Vigonews

Permada Punya Rahim yang Kuat untuk Melahirkan Kader


BAJAWA, vigonews.com – Perhimpunan  Mahasiswa Ngada (Permada) Kupang, Jumat (13/10/2017), memasuki babak baru dalam perjalanan sejarahnya. Momentum ini genap satu decade (10 tahun) organisasi yang penuh dinamika dan disegani. Dari rahim Permada lahir banyak kader yang mumpuni yang dikenal kritis dalam mengartikulasikan setiap dinamika social kemasyarakatan dan politik, baik di Ngada sendiri maupun di NTT.

Satu decade Permada di mata publik, mungkin sama dengan setahun jagung. Namun menelisik spirit organisasi pernafas pembinaan dan kaderisasi, sejarah 10 tahun organisasi ini telah meletakan tahapan-tahapan, dimana di setiap derapnya melahirkan bakal kader bangsa di generasi emas mendatang. Dalam aras zaman yang singkat boleh jadi sangat panjang bagi para kader, karena diwarnai berbagai aktifitas dalam menumbuhkan karakter, meracik skil dan mengasah intelektualitas secara baik.

Menjadi kader terbaik melalui tempaan terus-menerus memang menjadi spirit yang akan terus menggemakan ‘tagline’ organisasi yang digagasan Klemens Babo dengan kawan-kawan di tahun 2007, yakni: ‘Darma Baktiku Kupersembahkan untuk Ngada.”

Tantangan tentu tidak mengerucut di usia satu decade, justru sejarah satu decade ini menjadi batu petentu bagi para kader membawa organisasi ini untuk tahun-tahun dan decade-decade berikutnya. Itu, yang oleh Ketua Permada pertama Klemes Babo ketika dimintai komentar vigonews.com di Bajawa, Jumat (13/10/2017), identik dengan organisasi perjuangan, pembinaan, pengembangan minat dan bakat dan pangkaderan.

Spirit awal ini, kata Lembo begitu dia biasa disapa, harus terus digemakan bahkan diinternalisasikan, baik oleh aktifias permada yang sedang menuntut ilmu di Kupang, maupun para alumni ke depan. Melalui pembinaan gaya Permada, kata Lembo, akan dapat menciptakan generasi baru untuk menjawab tantangan sosial kemasyarakatan di masa kini dan mendatang. “Permada membangun masa depan melalui persiapan kader-kader bangsa yang terbaik, dan memberi darma bakti kepada Ngada sebagai tanah kelahirannya,” paparnya.

Lembo mengatakan, motivasi awal berdirinya Permada berawal dari dialog dan diskusi para mahasiswa Ngada kala itu di Kupang, yang memandang penting wadah bagi mahasiswa asal Ngada sebagai tempat berdiskusi, berdialog, wadah pembinaan, pengembangan minat dan bakat dan sebagai wadah yang menyiapkan kader terbaik di masa depan.

“Permada, lahir dari gagasan mahasiswa bahwa perlu ada wadah menampung mahasiswa dari Ngada yang sedang kuliah di Kupang. Pikiran itu kemudian diwadahi. Lalu mengerucut dengan momentum deklarasi pada tanggal 13 Oktober 2007 lalu,” kata Lembo

Sejumlah nama yang menggagas berdirinya Permada kemudian menjadi deklarator, seperti: Klemens Babo (Ketua pertama), sekretaris Frengky Suri, Bendahara Fani Goti, Fenan Pea Mole, Avan Wogo, Kantus Wea dan masih banyak lagi. Saat deklarasi di Kupang hadir sekitar 300 mahasiswa dan mendapat perhatian para sesepuh dan tokoh Ngada yang juga hadir pada momen ini.

Lembo berharap, setelah berjalan satu decade, Permada kelak harus menjadi motor penggerak dalam pembangunan di desa. Hingga saat ini anggota sudah sekitar 500 orang tersebar di seluruh kabupaten Ngada. Kaderisasi dilakukan melalui masa penerimaan anggota, pelatihan-pelatihan seperti jurnalistik, penguatan kapasitas kader, diskudi dan seminar ilmiah, dialog public, pengadian masyarakat memanfaatkan waktu libur, juga melakukan gerakan aksi.
 
Permada generasi baru
Di bagian lain, Klemen Babo menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak terhadap eksistesi permada selama satu decade. Terima kasih itu secara khusus disampaikan kepada Sesepuh dan Dewan Pembina Permada, Pemda Ngada, Pemerintah Provinsi NTT, dan semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Permada selama ini.

Sementara mantan Ketua Permada 2014/2015 Owinnd Goleng melalui akun facebooknya mengatakan dengan bertambah usia memiliki energy baru dalam penataan kader ke depan. Owinnd mengajak semua anggota permada maupun alumni merefleksi rekam jejak permada selama berkiprah dalam rentang waktu satu decade yang lalu. Dan memberi kontribusi gagasan konstruktif di masa datang.  Ditegaskan Owinnd, permada masih punya rahim yang kuat untuk melahirkan kader yang terasah, mengasuh kader sehingga menjadi kader terdidik dan handal.

Ketua Permada 2016/2017, Tonny Anu yang dikonfirmasi melalui telepon, dari Kupang, mengatakan, di usia 10 tahun Permada melakukan refleksi, bahwa dalam rentang waktu yang panjang itu perjalanan tidaklah mulus. Banyak dinamika yang terjadi di internal organisasi. Namun menurut Tonny, dinamika justru mendidik para kader menjadi semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan, bahkan perbedaan sebagai kekuatan satu sama lain.

Menurut Tonny, Permada tetap akan konsisten dengan visi/misinya sebagai organisasi kader. Itu diwujudkan melalui penerimaan anggota secara baik setiap tahun. Dalam mengembangkan inteletual, kata Tonny, kegiatan seperti diskusi akhir pekan menjadi nafas yang terus menenun helai demi helai pembinaan kader. Di samping itu ada kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjawab tagline ‘Darma Baktiku Kupersembahkan untuk Ngada’ melalui kegiatan KKBM (Kemah Kerja Bakti Mahasiswa setiap masa liburan di tanah Ngada. Baru-baru ini KKBM berlangsung di Kecamatan Golewa yang mengankat isu pertanian dan pendidikan. Untuk memberi penekanan bahwa potensi Ngada ada pada pertanian dan memberi edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Permada selama 10 tahun rutin mengikuti Turnamen Sepak Bola antar mahasiswa Kupang dengan menjadi juara 10 kali dari 15 kali turnamen. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan dalam bidang olah raga sangat baik di wadah Permada.(ch)***

Insert foto: Klemens Babo dan Tonny Anu

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :