Vigonews

Musik Tradisional ‘Riku Dhingu’ Jadi Perhatian di Ajang Raicab Ngada


Vigonews.com, BAJAWA - Festival seni dan budaya mewarnai kegiatan Raimuna Cabang (Raicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ngada yang digelar di Aimere 26 - 30 Oktober 2016.

Berbagai atraksi seni dipentaskan di panggung utama Raicab, seperti tarian daerah, nyanyian dan musik tradisional.

Koordinator Festival Budaya Raicab, Veronika Agata Modo mengatakan, sudah menjadi agenda bahwa kegiatan pramuka tidak hanya bergelut dengan aktivitas baris berbaris dan teknik kepramukaan tetapi juga kegiatan seni dan budaya.

Selama tiga malam berturut-turut  arena Raicab dihibur dengan berbagai atraksi seni dari setiap kontingen. Selain menghibur para peserta Raicab, pentas seni ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat Aimere dan sekitarnya. Masing-masing gudep minimal menampilkan dua atraksi seni setiap malam hingga menjelang tutup kegiatan.

Menurut Verny, begitu dia biasa disapa, kegiatan festival selain menghibur, juga  memupuk rasa cinta pada budaya dan persaudaraan yang saat ini sudah mulai dilupakan  dan tergerus.

Beberapa atraksi yang menarik antara lain: musik Laba Rudu (PGRI Bajawa), atraksi Sagualu (Recis), Dhanding dan Lenggong (Riung). Musik tradisonal yang menyita peserta Raicab dan penonton adalah musik Riku Dhingu yang dibawakan oleh SMAN Soa. Masih banyak lagi tarian dan nyanian daerah dari berbagai daerah.

Ditambahkan Verny, suda dua malam digelar Fastival budaya, kemudian malam terakhir akan dipentas malam Bhineka Tunggal Ika. Festival budaya ini juga melibatkan melibatkan SD, dan SMP terdekat. (ch) ***

Siswa dari SMAN 1 Soa ketika memainkan musik tradisional daerahnya 'Riku Dhingu"

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :