristus untuk membebaskan umat manusia dari dosa. Toby, begitu pastor yang juga pelaku eco pastoral ini mengajukan beberapa pertanyaan refleksi.

Setelah itu, Pater Toby mulai berkhotbah. Dikatakan kisah Kristus yang digambarkan dalam kisah sengsara diawali dengan rasa iri hati, dan dengki dari sejumlah kelompok elit seperti ahli taurat, orang berpengaruh, para hakim dan pemerintah. Karena mereka tidak suka dengan Yesus. Lantaran Dia (Yesus) mengajar dengan penuh kewibawaan. Apa yang dikatakannya terbukti. Yang lain tidak bisa beri bukti.

Yesus merobek tabir kebohongan kelompok-kelompok itu – yang mengajar tetapi tidak mampu melakukan. Makanya tidak heran, kalau hanya sebentar menyambut Yesus dengan Hosana Putra Daud – yang datang atas nama Tuhan – berganti  dengan hujatan ‘Salibkanlah Dia’. Kelompok elit itu juga yang telah menghasut orang banyak dengan membangun opini bahwa Dia (Yesus) penjahat yang harus disingkirkan. “Dan mereka berhasil sehingga teriakan berubah jadi Salibkanlah Dia,” tegas Pater Toby.

Peristiwa itu sesungguhnya terjadi hari ini di antara kita, pilih pemimpin tetapi tidak mau dipimpin. Saat kita pilih pemimpin berarti kita harus juga siap dipimpin. Seperti gembala dengan dombanya. Gembala tau padang rumput yang hijau dan sumber air yang segar bagi dombanya. Mesti begitulah pemimpin dengan gembalaannya.
 
Prosesi Minggu Palma
Pemimpin dan yang dipimpin, kata Pater Toby bagai jarum dan benang. Jarum membuka jalan bagi benang. Kalau tidak demikian maka tidak bisa menjahit sobekan. Kalau singkirkan jarum, benang tidak berhasil mewujudkan jahitan. ‘Begitu juga dengan pemimpin dengan yang dipimpin,” katanya menganalogikan.

Saat ini, kata Pater Toby, paskah bertepatan dengan jelang pemilihan gubernur. Pilihlah pemimpin yang siap memimpin dan anda juga siap dipimpin. Pemimpin yang sesuai keteladanan kepemimpinan Sang Guru Agung Kristus. Pemimpin yang turun dari singgasana dan mengangkat yang dipimpin ke atas. Pemimpin yang rela berkorban tanpa pamrih, pemimpin yang jujur dan arif. Pemimpin yang akan mengarahkan jalan rakyatnya menuju ‘padang rumput hijau dan sumber air segar’ – kesejahteraan.

Pilihlah pemimpin yang menyentuh persoalan masyarakat. Apa yang diperlukan rakyatnya – maka pemimpinnya siap berkorban melayani masyarakat. Seperti Kristus yang korbankan diri di kayu salib untuk membebaskan umat manusia.

“Jika kita sudah memilih pemimpin yang baik, maka kita pun siap dipimpin oleh pemimpin pilihan kita. Dan dengan demikian, kita menjadi domba yang baik pula bagi gembalanya, supaya dapat padang rumput hijau dan sumber air segar.

Yesus itu pemimpin sejati yang mengosongkan dirinya dan merendahkan diri demi umat tebusannya. Pemimpin yang turun menggunakan keledai – simbol kerendahan, bukan kuda yang biasa digunakan para raja yang gagah perkasa. (ch) ***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :