Vigonews

Esthon L. Foenay, Calon Gubernur ‘Bibir Merah’

Esthon bertemu dengan pendukungnya di Ngada -  


BAJAWA, vigonews.com – Calon Gubernur NTT nomor 1, Estho L. Foenay selama dua hari berjumpa langsung masyarakat di kampung halaman mereka, di kabupaten Ngada. Esthon hadir bersama masyarakat di Kelurahan Nangamese, Riung, di Golewa dan Bajawa. Sementara Calon Wakil Gubernur Christian Rotok mengunjungi Manggarai.

“Saya datang mau ketemu langsung  dengan masyarakat di kampung halaman masing-masing. Melihat dan mendengar langsung,” kata Esthon saat mulai pidato politik di Riung, Selasa (06/03/2018).

Esthon sebelumnya diterima dengan tarian adat dan pengalungan dilanjutkan dengan makan sirih pinang bersama para tokoh adat, tokoh masyarakat dan mama-mama di Riung. Hal yang tak dilakukan oleh calon lain. Makan sirih pinang memang menjadi ciri khas Esthon L. Foenay. Itu yang dimaksudkannya calon gubernur punya bibir merah.

Baja Juga:

Diapun berseloroh: “Calon gubernur yang bibir merah itu hanya satu, Esthon Foenay di nomor 1, yang berkumis dan kacamata juga hanya Pa Cris Rotok nomor 1. Dan yang dasi merah putih juga hanya di nomor 1. Jadi pilih saja calon nomor satu.” Ratusan warga yang hadir pun menyambut dengan aplaus.

Lebih lanjut dikatakan Esthon, ada sekitar 2 juta lebih warga NTT punya kebiasaan makan sirih pinang. Ini dari segi bisnis menjanjikan, karena dari rakyat biasa sampai gubernurnya makan sirih pinang – jika saya dipercaya jadi gubernur. Salah satu usaha yang bisa dikembangkan dengan mengangkat potensi lokal, dan masih banyak lagi. Tergantung kreativitas mengembangkannya.

Esthon mulai berhitung. Kalau sehari makan sirih pinang tiga kali – tetapi biasanya lebih – dan satu kumpul sirih pinang harganya Rp 5.000, maka sehari orang yang makan sirih pinang mengeluarkan biaya Rp 15.000. “Nah, kalau sekitar 2 juga warga NTT makan sirih pinang dikalikan Rp 15.000, hitung sudah berapa itu,” kata Esthon sambil mengunyah siri pinang, dan disambut hadirian yang sebagian besar mama-mama itu.

Apa yang dikatakan Esthon rupanya diam-diam mulai dikembangkan oleh masyarakat desa Wangka Selatan. Kepada vigonews.com, Selasa warga desa ini, Yohanes Kuri mengatakan, mulai tahun 2018, desa ini mulai dengan gerakan 1000 pohon sirih/pinang. Saat ini harga sirih pinang di pasaran cukup menjanjikan, dengan 5 - 10 lembar daun sirih saja Rp 5000. Peluang ini yang dilirik oleh masyarakat desa setempat.

Esthon mengajak  warga agar dalam menghadapi pilgub ini tetap bersikap santun. Tetap santun dalam berpolitik, agar NTT hari ini lebih baik dari yang kemarin – dan NTT hari esok lebih baik dari hari ini. “Karena dalam politik kita berkompetisi, namun dalam Tuhan kita bersaudara,” katanya.
 
Esthon dielu-elukan pendukungnya
Di hadapan ratusan warga Riung, Esthon menyampaikan berbagai program pembangunan jika dipercayakan rakyat menjadi gubernur NTT. Dia memberi sinyal bahwa ada program yang sudah baik terus dilanjutkan seperti anggur merah, hanya perlu perbaikan dan evaluasi pelaksanaannya.

Prioritas program lainnya fokus pada masalah infrstaruktur dalam arti luas, pendidikan, kesehatan, pertanian dan peternakan, ekonomi dan pariwisata, termasuk di dalamnya kerajinan dan industry kecil. Beberapa agenda seperti  ruas jalan propinsi ke daerah tujuan wisata Riung dan masalah perbatasannya akan menjadi perhatiannya.  Tentu saja jika dirinya dipercaya oleh rakyat.

Di bagian lain, Esthon menegaskan terkait dengan pembangunan bidang kesehatan, semua puskesmas akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat tinggal, sehingga pasien tidak harus ke kabupaten.

Turut hadir dalam kegiatan kampanye paket nomor 1 ini, anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai pengusung PAN Agustinus Lobo, dan Gerindra Maksi Ebu To, Ketua DPW Perindo NTT Joenatan Nuba Tonis, Ketua DPD II PAN Ngada Kristoforus Loko, Ketua Gerindra Ngada Laurensius Nau, dan anggota DPRD Ngada dari Partai pengusung PAN Yosef Tote Lambo dan Gerindra Philipus Nono. (ydp)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :