Vigonews

Ini Tiga SD di Ngada yang Mencapai Nilai UN Tertinggi


BAJAWA, vigonews.com – Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) di kabupaten Ngada, secara resmi dimumkan Senin, (19/06/2017). Hasil UN tersebut disampaikan oleh Kadis Pendidikan Vinsensius Milo didampingi Kabid Dikdas, Feliks Goja yang diterima para kepala sekolah melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Kabupaten Ngada di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Bajawa.

Hadir pada pengumuman hasil UN para kepala sekolah dari 167 sekolah dan 12 kapala cabang dinas. Meski pengumuman hasil UN sudah dilakukan, namun pihak dinas belum mengetahui prosentase kelulusan, mengingat penentuan kelulusan ditentukan oleh sekolah masing-masing.

Dikatakan Kadis Vinsensius Milo, dari hasil UN tiga mata pelajaran, tercatat tiga siswa dari tiga sekolah yang memperoleh nilai tertinggi. Nilai tertinggi mata pelajaran bahasa Indonesia untuk tingkat kabupaten Ngada diraih oleh Gervianus Lewa, siswi SDI Kolokoa Kecamatan Jerebu’u, nilai UN teringgi Matematika diraih oleh Francischa Mayscha Soli dari SDK Kisanata Kecamatan Bajawa, dan nilai tertinggi UN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diraih oleh Maria Mau Dora dari SDN Boameze, Kecamatan Soa.

Nilai UN tertinggi Bahasa Indonesia 90,0,  matapelajaran Matematika 95,0 dan matapelajaran IPA nilai tertinggi 95,0. Nilai terendah Bahasa Indonesia 28,0, Matematika 17,5 dan IPA 15,00. Untuk nilai terendah tak diperoleh informasi dari sekolah mana.

Untuk diketahui UN tingkat SD yang diselenggarakan 15 – 17 Mei 2017 lalu diikuti  3.834 siswa dari 167 sekolah. (ch)***

Insert foto - Para kepala sekolah terlihat sibuk usai menerima hasil UN masing-masing sekolah di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :