Vigonews

Drg. Marlina Ginting Sosialisasi Germas: ‘Kita Makan Nasi Over Dosis, Padahal yang Dibutuhkan Tubuh Hanya 5%’


GOLEWA, vigonews.com – Guna menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), keluarga jadi sasaran utama. Semua harus dimulai dari keluarga di samping empat strategi lainnya.

Demikian dikemukakan Drg. Marlina Ginting. M.Kes dari Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, ketika menggelar sosialisasi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kecamatan Golewa, Rabu (13/07/2017) lalu. Kegiatan ini menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang program Germas.

Marlina Ginting dalam materinya, mengemukakan setidaknya lima strategis dalam menyukseskan Germas sehingga keluarga hidup sehat, yaitu: pertama, keluarga menjadi sasaran utama. Kedua, memgutamakan kegiatan promotif dan preventif disertai penguatan unit kegiatan berbasis masyarakat. Ketiga, kunjungan rumah atau home visit. Keempat, pendekatan daur kehidupan, dan kelima, prioritas pendanaan pada menu kegiatan promotif-preventif baru digunakan untuk kuratif.

Dikatakan Marlina Ginting, dewasa ini penyakit tidak menular (PTM) menempati urutan pertama yang menyerang masyarakat. Itu karena masyarakat lalai memperhatikan pola hidup secara teratur dan seimbang. Tidak heran jika saat ini banyak orang menderita penyakit tidak menular ini, seperti penyakit jantung, darah tinggi/hipertensi, stroke, diabetes, ginjal dan kanker.

“Contoh saja, sekarang ini rumah sakit jantung harus antrian, karena pasien yang masuk duluan belum pulang, muncul lagi pasien baru. Biayanyapun mahal, karena harus biayai dokter spesialis. Ini terjadi karena pola hidup kita seperti, pola makan, olahraga, dan istirahat yang tidak teratur dan seimbang. Kadang kita makan nasi over dosis, yang dibutuhkan oleh tubuh hanya 5% sisanya akan menumpuk dalam tubuh dan menjadi lemak" jelas dokter Marlina.
 
Olahraga rutin menjadi bagian dari gaya hidup sehat
Marlina Ginting juga menjelaskan, bahwa secara konseptual germas adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berpirilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Menurutnya, tujuan dari program germas ini agar masyarakat berprilaku hidup sehat sehingga berdampak pada kesehatan terjaga, produktif, lingkungan bersih, dan biaya untuk berobat berkurang.

Magister kesehatan ini melanjutkan, bentuk-bentuk kegiatan Germas seperti melakukan aktivitas fisik setiap hari, mengonsumsi sayur dan buah-buahan, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban sehat.
Sementara salah seorang peserta yang juga mentor community engament, Donbosko Ponong berharap sosialisasi Germas bisa sampai ke desa-desa dengan dukungan anggaran melalui dana desa untuk mendukung program ini, seperti PHBS. Untuk kabupaten Ngada, tambah Donbosko, program Germas sudah dicanangkan sejak tahun 2016 lalu melalui momen HKN.

Kegiatan sosialisasi Germas yang bertempat di Aula Kantor Camat Golewa itu juga dihadiri Kadis Pertanian Paskalis Wale Bai, Sekretaris Dinkes Yak. Yoseph Mawo Sekretaris Dinas PU Wilybrodus Kadju, Kabid Kesmas Dinkes Propinsi NTT Drg. Maria Silalah, Staf Ahli Pius Lustri Lanang Agustina Fernandes, undangan lain dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Golewa. (ch)***

Insert foto: Launching Germas ditandai dengan makan buah-buahan, kemudian dilanjutkan dengan senam germas ala Bajawa yaitu "Jai Ria-a depan halaman kantor camat Golewa. Kegiatan dibuka oleh Bupati Ngada yang diwakili oleh Asisten I Setda Ngada Emanuel Dopo.

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :