Vigonews

Pesan Terakhir Thomas Dola Radho di Rumah Pintar KPU Ngada: Ini ‘Kooperasi’ Aneh, Saya Mau Jadi Anggotanya!


BAJAWA – Ini momen terakhir sarat makna bersama sang inspirator dan motivator, Thomas Dola Radho. Ketua DPRD Ngada periode 2004 – 2009 ini memenuhi undangan Kooperasi Media & Literasi, dalam gelar Launching kooperasi ini dan Relaunching MEDIA CERMAT,  Selasa (11/04/2017) di Rumah Pintar KPU Ngada.  Sosok yang bila berjumpa dengan siapa saja selalu memberi semangat dengan menepuk pundak itu tampak bersemangat dan segar bugar.

Begitu tiba di Rumah Pintar KPU, Thomas disambut hangat para undangan dan duduk bersebelahan degan Ketua KPU Ngada Thomas Jawa. Sebelumnya, sosok yang gencar mengampanyekan budaya literasi – membaca & menulis – sejak  lama ini,  memilih duduk di kursi paling belakang. Namun beberapa pejabat yang hadir termasuk Ketua KPU Thomas Jawa menyongsongnya mengantarnya duduk di barisan kursi paling depan.

Dia juga menyalami Pemimpin Umum/pemimpin Redaksi MEDIA CERMAT, Emanuel Djomba. Kepada  Djomba, Thomas menanyakan sesuatu . “Kau bikin koperasi apalagi ini,” kata Thomas singkat.

Dia mengikuti rangkaian kegiatan launching hari itu  dengan seksama. Mencermati setiap pembicaraan dan sambutan selama berlangsungnya kegiatan. Thomas tampak  nyaman di ruangan itu. Dia baru diberi kesempatan bicara pada sesi dialog usai launching produk media kooperasi.

Banyak isu diangkatnya ke permukaan. Terkait dengan Launching Kooperasi Media & Literasi dengan produknya, Thomas tampak fokus dan memberi beberapa penekanan. Momen itu seakan membangkitkan kembali kenangannya di masa lalu. Manakala dia selalu memberi motivasi kepada orang yang dijumpainya agar rajin membaca, dan selalu sisihkan uang untuk beli buku. Para guru di era dirinya jadi Ketua Yasukda diwajibkan sisihkan rupiah untuk beli buku.  Guru, kata dia, mana bisa mendidik dengan baik kalau malas baca. Itu kenangan yang sedikit dibukanya ketika memorinya dirangsang dengan wacana literasi.

Soal berdirinya Kooperasi Media & Literasi, Thomas memberi apresiasi kepada para intelektual muda yang sudah mulai. Bagi Thomas, ini sungguh gagasan cerdas dalam rangka menumbuhkan budaya literasi – melek media/baca/tulis – bagi masyarakat yang era ini sudah melorot akibat digempur dominasi gadget. Tatapi menurut dia, gadget tidak bisa meggantikan buku.

“Saya harap kooperasi ini menjadi wadah perjuangan untuk terus menumbuhkan budaya literasi bagi masyarakat dan bukan wadah untuk persaingan. Sesuai dengan semangatnya, kooperasi menuntut keterlibatan semua unsur yang ada di dalamnya,” pesan Thomas.

Thomas memberi motivasi kepada Crew Kooperasi Media & Literasi dan MEDIA CERMAT agar tidak berhenti berjuang untuk kebaikan banyak orang. “Ini tugas mulia yang sudah kalian pilih, karena itu harus komit dan berjuan terus, jangan berhenti.

Bagian akhir pesannya,  Thomas Dola Radho yang ketika itu terlihat masih segar sempat mengatakan, “Ini Kooperasi aneh. Saya mau jadi anggotanya.” Pernyataan Thomas sekaligus menutup komentarnya dan disambut  aplaus para undangan yang hadir.

Ternyata pesan di Rumah Pintar KPU Ngada itu adalah pesannya yang terakhir kepada publik. Thomas Dola Radho, engkau luar biasa. Selamat berbahagia di Rumah Bapa di surga. Spiritmu tak lekang dalam dada masyarakat Ngada.

Tampak hadir pada saat itu, Asisten 1 Setda Ngada Emanuel Dopo,  Ketua Kooperasi Media dan Literasi Bernadinus Dhey Ngebu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gerardus Reo, Kadis Pertanian Paskalis Wale Bai, Kadis Perikanan Korsin Wea, Kadis Kominfo Moi Nitu Anastasia, Ketua KPU Thomas Jawa beserta komisioner lainnya, Penasehat/Pengawas & Pengurus Kooperasi Media dan Literasi, unsur LSM, Organisasi Kepemudaan, Rohaniwan, unsur pers dan undangan lainnya. (ch)***

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :