Vigonews

Mengubah Kebiasaan Lama, KKG-AK Golewa Barat Gelar Workshop Menulis


Vigonews.com, BAJAWA - Kelompok Kerja Guru Agama Katolik (KKG-AK) Kecamatan Golewa Barat (Golbar), Sabtu (05/11/2016) mennggelar work shop menulis karya ilmiah di SDN Sobo. Kegiatan ini guna mengembangkan kompetensi menulis di kalangan guru agana Katolik kecamatan itu.

Work shop dibuka secara resmi oleh Ketua KKG-AK Golewa Barat, Yohanes Wuda, S.Ag. Sepuluh guru agama Katolik mengikuti work shop yang digelar atas kerja sama dengan lembaga Gerakan Hati Insani untuk Literasi (Graha Literasi) itu akan berlangsung hingga Minggu (06/11/2016) itu.

Dalam sambutannya, Yohanes Wuda yang juga Kepala SDN Sobo itu mengatakan, menulis menjadi kompetensi yang tidak kalah  penting dalam menunjang profesi guru. Bagi guru, kata John, menulis dan berbicara adalah dua cara untuk berkomunikasi dengan peserta didiknya. Selain itu, untuk menambah kredit poin untuk kepentingan kenaikan pangkat.

Work shop ini, kata John sudah yang kedua kalinya. Karena itu, dia berharap para guru yang tergabung dalam KKG-AK agar terus meningkatkan pemahaman dan mengembangkan skils  menulis."Kali ini selain meningkatkan skils menulis, juga memberi gambaran dalam menulis PTK, karena ini juga tuntutan yang harus dipenuhi oleh guru agama Katolik," jelas John.

Dia minta agar para guru terus menumbuhkan dan menyuburkan animo menulis - karena memang selama ini menulis belum jadi kebiasaan para guru. Itu sebabnya, John minta agar  kebiasaan lama tanpa menulis perlu diubah dengan budaya baru, yang selalu menulis.

"Kebiasaan lama yang menghambat kita,  sehingga latihan dan bimtek apapun tidak mengalami kemajuan harus ditinggalkan. Makanya, pentingnya kelompok ini menyelenggarakan kegiatan agar bisa shering satu sama lain mengatasi masalah. Hanya untuk berubah butuh komitmen kuat baik personal maupun kelompok. Jangan sia-siakan setiap momen pelatihan karena harganya mahal dengan mengorbankan   waktu, tenaga, biaya dan segala daya," papar John.

Work shop menulis karya tulis ini didampingi oleh Emanuel Djomba dari Graha Literasi. Sebuah lembaga yang concern mengampanyekan dan menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar, guru dan umum.

Kegiatan work shop diawali dengan diskusi untuk mendapatkan gambaran tentang masalah yang dihadapi guru. Para guru agama sebagian belum memahami PTK. Beberapa mengungkapkan kendala justru terletak pada urusan menulis secara praktis - harus mulai dari mana. Karena itu, sesi ini juga memperkenalkan kian menulis sederhana dengan formula 5W dan 1H sebagai kunci untuk masuk dunia tulis-menulis secara logis dan praktis.

Dalam work shop, kata Djomba yang juga dosen STKIP Citra Bakti Ngada itu,  para guru dilatih untuk menemukan masalah, mengidentifikasi, menemukan dan melakukan refleksi kemudian merumuskan sebuah judul karya tulis. Kiat ini mengantar para guru agar dapat menulis sebuah proposal PTK secara baik.

Masalah paling mendasar bagi guru, kata Emanuel Djomba, karena belum memiliki habit menulis. Karena itu melalui work shop ini menjadi pemicu bagi guru untuk terus menulis di waktu mendatang. Menulis kata dia bisa mengikat makna. Dia mengingatkan, kegiatan menulis erat hubungannya dengan membaca - kata orang ‘penulis yang baik juga pembaca yang baik’. Untuk memulai kebiasaan menulis para guru diajak untuk mulai menulis buku harian.

Kegiatan work shop guru menulis ini berlangsung dua hari. Setelah menyelesaikan proposal PTK guru juga mempresentasekan karya tulisnya. Langkah berikutnya adalah melanjutkan dengan proses penelitian, seminar hingga publikasi karya tulis bersama.(ch)***

Insert foto: Sebagian Guru KKG-AK Golewa Barat sedang mengikuti workshop menulis di di  SDN Sobo.

Vigonews

Tentang Vigonews -

VIGONEWS.COM “Media Online Lokal – Menulis yang Terlupakan” Vigonews.com, adalah media online berbasis lokal dari tanah Ngada (Flores). Menyajikan informasi, pengetahuan dan edukasi dalam berbagai konten demi mewujudkan masyarakat cerdas – bermartabat; bertindak lokal namun berpikir global. Sebagai kanal informasi, dimana suara-suara lokal dingkat ke permukaan dan diperdengarkan. Mengintepretasikan suara-suara diam membisu dari dusun yang kadang tak dijangkau.

Subscribe to this Blog via Email :